Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Kritik PT. GKP Berujung Pada Tindakan Refresif, (Corak-Konkep): Jangan Bungkam Suara Mahasiswa!!

Kritik PT. GKP Berujung Pada Tindakan Refresif, (Corak-Konkep): Jangan Bungkam Suara Mahasiswa!!

  • account_circle Brian putra
  • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
  • visibility 307
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Corong Aspirasi Rakyat (CORAK) Konawe Kepulauan (Konkep) mengecam dugaan tindakan represif yang dilakukan oknum petugas keamanan PT Gema Kreasi Perdana (GKP) terhadap mahasiswa. Insiden itu terjadi saat mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat PT GKP di Tower Panin Bank, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Mahasiswa yang tergabung dalam Konsorsium Mahasiswa dan Pemuda Sulawesi Tenggara (KOMNAS-SULTRA) datang untuk menyampaikan aspirasi. Mereka juga meminta manajemen PT GKP memberikan penjelasan mengenai aktivitas pertambangan di Kabupaten Konawe Kepulauan, termasuk penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026.

CORAK Tolak Aktivitas Pertambangan PT GKP

Ketua Umum DPD CORAK Konkep sekaligus Penanggung Jawab Aksi, Sandi Nayoyan, menegaskan bahwa demonstrasi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap aktivitas pertambangan PT GKP.

Menurut Sandi, kegiatan pertambangan di wilayah kepulauan bertentangan dengan semangat perlindungan pulau-pulau kecil. Ia menilai aktivitas tersebut juga memunculkan persoalan lingkungan yang belum memperoleh penyelesaian.

“Gerakan yang kami lakukan merupakan bentuk penolakan terhadap aktivitas pertambangan PT GKP di Konawe Kepulauan. Kami menilai aktivitas itu bertentangan dengan semangat perlindungan pulau-pulau kecil dan menimbulkan berbagai persoalan lingkungan,” ujar Sandi.

Soroti Putusan Mahkamah Konstitusi

Sandi menjelaskan bahwa Mahkamah Konstitusi telah menerbitkan Putusan Nomor 35/PUU-XXI/2023. Putusan tersebut menolak permohonan uji materi terhadap ketentuan dalam Undang-Undang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (PWP3K) yang diajukan PT GKP.

Ia menilai putusan itu memperkuat perlindungan hukum terhadap pulau-pulau kecil. Karena itu, pemerintah dan perusahaan harus mengutamakan perlindungan lingkungan dalam setiap aktivitas usaha.

Sandi juga mengingatkan bahwa luas daratan Konawe Kepulauan sekitar 876,58 kilometer persegi. Luas tersebut berada di bawah batas 2.000 kilometer persegi yang menjadi salah satu dasar perlindungan pulau kecil dalam regulasi PWP3K.

Minta Penjelasan RKAB Tahun 2026

CORAK turut mempertanyakan penerbitan RKAB Tahun 2026 untuk PT GKP. Menurut organisasi tersebut, informasi mengenai kuota produksi nol belum menjawab seluruh pertanyaan publik.

“Kami meminta perusahaan menjelaskan alasan pengajuan RKAB Tahun 2026 beserta tujuan penggunaannya. Penjelasan yang terbuka akan mencegah munculnya spekulasi di masyarakat,” kata Sandi.

Kecam Dugaan Tindakan Represif

CORAK juga mengecam dugaan tindakan represif terhadap mahasiswa selama aksi berlangsung.

Sandi mengatakan mahasiswa datang secara damai untuk menyampaikan aspirasi. Ia berharap perusahaan membuka ruang dialog dengan peserta aksi.

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Perusahaan seharusnya membuka ruang dialog, bukan membiarkan muncul dugaan tindakan intimidatif terhadap mahasiswa,” ujarnya.

Menurut Sandi, sikap perusahaan yang tidak menemui peserta aksi memperkuat kesan bahwa perusahaan enggan memberikan penjelasan kepada publik.

Desak Aparat Penegak Hukum Bertindak

DPD CORAK Konkep meminta aparat penegak hukum menyelidiki dugaan tindakan represif tersebut. Organisasi itu juga meminta aparat memproses pihak yang terbukti melanggar hukum.

