Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Perjuangan Seorang Ayah: Bertahan Hidup di Tengah Ketimpangan Sosial-Ekonomi

Perjuangan Seorang Ayah: Bertahan Hidup di Tengah Ketimpangan Sosial-Ekonomi

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
  • visibility 190
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com | Banyak orang menyederhanakan perjuangan seorang ayah dalam menghidupi anak-anaknya dengan keterbatasan ekonomi sebagai kisah ketabahan personal. Masyarakat memotret ayah sebagai figur pekerja keras yang pantang menyerah dan rela mengorbankan tenaga serta waktu demi keluarga. Namun narasi ini, meski terdengar mulia, sering menutup persoalan yang jauh lebih besar: ketimpangan sosial dan ekonomi melanggengkan kemiskinan, bukan semata kurangnya usaha individu.

Kerja Bukan Pilihan, Melainkan Keterpaksaan

Bagi banyak ayah dari keluarga miskin, kerja bukan pilihan, melainkan keharusan tanpa jeda. Setiap hari mereka menghadapi upah rendah, jam kerja panjang, dan pendapatan yang tidak pasti. Sektor informal memang menyerap jutaan tenaga kerja, tetapi sektor ini hanya menawarkan fleksibilitas semu tanpa perlindungan. Negara belum menjamin kesehatan, hari tua, atau keselamatan kerja mereka. Dalam kondisi seperti ini, kerja keras menjelma siklus bertahan hidup yang melelahkan.

Ketika Sistem Menyalahkan Individu

Sistem ekonomi sering membebankan seluruh tanggung jawab pada pundak ayah. Ketika keluarga gagal memenuhi kebutuhan dasar, masyarakat langsung menuding rendahnya etos kerja. Padahal struktur ekonomi yang timpang membuat kerja sekeras apa pun tidak cukup. Perusahaan meningkatkan produktivitas, tetapi upah tidak bergerak seiring. Sementara itu, biaya hidup terus melonjak dan menekan keluarga pekerja.

Anak-anak dan Warisan Kemiskinan

Kondisi ini langsung memukul kehidupan anak-anak. Keterbatasan ekonomi menurunkan kualitas gizi, membatasi akses pendidikan, dan mempersempit ruang tumbuh yang layak. Banyak anak belajar dengan fasilitas minim, bahkan sebagian ikut bekerja sejak usia dini. Situasi ini tidak mencerminkan kegagalan orang tua. Negara gagal menjamin hak dasar warga ketika pendidikan dan kesehatan masih bergantung pada kemampuan ekonomi keluarga. Akibatnya, kemiskinan terus berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Romantisasi Penderitaan Ayah

Media dan ruang publik kerap mengangkat kisah ayah pekerja keras sebagai inspirasi. Publik merayakan pengorbanan mereka dengan rasa haru. Namun apresiasi ini sering berhenti pada emosi, tanpa mendorong perubahan kebijakan. Romantisasi penderitaan membuat ketidakadilan tampak wajar. Masyarakat tersentuh oleh kisah ayah miskin, tetapi jarang mempertanyakan mengapa sistem terus memaksa mereka hidup dalam kondisi yang sama.

Negara, Kebijakan, dan Tanggung Jawab

Negara tidak boleh hanya hadir melalui slogan atau bantuan sementara. Program bantuan sosial memang membantu, tetapi tidak menyentuh akar persoalan jika pemerintah mengabaikan reformasi struktural. Negara harus menjamin upah layak, melindungi pekerja informal, serta menyediakan pendidikan dan kesehatan yang benar-benar merata. Tanpa langkah ini, ayah akan terus memilih antara bekerja lebih lama atau kehilangan waktu bersama keluarga.

Dari Simpati Menuju Perubahan

Perjuangan seorang ayah mencerminkan kegagalan kolektif. Kebijakan ekonomi lebih sering mengejar pertumbuhan statistik daripada kualitas hidup manusia. Ketika pemerintah mengabaikan pemerataan, jurang antara pemilik modal dan pekerja semakin melebar. Ayah-ayah kelas pekerja menempati posisi paling rentan dalam struktur ini.

Keadilan Sosial sebagai Penutup

Opini ini tidak meniadakan nilai ketabahan dan tanggung jawab personal seorang ayah. Nilai tersebut tetap penting dan layak dihormati. Namun penghormatan sejati menuntut tindakan nyata. Kebijakan publik harus memastikan kerja keras menghasilkan kehidupan yang layak, bukan sekadar kemampuan bertahan.

