Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Selat Hormuz Iran Tetap Terbuka untuk Dunia, Ditutup bagi Musuh

Selat Hormuz Iran Tetap Terbuka untuk Dunia, Ditutup bagi Musuh

  • account_circle adrian moita
  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
  • visibility 244
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Istanbul (duasatunews.com) – Selat Hormuz Iran kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya konflik kawasan. Pemerintah Iran menegaskan bahwa jalur strategis tersebut tetap terbuka untuk pelayaran internasional. Namun, Iran akan menutup akses bagi pihak yang mereka anggap sebagai musuh.

Penasihat pemimpin tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, menegaskan bahwa negaranya mengendalikan arah konflik. Ia menilai klaim pihak lawan tidak realistis dan tidak akan menentukan hasil akhir.

“Perang akan berakhir melalui strategi Iran, bukan ilusi para agresor,” tulisnya di X.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa kemampuan militer Iran melemah. Ia menyebut Iran hanya memiliki sedikit peluncur rudal. Ia juga menilai kapasitas serangan drone dan rudal menurun drastis.

Trump memperkirakan konflik masih berlangsung dua hingga tiga pekan. Meski demikian, ia melihat tanda-tanda bahwa situasi mulai mendekati akhir.

Peran Strategis Selat Hormuz Iran

Selat Hormuz memegang peran penting dalam distribusi energi global. Jalur ini menjadi rute utama pengiriman minyak ke Asia. Karena itu, stabilitas kawasan sangat memengaruhi harga energi dunia.

Selain minyak mentah, jalur ini juga menjadi rute penting bagi gas alam cair (LNG). Banyak negara Asia sangat bergantung pada pasokan energi yang melewati Selat Hormuz Iran. Gangguan kecil saja dapat langsung memicu volatilitas harga di pasar global.

Iran terus menjaga jalur tersebut tetap beroperasi. Teheran mengizinkan kapal dari negara sahabat melintas. Namun, Iran membatasi akses bagi pihak yang berseberangan.

Ketegangan meningkat sejak 28 Februari. Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran pada tanggal tersebut. Serangan itu menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Ali Khamenei.

Iran kemudian merespons dengan serangan balasan menggunakan drone dan rudal. Iran menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara Teluk yang menampung aset militer AS. Serangan itu menyebabkan korban jiwa, merusak infrastruktur, dan mengganggu pasar global serta penerbangan.

Dampak Global dan Risiko Energi

Situasi di Selat Hormuz Iran tidak hanya berdampak regional. Gangguan di jalur ini dapat memicu lonjakan harga minyak dunia. Selain itu, ketidakpastian juga memengaruhi pasar keuangan dan sektor transportasi internasional.

Perusahaan energi dan pelayaran kini meningkatkan kewaspadaan. Beberapa operator bahkan menyesuaikan rute dan biaya asuransi karena risiko keamanan yang meningkat. Kondisi ini menambah tekanan pada rantai pasok global.

Banyak negara kini memantau perkembangan dengan cermat. Stabilitas Selat Hormuz Iran menjadi kunci bagi kelancaran pasokan energi global.

Sumber: Anadolu

  • Penulis: adrian moita
  • Editor: Nur Wayda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemburu Masa Depan Pemuda 21 dalam kegiatan Bina Akrab tahun 2023

    PEMBURU MASA DEPAN

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 926
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Pertama, saya menghirup udara di dalam pesawat dengan jantung berdebar. Sejak saat itu, saya menyadari perjalanan ini masih panjang. Oleh karena itu, saya bersiap menghadapi proses dan dinamika yang berliku. Ketika ombak mengguncang bahtera kehidupan yang memuat jutaan manusia, maka pendidikan hadir sebagai nahkoda penunjuk arah keselamatan. Mimpi, Proses, dan Seleksi Alam […]

  • ott lsm st nikel saat penangkapan di kendari

    OTT LSM atau Skenario? HMI Desak Bongkar Peran Perusahaan dan Aparat

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Jakarta, (Duasatunews.com) — Kepolisian melalui Polresta Kendari menangkap sejumlah oknum LSM dalam operasi tangkap tangan (OTT). Kasus ini terkait dugaan pemerasan yang menyeret PT ST Nikel Resource di Konawe. Kasus tersebut langsung memicu perhatian publik. Selain itu, banyak pihak meminta aparat mengusut perkara ini secara terbuka dan menyeluruh. Desakan Transparansi Penanganan Kasus Sekretaris Jenderal PTKP […]

  • “Pemerintah terbuka terhadap kritik saat Dudung Abdurachman memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan”

    KSP Bantah Ada Intimidasi, Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Publik

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 214
    • 1Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan pemerintah membuka ruang kritik dan masukan dari masyarakat. Ia menyampaikan pernyataan itu untuk merespons isu dugaan intimidasi terhadap kelompok masyarakat sipil yang kritis terhadap pemerintah. Di Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu, Dudung mengatakan Presiden Prabowo Subianto mendorong masyarakat agar berani menyampaikan pendapat secara terbuka. Selain itu, […]

  • Logo resmi Piala Dunia FIFA 2026

    Piala Dunia FIFA 2026 Buka Era Baru Sepak Bola Dunia

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 669
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Dunia sepak bola memasuki era baru seiring mendekatnya Piala Dunia FIFA 2026. Untuk pertama kalinya, turnamen ini menghadirkan 48 tim nasional dan tiga negara tuan rumah. Dengan skala tersebut, edisi 2026 tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia. FIFA menjadwalkan turnamen berlangsung pada 12 Juni hingga 19 Juli 2026. Amerika Serikat, […]

  • data bansos tidak tepat sasaran berdasarkan BPS 2026

    Data Bansos Tidak Tepat Sasaran: BPS Temukan 11.014 KPM

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Data bansos tidak tepat sasaran menjadi sorotan setelah Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan 11.014 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tidak lagi layak menerima bantuan sosial. Temuan ini berasal dari pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) 2026. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa temuan tersebut masuk kategori inclusion error. Artinya, penerima […]

  • sejarah mata uang Islam dinar emas Bizantium pada masa awal Islam

    Jejak Sejarah Mata Uang Islam: Dari Koin Asing hingga Simbol Kedaulatan Peradaban

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 331
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Dinar dan dirham membentuk fondasi ekonomi Islam jauh sebelum dunia mengenal uang kertas. Sejak awal, emas dan perak mendorong perdagangan lintas benua yang menghubungkan Timur Tengah, Asia, dan Eropa. Pada masa awal Islam, umat Muslim belum memiliki mata uang resmi. Karena itu, masyarakat melakukan transaksi ekonomi melalui barter dan pertukaran komoditas. Para […]

expand_less