Breaking News
light_mode
Beranda » Sosok » Menolak Lupa: Laksamana Perempuan Pertama di Ujung Pulau Sumatera yang menggemparkan dunia membentuk pasukan Inong Balle Melawan Penjajah

Menolak Lupa: Laksamana Perempuan Pertama di Ujung Pulau Sumatera yang menggemparkan dunia membentuk pasukan Inong Balle Melawan Penjajah

  • account_circle Brian putra
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 539
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com — Sejarah Indonesia mencatat sosok luar biasa bernama Laksamana Malahayati, laksamana perempuan pertama di dunia yang berasal dari Aceh. Pada abad ke-16, saat kekuatan Eropa mulai mencengkeram Nusantara, Malahayati memimpin perlawanan laut secara langsung demi menjaga kedaulatan wilayah Aceh. (06/01/2026)

Perempuan yang Membalik Logika Zaman

Di ujung barat Nusantara, ketika bangsa Eropa memetakan dunia dengan sudut pandang kolonial, Malahayati justru muncul dan menentang logika zamannya. Ia tidak hidup di balik istana, tetapi berdiri di geladak kapal sebagai panglima laut yang memegang komando penuh atas armada perang Aceh.

Melalui kepemimpinannya, Malahayati menantang dominasi kolonial dan patriarki sekaligus. Ia membuktikan bahwa keberanian dan kecakapan, bukan gender, yang menentukan kepemimpinan.

Laut, Darah, dan Kehormatan Aceh

Pada akhir abad ke-16, Kesultanan Aceh Darussalam menjelma sebagai kekuatan maritim utama di Asia Tenggara. Selat Malaka menggerakkan perdagangan dunia, dan Aceh menguasai jalur strategis tersebut.

Portugis dan Belanda datang membawa senjata serta ambisi. Namun, Aceh menghadapi mereka tanpa gentar. Dalam situasi itulah Malahayati memimpin armada laut Aceh, merancang strategi tempur, mengatur diplomasi, dan memimpin perlawanan langsung di laut.

Inong Balee: Dari Duka Menjadi Senjata

Malahayati mengambil langkah berani dengan membentuk Pasukan Inong Balee, pasukan laut yang beranggotakan para janda pejuang Aceh. Mereka kehilangan suami di medan perang, tetapi menolak tunduk pada kesedihan.(https://kebudayaan.kemdikbud.go.id

Di bawah komando Malahayati, pasukan Inong Balee berlatih, berlayar, dan bertempur sebagai kekuatan militer yang disiplin. Malahayati mengubah duka menjadi senjata dan membuktikan peran strategis perempuan dalam perang maritim.

Duel Laut yang Mengubah Sejarah

Pada tahun 1599, armada Belanda yang dipimpin Cornelis de Houtman memasuki perairan Aceh dengan sikap arogan. Mereka menganggap Aceh sebagai wilayah yang mudah ditaklukkan.

Malahayati menyambut mereka dengan perlawanan keras. Ia memimpin langsung pertempuran laut dan menewaskan Cornelis de Houtman dalam duel. Peristiwa itu mengejutkan dunia Barat—seorang perempuan Asia menjatuhkan laksamana Eropa di medan perang.

Pada masa kejayaannya, Kesultanan Aceh Darussalam dikenal sebagai kekuatan maritim besar di Nusantara. Hal ini sejalan dengan catatan sejarah dalam artikel Sejarah Kesultanan Aceh Darussalam yang menegaskan peran Aceh dalam perdagangan dunia.

Perjuangan Laksamana Malahayati juga memperkaya deretan pahlawan perempuan Indonesia yang berperan penting dalam melawan kolonialisme.

Kematian de Houtman memaksa Belanda mengubah sikap. Mereka tidak lagi datang sebagai penakluk, melainkan sebagai pihak yang meminta perundingan damai.

Harga Kesombongan Kolonial

Kematian Cornelis de Houtman meruntuhkan mitos superioritas kolonial Eropa. Belanda harus duduk sejajar dengan Aceh tanpa keunggulan moral maupun militer. Peristiwa ini menandai kemenangan diplomasi dan perlawanan Aceh di tingkat global.

Mengapa Malahayati Harus Diingat

Malahayati tidak hidup sebagai legenda kosong. Arsip kolonial, peta benteng, dan ingatan kolektif Aceh mencatat kiprahnya secara nyata. Ia membuktikan bahwa:

  • Kepemimpinan lahir dari keberanian dan kapasitas

  • Perlawanan Nusantara memiliki dampak internasional

  • Perempuan Indonesia telah merebut peran strategis sejak awal sejarah

Namun, generasi muda sering luput mengenal kisah perjuangannya.

