Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Papua Bukan Tanah Kosong: Sawit, Deforestasi, dan Perlawanan Masyarakat Adat

Papua Bukan Tanah Kosong: Sawit, Deforestasi, dan Perlawanan Masyarakat Adat

  • account_circle Darman
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • visibility 443
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Papua bukan tanah kosong. Papua adalah rumah. Dan rumah tidak untuk dijual.

Jakarta, duasatunews.com | Papua bukan ruang hampa yang menunggu untuk dieksploitasi. Gelombang ekspansi perkebunan kelapa sawit kembali mengancam hutan-hutan Papua, bahkan ketika krisis iklim global semakin memburuk.

Negara kerap menyatakan komitmen menurunkan emisi karbon, tetapi pada saat yang sama tetap memberi ruang bagi pembukaan hutan atas nama investasi dan pembangunan.

Bagi masyarakat adat Papua, ancaman ini tidak berhenti pada isu lingkungan. Pembukaan hutan menyentuh langsung keberlangsungan hidup, identitas, dan martabat mereka sebagai pemilik sah wilayah adat.

Mitos “Tanah Kosong”

Narasi bahwa “Papua masih kosong” terus muncul sebagai dalih pembukaan hutan skala besar. Padahal, hutan Papua merupakan ruang hidup masyarakat adat yang mereka jaga turun-temurun. Di dalam hutan itu hidup pengetahuan lokal, sumber pangan, obat-obatan tradisional, serta relasi spiritual dengan alam.

Perkebunan monokultur sawit tidak mampume nggantikan fungsi-fungsi tersebut. Ketika negara mengulang narasi tanah kosong, negara sekaligus menghapus keberadaan masyarakat adat dari peta pembangunan.

Ekspansi Sawit dan Pembangunan Ekstraktif

Ekspansi sawit di Papua memperlihatkan pola lama pembangunan ekstraktif. Perusahaan memperoleh tanah ulayat melalui proses yang minim transparansi. Aparat membatasi partisipasi masyarakat adat dalam pengambilan keputusan. Persetujuan sering diperoleh tanpa informasi yang utuh dan seimbang.

Saat konflik muncul, negara dan perusahaan kerap menuding masyarakat adat sebagai penghambat pembangunan. Padahal, akar persoalan terletak pada pengabaian hak dan suara mereka sejak awal.

Kontradiksi Agenda Iklim

Pemerintah sering mempromosikan Papua sebagai wilayah kunci dalam agenda penyelamatan iklim dunia. Namun, kebijakan di lapangan justru membuka hutan primer untuk kepentingan industri. Kontradiksi ini menunjukkan standar ganda dalam kebijakan lingkungan.
Komitmen hijau berhenti di atas kertas, sementara deforestasi terus berjalan. Hutan Papua menjadi korban dari kebijakan yang tidak konsisten.

Dampak Sosial yang Nyata

Ekspansi sawit membawa dampak sosial yang serius. Hilangnya hutan berarti hilangnya sumber penghidupan masyarakat adat. Banyak keluarga akhirnya bergantung pada upah perkebunan dan kehilangan kedaulatan ekonomi.

Ketika siklus sawit berakhir atau perusahaan hengkang, masyarakat tidak lagi memiliki tanah untuk bertahan hidup. Mereka menghadapi masa depan yang rapuh tanpa jaminan keberlanjutan.

Papua Tidak Menolak Pembangunan

Masyarakat adat Papua tidak menolak pembangunan. Mereka menuntut keadilan. Pembangunan seharusnya berangkat dari pengakuan hak masyarakat adat, perlindungan hutan, dan penguatan ekonomi lokal berbasis ekologi.

Model pembangunan yang merusak alam Papua hanya akan memperlebar ketimpangan sosial dan memicu konflik berkepanjangan.

Perlawanan untuk Hak Hidup

Saat ini, masyarakat adat Papua semakin lantang menolak perampasan ruang hidup. Mereka melakukan perlawanan bukan untuk menentang negara, melainkan untuk mempertahankan hak paling dasar: hidup bermartabat di tanah sendiri.

