Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » 2 Kabupaten di Sumatera Utara Nyatakan Tak Sanggup Tangani Bencana Banjir, Presiden Prabowo: Negara Kita Kuat untuk Mengatasi Ini

2 Kabupaten di Sumatera Utara Nyatakan Tak Sanggup Tangani Bencana Banjir, Presiden Prabowo: Negara Kita Kuat untuk Mengatasi Ini

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • visibility 420
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMATERA UTARA, Duasatunews.com – Sejumlah pemerintah daerah di Sumatera secara terbuka mengakui keterbatasan mereka dalam menangani bencana banjir. Kondisi tersebut langsung memicu perhatian publik nasional karena dampaknya meluas dan berulang.

Dalam beberapa pekan terakhir, curah hujan tinggi terus mengguyur wilayah Sumatera. Akibatnya, banjir merendam permukiman warga dan memutus akses transportasi. Selain itu, aktivitas ekonomi masyarakat ikut terhenti.

Pidie Jaya Nyatakan Ketidaksanggupan Resmi

Salah satu daerah yang lebih dulu bersikap terbuka ialah Pidie Jaya. Bupati Sibral Malasyi menandatangani Surat Ketidaksanggupan Penanganan Bencana Alam tertanggal 25 November 2025.

Melalui surat tersebut, pemerintah kabupaten menjelaskan tingkat kerusakan yang tergolong berat. Banjir merusak rumah warga, infrastruktur jalan, serta fasilitas umum. Sementara itu, layanan publik tidak berjalan optimal.

Di sisi lain, keterbatasan anggaran dan peralatan mempersempit ruang gerak pemerintah daerah. Oleh karena itu, penanganan darurat tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Pemkab Minta Bantuan Pemerintah Provinsi

Sebagai langkah lanjutan, Bupati Pidie Jaya mengirim surat resmi kepada Pemerintah Provinsi Aceh. Permintaan tersebut menekankan perlunya dukungan cepat dari tingkat provinsi.

Selain bantuan logistik, pemerintah kabupaten juga meminta dukungan pemulihan pascabencana. Dengan demikian, perbaikan infrastruktur dan pelayanan publik dapat segera berjalan.

Banjir Juga Meluas di Daerah Lain

Tidak hanya Pidie Jaya, banjir turut melanda sejumlah wilayah lain di Sumatera. Di beberapa daerah, hujan deras memicu luapan sungai dan genangan luas.

Akibat kondisi tersebut, ribuan rumah warga terdampak. Bahkan, sejumlah jalur transportasi terputus sehingga distribusi barang terganggu. Pada akhirnya, aktivitas ekonomi masyarakat melemah.

Presiden Tegaskan Negara Tidak Abai

Menanggapi situasi itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan tegas. Ia menegaskan bahwa negara tidak akan membiarkan rakyat menghadapi bencana sendirian.

Menurut Presiden, keterbatasan daerah bukan alasan untuk menunda bantuan. “Jika daerah tidak sanggup, negara hadir. Itulah fungsi negara,” tegasnya.

BNPB dan Kementerian Diminta Bergerak

Selanjutnya, Presiden menginstruksikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk segera turun ke lapangan. BNPB diminta mengirim bantuan logistik dan mengerahkan personel.

Di saat yang sama, pemerintah pusat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Koordinasi lintas kementerian pun terus diperkuat.

Cermin Lemahnya Kapasitas Daerah

Secara lebih luas, pernyataan ketidaksanggupan kepala daerah mencerminkan tantangan serius. Kapasitas daerah masih belum seimbang dengan risiko bencana yang meningkat.

Terlebih lagi, perubahan iklim memperparah intensitas bencana hidrometeorologi. Oleh sebab itu, penguatan kesiapsiagaan daerah menjadi kebutuhan mendesak.

Keselamatan Rakyat Tetap Prioritas

Pada akhirnya, pemerintah pusat memastikan keselamatan rakyat tetap menjadi prioritas utama. Penanganan bencana akan berlangsung secara terkoordinasi hingga kondisi benar-benar pulih.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiongkok Resmi Tetapkan Aturan Baru Soal Chip

    Tiongkok Resmi Tetapkan Aturan Baru Soal Chip

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Afs
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Peralatan semikonduktor lokal China kini menjadi syarat utama pembangunan dan ekspansi pabrik chip. Pemerintah China mewajibkan produsen menggunakan sedikitnya 50 persen peralatan buatan dalam negeri melalui proses perizinan manufaktur. Otoritas menjalankan kebijakan ini tanpa pengumuman resmi. Langkah tersebut memperkuat strategi Beijing untuk menekan ketergantungan impor dan mempercepat kemandirian teknologi nasional di sektor […]

  • Peran Anton Timbang untuk generasi muda bersama mahasiswa Sulawesi Tenggara dalam mendukung pembangunan daerah

    Mahasiswa Asal Sultra Dukung Peran Nyata Anton Timbang dalam Mendorong Generasi Muda

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) — Dukungan terhadap peran tokoh daerah dalam pengembangan generasi muda terus menguat. Sejumlah mahasiswa dan tokoh pemuda menilai Anton Timbang menunjukkan kepedulian nyata terhadap masa depan generasi muda di Sulawesi Tenggara (Sultra). Rahman, mahasiswa asal Sultra, menilai Anton Timbang konsisten mendorong pemberdayaan pemuda. Ia menyebut dukungan itu terlihat dalam program pendidikan dan kegiatan […]

  • Mendagri Tito Karnavian menjelaskan WFH ASN pemda

    WFH ASN Pemda Diatur Mendagri Lewat SE Terbaru

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – WFH ASN pemda kini menjadi kebijakan resmi Kementerian Dalam Negeri. Melalui kebijakan ini, pemerintah mendorong sistem kerja yang lebih fleksibel sekaligus mempercepat digitalisasi layanan publik. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 800.1.5/3349/SJ. Dalam aturan tersebut, pemerintah menggabungkan pola kerja dari kantor (WFO) dan kerja dari rumah (WFH) […]

  • Iman Rachman BEI Mundur Usai IHSG Anjlok Dua Hari

    Iman Rachman BEI Mundur Usai IHSG Anjlok Dua Hari

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Iman Rachman BEI mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia pada Jumat (30/1/2026). Ia mengambil langkah tersebut setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah signifikan selama dua hari berturut-turut dan menekan kepercayaan pasar. Iman menyampaikan keputusan tersebut secara langsung dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan. Ia […]

  • Trump: PBB Tidak Berguna, Dewan Perdamaian Gaza Dinilai Bisa Gantikan Perannya

    Trump: PBB Tidak Berguna, Dewan Perdamaian Gaza Dinilai Bisa Gantikan Perannya

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Jakarta|duasatunews.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu polemik global. Ia menyatakan secara terbuka bahwa Trump nilai PBB tidak berguna dan membuka peluang pengalihan peran organisasi dunia tersebut kepada Dewan Perdamaian (Board of Peace) untuk mengawasi Jalur Gaza pascaperang. Trump Tegaskan Kritik terhadap PBB Trump menyampaikan pernyataan itu langsung kepada wartawan pada Selasa (20/1). […]

  • 54 juta warga miskin belum terima BPJS PBI dalam rapat DPR RI

    Warga Miskin BPJS PBI Masih Banyak yang Belum Terdata

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — warga miskin BPJS PBI masih banyak yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan jaminan kesehatan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan, sebanyak 54 juta warga miskin dan rentan belum menerima kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) sepanjang 2025. Kelompok tersebut berasal dari Desil 1 hingga 5 yang seharusnya menjadi prioritas utama perlindungan jaminan […]

expand_less