Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Perang AS–Israel vs Iran Meluas, Negara-Negara Teluk Terjepit di Antara Eskalasi dan Netralitas

Perang AS–Israel vs Iran Meluas, Negara-Negara Teluk Terjepit di Antara Eskalasi dan Netralitas

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 314
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Duasatunews.com) – Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meluas ke kawasan Teluk setelah Iran meluncurkan serangan balasan ke sejumlah kota besar. Rudal dan drone menghantam pusat ekonomi dan transportasi, mengguncang stabilitas kawasan yang selama ini relatif aman dari konflik terbuka.

Serangan tersebut menempatkan negara-negara Teluk pada posisi sulit. Mereka harus memilih antara membalas dan berisiko terseret perang regional, atau menahan diri meski wilayah dan warga mereka ikut terdampak.

Seruan Penahanan Diri dari Dalam Kawasan

Sejumlah tokoh kawasan mendesak negara-negara Teluk agar tidak terlibat langsung dalam konflik. Mantan Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani, menegaskan negara-negara Teluk tidak boleh masuk konfrontasi terbuka dengan Iran.

Ia menilai bentrokan langsung hanya akan menguras sumber daya kawasan dan membuka peluang intervensi kekuatan eksternal. Menurutnya, negara-negara Teluk harus bertindak secara kolektif agar tidak menghadapi tekanan dan serangan secara terpisah.

Pandangan ini mencerminkan sentimen luas di kawasan bahwa konflik tersebut bukan perang milik negara-negara Teluk.

Serangan dan Balasan yang Menyasar Kawasan Teluk

Iran melancarkan serangan sebagai balasan atas operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayahnya. Operasi tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer senior, serta menghantam fasilitas pemerintahan dan sipil.

Sebagai respons, Iran menargetkan Israel dan aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Namun, rudal dan puing-puing yang berhasil dicegat tetap menghantam kota-kota besar seperti Dubai, Manama, Doha, dan wilayah sekitar Riyadh.

Serangan itu menewaskan warga sipil dan melukai puluhan orang di beberapa negara Teluk, sekaligus meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi lanjutan.

Upaya Diplomasi yang Gagal Meredam Konflik

Sebelum perang meluas, negara-negara Teluk berupaya menahan eskalasi melalui jalur diplomasi. Oman memediasi perundingan tidak langsung antara Washington dan Teheran dan menyatakan kesepakatan terkait isu nuklir hampir tercapai.

Namun, serangan militer terjadi hanya beberapa jam kemudian. Perkembangan ini memupus harapan kawasan untuk mencegah konflik terbuka dan memperdalam rasa frustrasi para pemimpin Teluk terhadap arah eskalasi.

Para analis menilai pemerintah Teluk kini menghadapi dilema serius. Keterlibatan langsung berisiko merusak legitimasi di mata publik karena dianggap berpihak pada Israel. Sebaliknya, sikap pasif dapat menimbulkan kesan gagal melindungi kedaulatan dan keselamatan warga.

Sebagian pengamat memperkirakan negara-negara Teluk akan memilih langkah kolektif melalui mekanisme regional ketimbang membuka wilayah udara atau fasilitas militer bagi operasi asing.

Ancaman Infrastruktur dan Dampak Global

Ancaman terbesar saat ini mengarah pada infrastruktur vital seperti listrik, fasilitas desalinasi air, dan instalasi energi. Gangguan pada sektor tersebut dapat melumpuhkan kehidupan di kawasan yang bergantung pada sistem pendingin dan air olahan.

Selain itu, eskalasi di Teluk berpotensi mengguncang pasokan energi dunia dan memicu lonjakan harga minyak global.

Pengamat menilai konflik ini menandai pergeseran besar dinamika keamanan kawasan. Jika sebelumnya Timur Tengah didominasi perang proksi dan aktor non-negara, kini konflik terbuka antarnegara kembali mencuat.

