Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Wamen HAM: Pembangunan Papua Harus Berbasis Etnosains dan Kearifan Lokal

Wamen HAM: Pembangunan Papua Harus Berbasis Etnosains dan Kearifan Lokal

  • account_circle Reski
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 173
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,(duasatunews.com)– Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto mendorong pemerintah menjadikan etnosains sebagai fondasi pembangunan di Papua. Ia menilai pendekatan tersebut mampu menghasilkan kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat adat sekaligus memperkuat penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Pernyataan itu disampaikan Mugiyanto saat menghadiri Konferensi APS ke-3 di Papua Youth Creative Hub (PYCH), Jayapura, Jumat (29/5/2026).

“Papua bukan tanah yang kosong dan bukan sekadar wilayah. Papua adalah ruang hidup bagi ratusan peradaban,” kata Mugiyanto.

Kekayaan Pengetahuan Lokal Papua

Selama ratusan tahun, masyarakat adat Papua mengembangkan berbagai bentuk pengetahuan lokal. Mereka memanfaatkan warisan tersebut untuk mendukung pertanian, kesehatan, pengelolaan sumber daya alam, hingga mitigasi bencana.

Saat ini, sebanyak 301 suku mendiami tujuh wilayah adat di Papua. Selain itu, sekitar 428 bahasa daerah turut memperkaya sistem pengetahuan yang tumbuh di tengah masyarakat.

Keanekaragaman budaya tersebut melahirkan berbagai bentuk etnosains yang tetap bertahan hingga sekarang. Bahkan, generasi tua terus mewariskan pengetahuan itu kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya Papua.

Pembangunan Harus Selaras dengan Kondisi Sosial

Menurut Mugiyanto, sejumlah program pembangunan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat Papua. Sebab, banyak kebijakan masih kurang memperhatikan kondisi sosial dan budaya setempat.

Di beberapa wilayah, pembangunan infrastruktur mengurangi luas lahan produktif milik warga. Sementara itu, sebagian masyarakat masih memilih pengobatan tradisional karena lebih sesuai dengan kebiasaan dan nilai budaya yang mereka pegang.

Karena itu, pemerintah perlu memahami pola hidup masyarakat sebelum menjalankan berbagai program pembangunan. Dengan demikian, kebijakan yang diterapkan dapat berjalan lebih efektif dan mendapat dukungan warga.

Etnosains Hadirkan Solusi Pembangunan

Berbagai komunitas adat telah membuktikan manfaat etnosains dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, Suku Dani mengembangkan sistem irigasi ukluk untuk mendukung pertanian. Selain itu, masyarakat Asmat dan Marind mengelola sagu secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Suku Biak menerapkan hukum adat Manarmeri untuk menjaga kelestarian sumber daya laut. Pengalaman panjang dalam mengelola lingkungan kemudian membentuk praktik-praktik yang relevan hingga saat ini.

Atas dasar itu, etnosains lokal dapat menjadi sumber solusi pembangunan yang efektif, murah, dan mudah diterima masyarakat.

“Ini bukan pengetahuan kuno. Ini adalah data empiris yang telah diuji selama ratusan tahun. Ketika kita mengabaikannya, kita membuang solusi yang murah, efektif, dan diterima masyarakat,” ujarnya.

Perkuat HAM dan Kepercayaan Publik

Selain mendukung pembangunan, etnosains juga berperan dalam pemenuhan hak asasi manusia. Konstitusi menjamin hak masyarakat untuk menjaga budaya serta berpartisipasi dalam pembangunan.

Lebih lanjut, Mugiyanto menilai pendekatan yang menghargai kearifan lokal mampu memperkuat kohesi sosial. Pendekatan tersebut juga dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap program pemerintah.

Pada akhir kegiatan, ia berharap konferensi itu menghasilkan rekomendasi konkret bagi pemerintah daerah. Selanjutnya, rekomendasi tersebut dapat masuk ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Oleh sebab itu, pembangunan Papua harus merayakan keberagaman dan memanfaatkan inovasi yang tumbuh dari tanah, hutan, dan laut Papua sendiri,” tutupnya.