“Kami meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan tindakan represif itu. Setiap warga negara memiliki hak menyampaikan pendapat secara damai sesuai konstitusi,” tegas Sandi.

CORAK Akan Terus Mengawal Persoalan PT GKP

Di akhir pernyataannya, CORAK menegaskan akan terus mengawal aktivitas pertambangan PT GKP di Konawe Kepulauan.

Organisasi tersebut juga mendorong pemerintah mengevaluasi seluruh perizinan perusahaan. Selain itu, CORAK meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap perlindungan lingkungan dan keberlanjutan pulau-pulau kecil.

Brian putra

Penulis

Update, Akurat dan Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agus Jabo Priyono Kembali Terpilih untuk memimpin Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA)

    Agus Jabo Priyono Kembali Terpilih untuk memimpin Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA)

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 1.216
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) kembali menetapkan Agus Jabo Priyono sebagai ketua umum periode 2025–2029. Keputusan tersebut lahir melalui Kongres ke-2 PRIMA yang berlangsung di Jakarta. Kongres ini digelar bertepatan dengan Hari Lahir ke-4 PRIMA pada Minggu, 1 Juni 2025. Dalam momentum tersebut, PRIMA mengusung tema Bersama Prabowo–Gibran Bangun Persatuan Nasional Menuju […]

  • penggerebekan laboratorium sabu Sunter oleh Bea Cukai dan Bareskrim Polri

    Laboratorium Sabu Sunter Dibongkar, 13 Kg Disita

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — laboratorium sabu Sunter dibongkar Bea Cukai bersama Bareskrim Polri melalui operasi gabungan pengungkapan jaringan narkotika internasional di Jakarta Utara. Dalam operasi ini, aparat menyita total 13 kilogram sabu. Pengungkapan tersebut berawal dari pengawasan barang kiriman internasional yang berlangsung selama tiga hari. Selain itu, petugas secara aktif mengembangkan informasi sejak Jumat hingga Minggu, 13–15 […]

  • Rotan Indonesia Jadi Penghubung Budaya Prancis–Indonesia

    Rotan Indonesia Jadi Penghubung Budaya Prancis–Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle adrian
    • visibility 636
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Rotan Indonesia menjadi penghubung budaya antara Prancis dan Indonesia melalui desain dan produk ekonomi kreatif. Direktur Institut Français Indonesia (IFI) Jules Irrmann mengatakan masyarakat Prancis sangat akrab dengan produk rotan. Ia menjelaskan bahwa kursi bistro berbahan rotan menghiasi banyak teras kafe di Prancis. Furnitur tersebut membentuk salah satu citra visual Prancis yang […]

  • Paparan Prabowo di Istana Bahas Energi dan Hilirisasi Nasional

    Paparan Prabowo di Istana Bahas Energi dan Hilirisasi Nasional

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 620
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Paparan Prabowo di Istana menjadi agenda utama dalam pertemuan Presiden dengan para rektor dan guru besar perguruan tinggi negeri maupun swasta di Istana Kepresidenan, Kamis. Prabowo Subianto menjelaskan kondisi energi nasional, arah kebijakan hilirisasi, serta situasi ekonomi dan ketahanan negara. Sorotan Energi dan Hilirisasi Industri Dalam forum tersebut, Presiden memaparkan tantangan global […]

  • Prabowo undang eks presiden di Istana dan dihadiri Joko Widodo

    Prabowo Undang Eks Presiden ke Istana Malam Ini

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 368
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Prabowo undang eks presiden dan wakil presiden ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa malam, 3 Maret 2026. Presiden Prabowo Subianto menjadwalkan pertemuan tersebut pukul 19.30 WIB sebagai forum silaturahmi dan diskusi kebangsaan. Agenda ini mempertemukan para pemimpin lintas periode dalam satu forum resmi. Selain mempererat komunikasi politik, pertemuan tersebut juga membuka ruang […]

  • Sekolah Rakyat Prabowo Dibahas Seskab dan Mensos Gus Ipul

    Sekolah Rakyat Prabowo Dibahas Seskab dan Mensos Gus Ipul

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Sekolah Rakyat Prabowo terus menarik perhatian pemerintah karena berperan strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Oleh karena itu, perhatian terhadap program ini kembali menguat ketika Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (28/1) malam. Berdasarkan unggahan akun Instagram […]

expand_less