Densus 88 Tangkap JAD di Sulteng, 8 Terduga Teroris Dibekuk dalam Operasi Dini Hari
- account_circle Retanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Densus 88 tangkap JAD: Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana menyampaikan keterangan dalam konferensi pers terkait penanganan terorisme di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (Duasatunews.com)-Densus 88 tangkap JAD dalam operasi dini hari di Sulawesi Tengah. Aparat mengamankan delapan terduga yang diduga terafiliasi dengan jaringan ekstrem global ISIS. Selain itu, langkah ini menegaskan komitmen aparat dalam menjaga keamanan nasional.
Kronologi Operasi Penangkapan
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggelar operasi pada Rabu pukul 01.30 hingga 03.30 WITA. Selanjutnya, petugas bergerak cepat di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong.
Aparat menjalankan penindakan secara terukur, sehingga situasi tetap kondusif. Selain itu, petugas meminimalkan gangguan terhadap masyarakat selama operasi berlangsung. Dengan demikian, operasi ini berjalan efektif dan aman
Identitas dan Lokasi Penangkapan
Di Kabupaten Poso, petugas menangkap R (32), AT (29), RP (32), dan ZA (37). Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong, aparat mengamankan A (43), A (46), S (47), dan DP (39).
Selanjutnya, penyidik memeriksa seluruh terduga secara intensif. Dengan langkah ini, aparat berupaya mengungkap peran masing-masing dalam jaringan tersebut.
Dugaan Aktivitas Radikalisme
Dalam kasus Densus 88 tangkap JAD, penyidik menemukan indikasi kuat penyebaran konten radikalisme. Para terduga aktif membagikan gambar, tulisan, dan video propaganda melalui media sosial.
Selain itu, aktivitas tersebut menunjukkan pola penyebaran ideologi ekstrem secara sistematis. Oleh karena itu, aparat meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas digital jaringan ini.
Pengembangan Penyidikan
Penyidik terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. Selain itu, aparat menelusuri kemungkinan keterlibatan para terduga dalam aktivitas lain yang berkaitan dengan terorisme.
Di sisi lain, petugas juga melacak jalur komunikasi serta sumber pendanaan jaringan. Dengan pendekatan ini, aparat dapat memetakan struktur jaringan secara lebih jelas.
Upaya Menjaga Stabilitas Nasional
Operasi Densus 88 tangkap JAD menjadi langkah strategis dalam menekan penyebaran paham radikal. Selain itu, aparat memperkuat upaya preventif dan represif secara bersamaan.
Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan. Dengan kolaborasi yang kuat, aparat dan masyarakat dapat menjaga stabilitas serta keamanan nasional secara berkelanjutan.
- Penulis: Retanto
- Editor: Wilda