  • Penulis: Reski
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda NTB Tetapkan Dua Tersangka Tambang Emas Ilegal di Sekotong

    Polda NTB Tetapkan Dua Tersangka Tambang Emas Ilegal di Sekotong

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 548
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Aktivitas tambang emas ilegal di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, kembali menyedot perhatian publik. Selain itu, praktik tersebut mengancam lingkungan dan kawasan wisata. Akibatnya, warga menghadapi risiko konflik sosial yang berulang. Sebelumnya, ketegangan sempat memuncak pada Agustus 2024. Saat itu, massa membakar lokasi tambang di Desa Batu Montor. Peristiwa tersebut menandai puncak keresahan […]

  • Barcelona Juara Supercopa 2026 Usai Kalahkan Real Madrid 3–2

    Barcelona Juara Supercopa 2026 Usai Kalahkan Real Madrid 3–2

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 620
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Barcelona juara Supercopa 2026 setelah menundukkan Real Madrid dengan skor 3–2 pada laga final El Clásico yang berlangsung di King Abdullah Sports City Stadium, Arab Saudi. Dengan kemenangan tersebut, FC Barcelona kembali menegaskan dominasinya di ajang Supercopa de España. Selain itu, hasil ini memastikan Barcelona mempertahankan gelar untuk dua musim berturut-turut. Sekaligus, […]

  • jet tempur KF-21 Indonesia uji terbang

    Jet Tempur KF-21 Indonesia, Korsel Siap Kirim 16 Unit

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Seoul, (duasatunews.com) – Jet tempur KF-21 Indonesia menjadi sorotan setelah Korea Selatan menyiapkan rencana ekspor 16 unit KF-21 Boramae ke Indonesia. Rencana ini akan berjalan jika kedua negara mencapai kesepakatan resmi dalam waktu dekat. Pembahasan akan berlangsung saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada akhir Maret hingga awal April. Selain itu, kedua pihak […]

  • Presiden Prabowo Hadir di Tengah Warga Terdampak Bencana, Pastikan Pemulihan Berjalan Cepat

    Presiden Prabowo Hadir di Tengah Warga Terdampak Bencana, Pastikan Pemulihan Berjalan Cepat

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 559
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Kunjungan Presiden Prabowo dilakukan untuk memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, turun langsung ke sejumlah daerah terdampak guna melihat kondisi masyarakat serta kesiapan pemerintah di lapangan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan hal tersebut dalam keterangan pers di Pangkalan TNI AU Soewondo, Kota […]

  • demo Kaltim 21 April di Kantor Gubernur Samarinda diikuti mahasiswa dan masyarakat membawa bendera organisasi

    Ribuan Massa Demo di Samarinda, Desak Evaluasi Kebijakan hingga Isu Dugaan KKN Menguat

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 211
    • 1Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//Demo Kaltim 21 April berlanjut ke Kantor Gubernur Kalimantan Timur setelah ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat lebih dulu menggelar aksi di gedung DPRD Kaltim, Selasa (21/4/2026). Sekitar pukul 13.00 Wita, massa bergerak dari DPRD menuju Kantor Gubernur. Mereka melanjutkan aksi dengan orasi terbuka dan menyampaikan tuntutan secara langsung. Massa tetap bertahan hingga sore hari untuk […]

  • pembelajaran sekolah terdampak bencana di Indonesia

    Kemendikdasmen Terbitkan Kebijakan Pembelajaran bagi Sekolah Terdampak Bencana

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 416
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Bencana alam kerap mengganggu proses belajar ribuan siswa di berbagai daerah. Sekolah rusak, akses terputus, dan kondisi psikologis anak terdampak. Dalam situasi ini, negara wajib memastikan hak pendidikan tetap berjalan secara aman. Tanpa kebijakan yang jelas, penanganan pendidikan saat bencana sering bergantung pada inisiatif daerah. Akibatnya, layanan belajar tidak merata dan rawan terhenti. […]

expand_less