Masyarakat juga perlu bergerak. Empati sosial harus berubah menjadi kesadaran kolektif yang mendorong perubahan. Ketika kita melihat seorang ayah bekerja keras dalam keterbatasan, kita perlu bertanya: mengapa sistem memaksanya bertahan seperti ini?

Pada akhirnya, seorang ayah berhak bermimpi tentang masa depan anak-anaknya, bukan hanya menghitung kecukupan hari ini. Kerja keras seharusnya membuka jalan menuju pendidikan, kesehatan, dan kehidupan bermartabat. Selama sistem sosial-ekonomi gagal menyelaraskan kerja keras dengan kesejahteraan, perjuangan ayah akan terus menjadi kisah sunyi yang diwariskan lintas generasi.

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • desain chip Indonesia melalui kerja sama Arm Limited

    Desain Chip Indonesia Didorong lewat Kerja Sama Danantara–Arm

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Pemerintah Indonesia menargetkan 15 ribu insinyur dapat mempelajari dan menguasai teknologi desain chip melalui kerja sama strategis antara Danantara dan Arm Limited. Kedua pihak menandatangani perjanjian kerja sama tersebut di London, Inggris, pada Senin (23/2). Pemerintah mengarahkan kemitraan ini untuk mempercepat peningkatan kapasitas dan kemandirian nasional dalam pengembangan teknologi strategis, khususnya di […]

  • Jeremiah Lakhwani WWE Aquaman Indonesia

    Model asal indonesia dapat undangan Seleksi WWE

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 293
    • 0Komentar

    JAKARTA, dusatunews.com – Nama Jeremiah Lakhwani ramai memenuhi media sosial setelah ia mengunggah pesan langsung (DM) dari WWE. Figur publik berjuluk Aquaman Indonesia itu mengaku menerima tawaran untuk mengikuti seleksi organisasi gulat hiburan terbesar di dunia pada Senin (12/1/2026). Melalui akun media sosialnya, Jeremiah menampilkan pesan dari pemandu bakat bernama Macy Zaban. Dalam pesan tersebut, […]

  • Tim SAR Bulusaraung bertahan di puncak gunung Maros

    Tim SAR Bertahan di Puncak Bukit Bulusaraung, Dirikan Tenda Tunggu Evakuasi

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Tim SAR Bulusaraung masih bertahan di puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan. Tim mendirikan tenda di sekitar lokasi penemuan badan dan ekor pesawat ATR 42-500. Langkah ini menjaga keberlanjutan operasi pencarian dan pertolongan sambil menunggu cuaca membaik. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menyatakan seluruh personel tetap siaga di lokasi. […]

  • Trump Xi Jinping Iran dalam pertemuan bilateral membahas isu penghentian pengiriman senjata ke Iran

    Trump Xi Jinping Iran: Trump Klaim China Setop Kirim Senjata ke Iran

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Trump Xi Jinping Iran kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Presiden China Xi Jinping sepakat tidak mengirim senjata ke Iran. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan global akibat konflik di Timur Tengah. Trump mengungkapkan bahwa ia mengirim surat langsung kepada Xi Jinping untuk meminta kejelasan terkait dugaan dukungan militer […]

  • Dito Ariotedjo diperiksa KPK sebagai saksi kasus kuota haji

    Dito Ariotedjo Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 175
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Dito Ariotedjo memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi pengaturan kuota dan pelaksanaan ibadah haji di Kementerian Agama periode 2023–2024. Pada Jumat siang, Dito datang ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, sebagai bentuk kepatuhan terhadap proses hukum. Menurut Dito, kehadirannya merupakan tindak lanjut surat undangan pemeriksaan dari penyidik.“Di […]

  • Pertamina Pastikan 97% SPBU di Aceh Mulai Beroprasi

    Pertamina Pastikan 97% SPBU di Aceh Mulai Beroprasi

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 367
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Distribusi BBM Aceh pascabencana masih menghadapi hambatan di sejumlah wilayah. Warga di beberapa daerah belum merasakan layanan energi secara merata karena akses menuju SPBU belum pulih sepenuhnya. Situasi ini menjadi penting karena BBM menopang hampir seluruh aktivitas masyarakat. Transportasi, distribusi logistik, hingga layanan darurat sangat bergantung pada kelancaran pasokan energi. Karena itu, […]

expand_less