Breaking News
light_mode
Beranda » Sosok » Menolak Lupa: Laksamana Perempuan Pertama di Ujung Pulau Sumatera yang menggemparkan dunia membentuk pasukan Inong Balle Melawan Penjajah

Menolak Lupa: Laksamana Perempuan Pertama di Ujung Pulau Sumatera yang menggemparkan dunia membentuk pasukan Inong Balle Melawan Penjajah

  • account_circle Brian putra
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 835
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com — Sejarah Indonesia mencatat sosok luar biasa bernama Laksamana Malahayati, laksamana perempuan pertama di dunia yang berasal dari Aceh. Pada abad ke-16, saat kekuatan Eropa mulai mencengkeram Nusantara, Malahayati memimpin perlawanan laut secara langsung demi menjaga kedaulatan wilayah Aceh. (06/01/2026)

Perempuan yang Membalik Logika Zaman

Di ujung barat Nusantara, ketika bangsa Eropa memetakan dunia dengan sudut pandang kolonial, Malahayati justru muncul dan menentang logika zamannya. Ia tidak hidup di balik istana, tetapi berdiri di geladak kapal sebagai panglima laut yang memegang komando penuh atas armada perang Aceh.

Melalui kepemimpinannya, Malahayati menantang dominasi kolonial dan patriarki sekaligus. Ia membuktikan bahwa keberanian dan kecakapan, bukan gender, yang menentukan kepemimpinan.

Laut, Darah, dan Kehormatan Aceh

Pada akhir abad ke-16, Kesultanan Aceh Darussalam menjelma sebagai kekuatan maritim utama di Asia Tenggara. Selat Malaka menggerakkan perdagangan dunia, dan Aceh menguasai jalur strategis tersebut.

Portugis dan Belanda datang membawa senjata serta ambisi. Namun, Aceh menghadapi mereka tanpa gentar. Dalam situasi itulah Malahayati memimpin armada laut Aceh, merancang strategi tempur, mengatur diplomasi, dan memimpin perlawanan langsung di laut.

Inong Balee: Dari Duka Menjadi Senjata

Malahayati mengambil langkah berani dengan membentuk Pasukan Inong Balee, pasukan laut yang beranggotakan para janda pejuang Aceh. Mereka kehilangan suami di medan perang, tetapi menolak tunduk pada kesedihan.(https://kebudayaan.kemdikbud.go.id

Di bawah komando Malahayati, pasukan Inong Balee berlatih, berlayar, dan bertempur sebagai kekuatan militer yang disiplin. Malahayati mengubah duka menjadi senjata dan membuktikan peran strategis perempuan dalam perang maritim.

Duel Laut yang Mengubah Sejarah

Pada tahun 1599, armada Belanda yang dipimpin Cornelis de Houtman memasuki perairan Aceh dengan sikap arogan. Mereka menganggap Aceh sebagai wilayah yang mudah ditaklukkan.

Malahayati menyambut mereka dengan perlawanan keras. Ia memimpin langsung pertempuran laut dan menewaskan Cornelis de Houtman dalam duel. Peristiwa itu mengejutkan dunia Barat—seorang perempuan Asia menjatuhkan laksamana Eropa di medan perang.

Pada masa kejayaannya, Kesultanan Aceh Darussalam dikenal sebagai kekuatan maritim besar di Nusantara. Hal ini sejalan dengan catatan sejarah dalam artikel Sejarah Kesultanan Aceh Darussalam yang menegaskan peran Aceh dalam perdagangan dunia.

Perjuangan Laksamana Malahayati juga memperkaya deretan pahlawan perempuan Indonesia yang berperan penting dalam melawan kolonialisme.

Kematian de Houtman memaksa Belanda mengubah sikap. Mereka tidak lagi datang sebagai penakluk, melainkan sebagai pihak yang meminta perundingan damai.

Harga Kesombongan Kolonial

Kematian Cornelis de Houtman meruntuhkan mitos superioritas kolonial Eropa. Belanda harus duduk sejajar dengan Aceh tanpa keunggulan moral maupun militer. Peristiwa ini menandai kemenangan diplomasi dan perlawanan Aceh di tingkat global.

Mengapa Malahayati Harus Diingat

Malahayati tidak hidup sebagai legenda kosong. Arsip kolonial, peta benteng, dan ingatan kolektif Aceh mencatat kiprahnya secara nyata. Ia membuktikan bahwa:

  • Kepemimpinan lahir dari keberanian dan kapasitas

  • Perlawanan Nusantara memiliki dampak internasional

  • Perempuan Indonesia telah merebut peran strategis sejak awal sejarah

Namun, generasi muda sering luput mengenal kisah perjuangannya.

