Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » 2 Kabupaten di Sumatera Utara Nyatakan Tak Sanggup Tangani Bencana Banjir, Presiden Prabowo: Negara Kita Kuat untuk Mengatasi Ini

2 Kabupaten di Sumatera Utara Nyatakan Tak Sanggup Tangani Bencana Banjir, Presiden Prabowo: Negara Kita Kuat untuk Mengatasi Ini

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • visibility 625
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMATERA UTARA, Duasatunews.com – Sejumlah pemerintah daerah di Sumatera secara terbuka mengakui keterbatasan mereka dalam menangani bencana banjir. Kondisi tersebut langsung memicu perhatian publik nasional karena dampaknya meluas dan berulang.

Dalam beberapa pekan terakhir, curah hujan tinggi terus mengguyur wilayah Sumatera. Akibatnya, banjir merendam permukiman warga dan memutus akses transportasi. Selain itu, aktivitas ekonomi masyarakat ikut terhenti.

Pidie Jaya Nyatakan Ketidaksanggupan Resmi

Salah satu daerah yang lebih dulu bersikap terbuka ialah Pidie Jaya. Bupati Sibral Malasyi menandatangani Surat Ketidaksanggupan Penanganan Bencana Alam tertanggal 25 November 2025.

Melalui surat tersebut, pemerintah kabupaten menjelaskan tingkat kerusakan yang tergolong berat. Banjir merusak rumah warga, infrastruktur jalan, serta fasilitas umum. Sementara itu, layanan publik tidak berjalan optimal.

Di sisi lain, keterbatasan anggaran dan peralatan mempersempit ruang gerak pemerintah daerah. Oleh karena itu, penanganan darurat tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Pemkab Minta Bantuan Pemerintah Provinsi

Sebagai langkah lanjutan, Bupati Pidie Jaya mengirim surat resmi kepada Pemerintah Provinsi Aceh. Permintaan tersebut menekankan perlunya dukungan cepat dari tingkat provinsi.

Selain bantuan logistik, pemerintah kabupaten juga meminta dukungan pemulihan pascabencana. Dengan demikian, perbaikan infrastruktur dan pelayanan publik dapat segera berjalan.

Banjir Juga Meluas di Daerah Lain

Tidak hanya Pidie Jaya, banjir turut melanda sejumlah wilayah lain di Sumatera. Di beberapa daerah, hujan deras memicu luapan sungai dan genangan luas.

Akibat kondisi tersebut, ribuan rumah warga terdampak. Bahkan, sejumlah jalur transportasi terputus sehingga distribusi barang terganggu. Pada akhirnya, aktivitas ekonomi masyarakat melemah.

Presiden Tegaskan Negara Tidak Abai

Menanggapi situasi itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan tegas. Ia menegaskan bahwa negara tidak akan membiarkan rakyat menghadapi bencana sendirian.

Menurut Presiden, keterbatasan daerah bukan alasan untuk menunda bantuan. “Jika daerah tidak sanggup, negara hadir. Itulah fungsi negara,” tegasnya.

BNPB dan Kementerian Diminta Bergerak

Selanjutnya, Presiden menginstruksikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk segera turun ke lapangan. BNPB diminta mengirim bantuan logistik dan mengerahkan personel.

Di saat yang sama, pemerintah pusat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Koordinasi lintas kementerian pun terus diperkuat.

Cermin Lemahnya Kapasitas Daerah

Secara lebih luas, pernyataan ketidaksanggupan kepala daerah mencerminkan tantangan serius. Kapasitas daerah masih belum seimbang dengan risiko bencana yang meningkat.

Terlebih lagi, perubahan iklim memperparah intensitas bencana hidrometeorologi. Oleh sebab itu, penguatan kesiapsiagaan daerah menjadi kebutuhan mendesak.