Menolak Lupa, Merawat Sejarah

Kisah Malahayati bukan sekadar catatan masa lalu. Nilai keberanian, kepemimpinan, dan cinta tanah air yang ia wariskan tetap relevan hingga hari ini. Sejarah akan terus hidup selama bangsa ini terus menceritakannya.

Mengingat Malahayati berarti melawan penghapusan sejarah. Ia membuktikan bahwa Nusantara pernah menjadi pusat kekuatan dunia, dan bahwa perempuan tidak menunggu pengakuan—mereka merebutnya melalui perjuangan.

Perjuangan Laksamana Malahayati juga menegaskan peran besar perempuan dalam sejarah Indonesia. Kisahnya melengkapi deretan pahlawan perempuan Indonesia yang berkontribusi nyata dalam melawan penjajahan dan mempertahankan kedaulatan bangsa.

Brian putra

Penulis

Update, Akurat dan Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru gunakan tablet dorong pertumbuhan pasar tablet Indonesia 2026"

    Pasar Tablet Indonesia 2026 Tumbuh Seiring Digitalisasi

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Pasar tablet Indonesia 2026 menunjukkan tren pertumbuhan stabil seiring meningkatnya kebutuhan perangkat digital di berbagai sektor. Pendidikan, kerja jarak jauh, dan aktivitas usaha mikro menjadi pendorong utama kenaikan permintaan. Perkembangan teknologi serta akses internet yang semakin luas mendorong masyarakat memanfaatkan tablet untuk aktivitas produktif. Kini, pengguna tidak hanya mengandalkan perangkat ini untuk […]

  • Aktivitas pertambangan di Sulawesi Tenggara yang merusak lingkungan

    HIPPMA Kendari-Jakarta Menyoroti Kerusakan Lingkungan Kian Masif Akibat Aktivitas Pertambangan Nikel di Sulawesi tenggara

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Tambang Sultra terus memicu persoalan serius bagi lingkungan dan masyarakat. Aktivitas pertambangan yang meluas di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara kini berdampak langsung pada kualitas lingkungan hidup warga. Ketua Umum Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kendari–Jakarta (HIPPMA), Muh. Siswandi, S.H., menilai perusahaan tambang menjalankan ekspansi tanpa pengawasan ketat. Praktik tersebut mempercepat kerusakan lingkungan darat […]

  • harga emas Pegadaian terbaru Antam UBS Galeri24

    Harga Emas Pegadaian Kompak Turun, Antam Sentuh Rp2,866 Juta per Gram

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Harga tiga produk emas batangan di Pegadaian mengalami penurunan pada perdagangan Minggu pagi. Berdasarkan laman Sahabat Pegadaian yang dipantau pukul 06.11 WIB, harga emas UBS, Antam, dan Galeri24 sama-sama bergerak turun dibandingkan hari sebelumnya. Emas Antam tercatat dijual Rp2.866.000 per gram, turun dari Rp2.918.000 pada Sabtu (16/5). Sementara emas UBS turun menjadi Rp2.793.000 dari […]

  • IUP dan Perusakan Hutan di Tengah Pembangunan Nasional

    IUP dan Perusakan Hutan di Tengah Pembangunan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — IUP dan perusakan hutan menjadi persoalan serius di tengah gencarnya narasi pembangunan dan investasi di Indonesia. Saat ini, aktivitas pertambangan terus menggerus hutan yang menopang kehidupan sekaligus menjadi ruang hidup masyarakat. Ironisnya, banyak perusahaan tetap menjalankan aktivitas tersebut dengan dalih Izin Usaha Pertambangan (IUP). Sebagai mahasiswa, saya memandang persoalan ini bukan sekadar […]

  • Pilkada Langsung PDIP, Ganjar Tolak DPRD

    Pilkada Langsung PDIP, Ganjar Tolak DPRD

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 313
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Pilkada langsung PDIP kembali menjadi sikap resmi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam merespons wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD. PDIP menegaskan dukungan terhadap pemilihan langsung oleh rakyat sebagai bentuk kedaulatan demokrasi. Pernyataan ini muncul seiring menguatnya pembahasan wacana Pilkada di tingkat nasional. Sejumlah partai politik mulai menyampaikan pandangan berbeda terkait mekanisme pemilihan […]

  • “Standarisasi kemasan rokok ditolak pekerja dan industri tembakau di Indonesia”

    Standarisasi Kemasan Rokok Ditolak, Pekerja Khawatir PHK Meningkat

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 50
    • 4Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) menolak rencana standarisasi kemasan rokok yang disusun Kementerian Kesehatan. Ketua Umum FSP RTMM-SPSI Henry Wardhana meminta pemerintah mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi dari kebijakan tersebut. Menurut dia, aturan itu dapat memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menambah angka pengangguran. “Kami […]

expand_less