Menolak Lupa, Merawat Sejarah

Kisah Malahayati bukan sekadar catatan masa lalu. Nilai keberanian, kepemimpinan, dan cinta tanah air yang ia wariskan tetap relevan hingga hari ini. Sejarah akan terus hidup selama bangsa ini terus menceritakannya.

Mengingat Malahayati berarti melawan penghapusan sejarah. Ia membuktikan bahwa Nusantara pernah menjadi pusat kekuatan dunia, dan bahwa perempuan tidak menunggu pengakuan—mereka merebutnya melalui perjuangan.

Perjuangan Laksamana Malahayati juga menegaskan peran besar perempuan dalam sejarah Indonesia. Kisahnya melengkapi deretan pahlawan perempuan Indonesia yang berkontribusi nyata dalam melawan penjajahan dan mempertahankan kedaulatan bangsa.

Brian putra

Penulis

Update, Akurat dan Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IAI Rawa Aopa bantah pelecehan melalui konferensi pers tim hukum

    ‎Tim Hukum Dan Ketua Yayasan IAI Rawa Aopa Bantah Tuduhan Dugaan Pelecehan Seksual

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 249
    • 1Komentar

    ‎‎Kendari, (Duasatunews.com) || dugaan pelecehan seksual di IAI Rawa Aopa menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir. Namun, tim hukum Institut Agama Islam Rawa Aopa langsung membantah tuduhan tersebut. Mereka juga menegaskan bahwa kasus ini tidak berkaitan dengan aktivitas kampus. Perwakilan tim hukum, Aminudin, menilai ada upaya penggiringan opini publik. Selain itu, ia menyebut pihak tertentu […]

  • KKJ Sultra Kecam Pernyataan Kadispar Sebut Wartawan “Idiot”

    KKJ Sultra Kecam Pernyataan Kadispar Sebut Wartawan “Idiot”

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Admin 21
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Kendari, (DUASATUNEWS.COM) — Komite Keselamatan Jurnalis Sulawesi Tenggara (KKJ Sultra) mengecam keras pernyataan Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Sultra Ridwan Badalla di akun Tiktok pribadinya @eRBe#bersuara yang menyebut wartawan idiot. KKJ Sultra menilai, sebagai pejabat publik tidak sepantasnya Ridwan Badallah melontarkan ucapan yang merendahkan profesi jurnalis. KKJ. Ucapan yang merendahkan jurnalis merupakan bentuk intimidasi verbal […]

  • Perbedaan cerdas dan bijak dalam kehidupan

    CERDAS DAN BIJAK apa bedanya

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 783
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatnews.com – Kita hidup di era ketika banyak orang menilai kecerdasan dari kecepatan menjawab, bukan dari kedalaman memahami. Banyak orang mengagungkan mereka yang mampu menjelaskan teori kompleks, meskipun penjelasan itu sering berdiri di atas logika yang lemah. Sebaliknya, orang yang memilih diam dan berpikir perlahan justru sering menyimpan kebijaksanaan yang tidak terlihat. Perbedaan Mendasar […]

  • Pelayanan SIM Keliling Jakarta oleh Polda Metro Jaya

    SIM Keliling Jakarta Hari Ini Buka di Duren Sawit dan Kebon Jeruk

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)– Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya membuka layanan SIM Keliling Jakarta di dua wilayah DKI Jakarta pada Minggu. Program ini membantu warga memperpanjang Surat Izin Mengemudi tanpa harus datang ke kantor Satpas. TMC Polda Metro Jaya melalui akun resmi X mengumumkan jadwal layanan mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB. Warga dapat memanfaatkan layanan tersebut […]

  • krisis kemanusiaan Kuba pernyataan Donald Trump

    Krisis Kemanusiaan Kuba, Trump Buka Peluang Kesepakatan dengan Havana

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 486
    • 0Komentar

    JAKARTA, dusatunews.com – Krisis kemanusiaan Kuba kembali menarik perhatian internasional setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan keyakinannya bahwa Washington dan Havana dapat mencapai kesepakatan untuk memperbaiki kondisi di negara tersebut. Trump menyampaikan pernyataan itu kepada wartawan pada Minggu. Trump menilai situasi di Kuba tidak harus berkembang menjadi krisis berkepanjangan apabila kedua pihak membuka ruang […]

  • BSPS Sultra 2026 diluncurkan di Kendari dengan kuota 8.973 bantuan rumah

    Kendari, melakukan peninjauan terhadap penerima bantuan BSPS di Kendari.

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Jakrta,(duasatunews.com) – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meluncurkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) se-Sulawesi Tahun Anggaran 2026 di Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Jumat (29/5/2026). Sulawesi Tenggara menerima 8.973 unit bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan kuota tahun 2025 yang […]

expand_less