Jika negara benar-benar ingin melindungi Papua, negara harus menghentikan ekspansi sawit di hutan adat. Negara juga perlu membuka dialog yang setara dan menempatkan masyarakat adat sebagai subjek pembangunan.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TNI bantu tangani begal melalui patroli bersama TNI dan Polri untuk menjaga keamanan masyarakat

    TNI AD Siap Bantu Tangani Begal, Tegaskan Tidak Miliki Kewenangan Penegakan Hukum

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)– TNI Angkatan Darat (TNI AD) siap membantu Polri dalam mencegah dan menangani aksi begal di berbagai daerah. Namun, kewenangan penegakan hukum tetap berada di tangan kepolisian. Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan keterlibatan TNI merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Selain itu, langkah tersebut mengacu pada aturan yang […]

  • pembangunan huntara pascabencana Sumatera oleh pemerintah

    Pembangunan Huntara Pascabencana Sumatera Terus Dipercepat

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 574
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Pemerintah menjadikan pembangunan huntara pascabencana Sumatera sebagai prioritas untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana alam. Hingga akhir Januari 2026, pemerintah merampungkan 4.263 unit hunian sementara (huntara) atau sekitar 24 persen dari total rencana 17.499 unit di tiga provinsi terdampak. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan bahwa Aceh membutuhkan huntara dalam jumlah paling […]

  • kecelakaan flyover Pesing Jakarta Barat pemotor tewas usai kecelakaan dengan bus

    Kecelakaan Flyover Pesing: Pemotor Tewas Usai Gagal Salip Bus di Jakbar

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 345
    • 2Komentar

    Pemotor Tewas di Flyover Pesing Jakarta,(duasatunews.com)//Seorang pengendara motor berinisial FM (24) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di kawasan flyover Pesing, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis pagi. Insiden ini terjadi ketika korban mencoba menyalip bus di jalur padat. Korban melaju di Jalan Daan Mogot dari arah timur menuju barat. Saat memasuki tanjakan, ia mencoba mendahului kendaraan […]

  • Pos Bantuan Hukum Sultra Hadir di Seluruh Desa dan Kelurahan

    Pos Bantuan Hukum Sultra Hadir di Seluruh Desa dan Kelurahan

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 536
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Pos Bantuan Hukum Sultra resmi hadir di seluruh desa dan kelurahan setelah Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara meraih penghargaan atas komitmennya memperluas akses keadilan bagi masyarakat. Dengan demikian, pemerintah daerah kini memiliki instrumen hukum yang lebih dekat dengan warga. Selanjutnya, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara membentuk 2.285 Pos Bantuan Hukum […]

  • Prabowo Ancam Akan Copot Para Pejabat Yang Tak Becus Kerja Tanpa Pandang Partai

    Prabowo Ancam Akan Copot Para Pejabat Yang Tak Becus Kerja Tanpa Pandang Partai

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 614
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk menindak pejabat negara yang tidak bekerja maksimal dan gagal menjalankan amanah rakyat. Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut dalam forum diplomasi internasional. Dalam forum itu, ia menegaskan bahwa kinerja menjadi satu-satunya tolok ukur dalam pemerintahan yang ia pimpin. Kinerja Menjadi Ukuran Mutlak Prabowo menyatakan bahwa pemerintahan […]

  • Kim Jong Un Komisi Urusan Negara dalam sidang parlemen Korea Utara

    Kim Jong Un Korea Utara Kembali Pimpin Komisi Urusan Negara

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 455
    • 0Komentar

    Tokyo, (duasatunews.com) – Kim Jong Un Korea kembali menjadi sorotan setelah parlemen Korea Utara memilihnya sebagai Ketua Komisi Urusan Negara dalam sidang pertama yang digelar pada Minggu. Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan Wakil Majelis Rakyat Tertinggi Ri Il Hwan mengajukan kembali nama Kim dalam sidang tersebut. Ia menilai kekuatan negara tidak hanya bergantung pada […]

expand_less