Aiptu Sumaryanto Gugur usai Gerebek Narkoba Kalteng
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

enazah Aiptu Sumaryanto ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei, Katingan Tengah, Kalteng. (Foto: iNews.id)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta (duasatunews.com) – Aiptu Sumaryanto Gugur setelah tim gabungan menemukan jenazah personel Polres Katingan itu di Sungai Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah, Minggu (5/7/2026). Polisi sebelumnya melaporkan Aiptu Sumaryanto hilang saat mengikuti operasi penggerebekan bandar narkoba pada Rabu (1/7/2026). Peristiwa Aiptu Sumaryanto Gugur menambah jumlah anggota Polri yang gugur dalam operasi tersebut menjadi tiga orang.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, membenarkan penemuan jenazah Aiptu Sumaryanto. Tim evakuasi kemudian membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
“Telah ditemukan satu jenazah atas nama Aiptu Sumaryanto,” kata Eko di Jakarta.
Ia menjelaskan petugas mengirim jenazah menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara Palangka Raya.
Penemuan tersebut menambah jumlah anggota Polri yang gugur dalam operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei menjadi tiga orang. Dua korban lainnya ialah Aipda Yudhie Perdana Putra dan Bripda Nopandri Ramadhana.
Aiptu Sumaryanto Gugur, Bareskrim Ungkap Kronologi
Eko menjelaskan Satresnarkoba Polres Katingan menerima laporan masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Hasil penyelidikan mengarah kepada target operasi berinisial BIO yang merupakan residivis kasus narkotika.
Polres Katingan kemudian mengerahkan 12 personel. Setibanya di lokasi, komandan operasi membagi personel menjadi dua tim. Tim pertama menangkap target di rumahnya, sedangkan tim kedua bersiaga sebagai unsur pendukung.
Petugas berhasil mengamankan target operasi. Namun, beberapa orang di dalam rumah bersama warga sekitar menyerang petugas menggunakan parang. Massa kemudian terus berdatangan dan melakukan penyerangan dengan senjata tajam serta senjata api rakitan.
Kondisi tersebut memaksa personel menyelamatkan diri sambil meminta bantuan tambahan. Sejumlah anggota berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari serangan massa. Dalam situasi itu, Aiptu Sumaryanto terpisah dari tim hingga akhirnya petugas menemukan jenazahnya beberapa hari kemudian.
Aiptu Sumaryanto Gugur menjadi perhatian serius Bareskrim Polri. Institusi tersebut akan mengevaluasi prosedur operasi pemberantasan narkotika, memperkuat pengamanan personel, serta meningkatkan kesiapan anggota agar dapat menghadapi perlawanan di lapangan dengan lebih baik pada operasi berikutnya.
- Penulis: Adrian Moita
- Editor: Nur Wayda