Dengan ruang netralitas yang semakin menyempit, negara-negara Teluk kini menghitung ulang langkah mereka. Arah konflik berikutnya akan bergantung pada apakah jalur de-eskalasi masih terbuka, atau justru tertutup oleh eskalasi militer yang terus berlanjut.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Wakil Ketua GPPAD dalam forum pengentasan kemiskinan global di Beijing China

    Indonesia Dipercaya Jadi Wakil Ketua Aliansi Global Pengentasan Kemiskinan Bentukan China

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 38
    • 2Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Indonesia resmi menjadi Wakil Ketua Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan atau Global Partnership for Poverty Alleviation and Development (GPPAD). China menggagas forum internasional tersebut untuk memperkuat kerja sama pengentasan kemiskinan dunia. Penetapan itu berlangsung dalam rapat perdana komite GPPAD di Beijing, Rabu. Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia […]

  • Bareskrim Polri menangkap empat WNA China dalam kasus tambang ilegal Papua di kawasan hutan

    Bareskrim dan Kemenhut Tangkap 4 WNA China Diduga Terlibat Tambang Ilegal di Hutan Papua

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 95
    • 9Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Kasus tambang ilegal Papua kembali menjadi perhatian aparat penegak hukum. Bareskrim Polri bersama PPNS Kementerian Kehutanan menangkap empat warga negara asing asal China yang diduga menjalankan aktivitas pertambangan tanpa izin di kawasan hutan Papua. Operasi penindakan berlangsung sejak 22 hingga 26 Mei 2026 di wilayah hukum Polda Papua. Empat WNA yang diamankan berinisial […]

  • Layanan helpdesk QR code BBM Jatim Pertamina membantu masyarakat melakukan pendataan dan verifikasi subsidi BBM

    QR Code BBM Jatim Diperkuat, Pertamina Pastikan Subsidi Tepat Sasaran

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 139
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) — Pertamina Patra Niaga memperkuat QR code BBM Jatim untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran. Kebijakan ini berfokus pada pembaruan data kendaraan, kemudahan akses masyarakat, serta pengawasan transaksi secara ketat. Optimalisasi QR Code BBM Jatim dalam Distribusi Pertamina mengoptimalkan penggunaan QR code BBM Jatim sebagai sistem utama dalam pengendalian distribusi subsidi energi. Perusahaan […]

  • HP Pimpinan KPK Disorot, MAKI Minta Dibuka Terkait Yaqut

    HP Pimpinan KPK Disorot, MAKI Minta Dibuka Terkait Yaqut

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 300
    • 4Komentar

    Jakarta,(dmuasatunews.com)//HP pimpinan KPK jadi sorotan setelah Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, mendesak Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa ponsel para pimpinan. Ia menyampaikan usulan tersebut saat menjalani klarifikasi terkait polemik penahanan Yaqut Cholil Qoumas. Menurut Boyamin, pembukaan data komunikasi pimpinan penting untuk memastikan tidak ada intervensi dalam pengambilan keputusan. Selain itu, transparansi dinilai penting agar […]

  • Pesawat Smart Air Jatuh di Nabire, Seluru Penumpang Selamat

    Pesawat Smart Air Jatuh di Nabire, Seluru Penumpang Selamat

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 201
    • 0Komentar

    jakarta, duasatunews.com – Smart Air jatuh Nabire saat melayani penerbangan perintis rute Nabire–Kaimana, Papua Barat, Selasa (27/1/2026). Insiden itu terjadi di perairan Pantai Nabire, Papua Tengah. Meski insiden berlangsung di laut, seluruh penumpang dan kru berhasil menyelamatkan diri. Pesawat jenis Cessna Grand Caravan dengan nomor registrasi PK-SNS membawa 15 orang, terdiri atas penumpang dan kru. […]

  • Puskom kecam IAI terkait dugaan tekanan korban kekerasan seksual

    Enggan berdamai, kampus tagih uang KIP ke korban dugaan kekerasan seksual

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Pusat Studi Konstitusi Indonesia atau Puskom Indonesia mengecam keras langkah pihak IAI Rawa Aopa yang dinilai tidak berpihak kepada korban kekerasan seksual. Alih-alih memberikan perlindungan dan pendampingan, pihak kampus justru diduga menekan korban yang mengundurkan diri akibat trauma setelah mengalami kekerasan seksual. Kecaman itu disampaikan setelah beredar surat dari pihak kampus yang […]

expand_less