Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Aturan Tanah Telantar Prabowo: Negara Kini Bisa Ambil Alih Lahan Menganggur

Aturan Tanah Telantar Prabowo: Negara Kini Bisa Ambil Alih Lahan Menganggur

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • visibility 357
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com – Aturan tanah telantar Prabowo menempatkan isu penguasaan lahan kembali di pusat perhatian publik. Kebijakan ini menyasar tanah yang dikuasai pemilik hak namun dibiarkan menganggur, sementara kebutuhan lahan untuk perumahan, pangan, dan pembangunan daerah terus meningkat.

Penelantaran Lahan Dinilai Merugikan Publik

Pemerintah menilai praktik penelantaran tanah memperlebar kesenjangan sosial dan ekonomi. Banyak lahan tidak memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Kondisi ini juga memicu konflik agraria dan menurunkan kualitas lingkungan di sejumlah wilayah.

Pemerintah Perkuat Dasar Hukum Penertiban

Presiden Prabowo Subianto menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan dan Tanah Telantar. Pemerintah mengundangkan aturan tersebut pada 6 November 2025 dan memublikasikannya ke publik pada Februari 2026. Melalui regulasi ini, negara mewajibkan pemegang hak menjaga, mengelola, dan memanfaatkan tanah sesuai peruntukan.

Jika pemilik mengabaikan kewajiban tersebut, pemerintah dapat menertibkan lahan melalui tahapan peringatan dan evaluasi. Dalam kondisi tertentu, negara berhak mengambil alih tanah yang terbukti telantar.

Respons Kritis dari Pengamat Agraria

Sejumlah pengamat agraria menyambut kebijakan ini sebagai sinyal tegas terhadap penguasaan lahan tidak produktif. Namun, mereka menyoroti perlunya kriteria yang jelas dan terukur. Tanpa definisi yang tegas, kebijakan ini berpotensi memicu sengketa hukum baru di tingkat daerah.

Peluang dan Risiko bagi Daerah

Bagi pemerintah daerah, kebijakan penertiban tanah membuka peluang pemanfaatan lahan untuk perumahan rakyat, reforma agraria, dan ketahanan pangan. Masyarakat berpeluang memperoleh akses lahan yang lebih adil. Namun, pemerintah daerah juga perlu mengantisipasi potensi konflik sosial jika proses penetapan tidak transparan.

Pelaksanaan Jadi Penentu Dampak

Keberhasilan aturan ini sangat bergantung pada pelaksanaan di lapangan. Pemerintah perlu menjaga keterbukaan, pengawasan, dan mekanisme keberatan. Dengan tata kelola yang baik, aturan tanah telantar Prabowo dapat memperbaiki distribusi lahan tanpa mengabaikan kepastian hukum.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kondisi cuaca saat musim kemarau 2026 Indonesia

    Kemarau 2026 Diprediksi Mulai April, BMKG Jelaskan Perbedaan Pola Musim RI

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 512
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) – Musim kemarau 2026 Indonesia diperkirakan mulai berlangsung bertahap sejak April, terutama di wilayah selatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prediksi tersebut setelah memantau tren penurunan curah hujan di sejumlah wilayah. Wilayah selatan seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara diproyeksikan mengakhiri musim hujan pada periode Februari hingga Maret 2026. Setelah […]

  • mahasiswa sultra tolak tambang di jakarta

    Skandal Jual beli Dokumen: ESDM Didesak Tolak RKAB PT TMM, Kejagung Diminta Tangkap Tri Firdaus

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Arin fahrul Sanjaya
    • visibility 959
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Suara penolakan terhadap praktik kotor di sektor pertambangan kembali menggema di ibu kota. Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra) Jakarta bersiap turun ke jalan. Mereka menuntut negara menghentikan privilese hukum bagi korporasi nakal dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu. Aksi ini muncul karena aparat penegak hukum belum menuntaskan dugaan korupsi tambang nikel. Kasus […]

  • Pertemuan Prabowo dan Raja Yordania di Istana Al Husseiniya

    Pertemuan Prabowo dan Raja Yordania Bahas Kerja Sama

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Amman, (duasatunews.com) – Pertemuan Prabowo dan Raja Yordania berlangsung di Istana Al Husseiniya, Amman, Rabu siang. Presiden Prabowo Subianto menjalani agenda kenegaraan ini sebagai bagian dari lawatan resminya ke Yordania pada 24–25 Februari 2026. Kunjungan tersebut menjadi salah satu upaya Indonesia memperkuat diplomasi bilateral di kawasan Timur Tengah. Agenda ini menandai pertemuan ketiga kedua kepala […]

  • negosiasi nuklir Iran dalam wawancara Abbas Araghchi

    Negosiasi Nuklir Iran: Teheran Tolak Pengayaan Nol

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 532
    • 0Komentar

    Istanbul, (duasatunews.com) – negosiasi nuklir Iran kembali mencuat di tengah meningkatnya tensi geopolitik Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran siap berunding dan mencapai kesepakatan, tetapi menolak tuntutan pengayaan uranium nol. Sikap Teheran dalam Negosiasi Nuklir Iran Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Sabtu, Araghchi menyebut isu nuklir sebagai persoalan hak dan kedaulatan […]

  • Konferensi pers Ditjen Imigrasi terkait penanganan pelanggaran keimigrasian dan jemaah haji non-prosedural

    Imigrasi Tunda 13 Calon Jemaah Haji Non-Prosedural, Demi Keselamatan

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Direktorat Jenderal Imigrasi menunda keberangkatan 13 jemaah haji non-prosedural. Mereka mencoba berangkat ke Tanah Suci dengan visa non-haji. Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menyatakan bahwa petugas menemukan pelanggaran saat memeriksa dokumen. Setelah itu, Imigrasi langsung mengambil tindakan. Ia menegaskan bahwa langkah ini bertujuan melindungi jemaah haji non-prosedural. Banyak kasus sebelumnya menunjukkan risiko besar […]

  • pernikahan dini Indonesia

    MARAKNYA PERNIKAHAN DINI DAN ANCAMAN BAGI MASA DEPAN GENERASI MUDA

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 878
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pernikahan dini masih marak terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Masalah ini tidak lagi sekadar persoalan budaya atau tradisi. Praktik tersebut kini berkembang menjadi isu sosial serius yang mengancam masa depan generasi muda, terutama anak dan perempuan. Fenomena ini terus berulang setiap tahun. Banyak pihak belum mampu memutus rantai persoalan tersebut. Padahal, […]

expand_less