Keselamatan Rakyat Tetap Prioritas

Pada akhirnya, pemerintah pusat memastikan keselamatan rakyat tetap menjadi prioritas utama. Penanganan bencana akan berlangsung secara terkoordinasi hingga kondisi benar-benar pulih.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa Tahuna Sulawesi Utara M 5,3 berdasarkan data BMKG

    Gempa Tahuna Sulawesi Utara Guncang Sangihe M 5,3

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,3 mengguncang wilayah Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Kamis (25/6/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 11.03 WIB. BMKG menempatkan pusat gempa pada koordinat 5,50 Lintang Utara dan 125,07 Bujur Timur. BMKG menjelaskan bahwa pusat gempa berada sekitar 215 kilometer barat laut […]

  • evakuasi penumpang KMP Dharma Ferry VII oleh TNI AL di perairan Surabaya

    Evakuasi Penumpang Ferry di Surabaya, TNI AL Temukan Korban

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Evakuasi penumpang ferry dilakukan tim gabungan setelah seorang penumpang KMP Dharma Ferry VII terjatuh ke laut di jalur Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Rabu (4/3). Tim dari TNI Angkatan Laut bersama Basarnas dan aparat kepolisian segera melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, mengatakan […]

  • Peran Anton Timbang untuk generasi muda bersama mahasiswa Sulawesi Tenggara dalam mendukung pembangunan daerah

    Mahasiswa Asal Sultra Dukung Peran Nyata Anton Timbang dalam Mendorong Generasi Muda

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) — Dukungan terhadap peran tokoh daerah dalam pengembangan generasi muda terus menguat. Sejumlah mahasiswa dan tokoh pemuda menilai Anton Timbang menunjukkan kepedulian nyata terhadap masa depan generasi muda di Sulawesi Tenggara (Sultra). Rahman, mahasiswa asal Sultra, menilai Anton Timbang konsisten mendorong pemberdayaan pemuda. Ia menyebut dukungan itu terlihat dalam program pendidikan dan kegiatan […]

  • Menambang Dalam Kawasan Hutan Tanpa Izin,IMPH Desak Dirjen Minerba Untuk Tidak Mengeluarkan RKAB PT.AMI & PT.AMINDO

    Menambang Dalam Kawasan Hutan Tanpa Izin,IMPH Desak Dirjen Minerba Untuk Tidak Mengeluarkan RKAB PT.AMI & PT.AMINDO

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Senin (12/01/2026) Aksi IMPH di Dirjen Minerba menjadi sorotan publik setelah Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum menggelar unjuk rasa terkait dugaan tambang ilegal di Sulawesi Tenggara. Pertama, Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum (IMPH) menggelar aksi unjuk rasa. Aksi tersebut berlangsung di kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya […]

  • Sidang praperadilan Gus Yaqut di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

    Kubu Yaqut Sebut Penetapan Tersangka Tanpa Kerugian Negara Seperti Pembunuhan Tanpa Korban

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 348
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) – Tim kuasa hukum mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menolak seluruh jawaban Komisi Pemberantasan Korupsi dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026). Kuasa hukum Yaqut, Mellisa Anggraini, menilai KPK terlalu cepat menetapkan kliennya sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi kuota haji. Ia menyebut penyidik KPK belum menghitung kerugian negara […]

  • Kapal Pesiar Terjebak Timur Tengah Ganggu Operasional

    Kapal Pesiar Timur Tengah Terjebak, 15.000 Wisatawan Dievakuasi

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 332
    • 0Komentar

    DUBAI (duasatunews.com) – Kapal pesiar Timur Tengah terjebak akibat meningkatnya ketegangan di kawasan, sehingga sejumlah kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan dan operator segera mengevakuasi wisatawan dari wilayah berisiko. Situasi ini menjadi perhatian karena berdampak langsung pada jalur pelayaran internasional dan industri pariwisata. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz membuat jalur pelayaran utama tidak aman untuk dilintasi. […]

expand_less