Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » KPK dan Kejagung Didesak Periksa Menteri Koperasi Dugaan Korupsi Dana Bergulir LPDB-KUMKM

KPK dan Kejagung Didesak Periksa Menteri Koperasi Dugaan Korupsi Dana Bergulir LPDB-KUMKM

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • visibility 167
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA (duasatunews.com) – Dugaan korupsi Dana Bergulir LPDB-KUMKM kembali menjadi sorotan publik. Forum Demokrasi Rakyat (FDR) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kementerian Koperasi Republik Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026).

Dalam aksi tersebut, massa mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia segera menyelidiki dugaan korupsi dan pungutan liar dalam penyaluran Dana Bergulir LPDB-KUMKM. Massa juga meminta Menteri Koperasi Ferry Juliantono memberikan klarifikasi secara terbuka apabila aparat penegak hukum memerlukannya dalam proses penyelidikan.

FDR menilai Dana Bergulir LPDB-KUMKM menjadi salah satu program strategis pemerintah untuk memperkuat koperasi dan pelaku UMKM. Pemerintah menyalurkan dana tersebut menggunakan keuangan negara. Karena itu, aparat penegak hukum perlu mengusut setiap dugaan penyimpangan secara profesional dan transparan.

Koordinator aksi, Gie Seftian, mengatakan pihaknya menerima berbagai informasi, dokumen, dan pengaduan dari sejumlah pihak. Informasi tersebut mengarah pada dugaan permintaan outfee sebesar empat persen dari nilai pengajuan dana bergulir.

Menurut Gie, aparat penegak hukum harus menyelidiki informasi tersebut secara menyeluruh. Ia menilai penyelidikan akan memberikan kepastian hukum dan menghindari munculnya spekulasi di tengah masyarakat.

Selain dugaan outfee, FDR juga mengungkap adanya informasi mengenai dugaan permintaan biaya kepada pemohon dana bergulir. Pihak tertentu menyebut biaya tersebut sebagai “biaya transportasi”. Nilainya disebut berkisar dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

FDR menilai praktik tersebut, apabila terbukti, dapat menghambat koperasi dan UMKM memperoleh pembiayaan pemerintah. Padahal, pemerintah seharusnya menyalurkan dana secara adil, transparan, dan bebas dari pungutan di luar ketentuan.

Organisasi tersebut juga mengaku menerima dokumen, tangkapan layar komunikasi, dan bukti transaksi. FDR meminta aparat penegak hukum mendalami seluruh dokumen tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Selain mendorong proses hukum, FDR juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit investigatif terhadap pengelolaan Dana Bergulir LPDB-KUMKM.

FDR menilai audit tersebut penting untuk mengevaluasi proses pengajuan, verifikasi, persetujuan, hingga pencairan dana. Organisasi itu berharap pemerintah dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan penyaluran dana.

Dalam aksi tersebut, FDR menyampaikan empat tuntutan.

  1. Mendesak KPK dan Kejaksaan Agung segera menyelidiki dugaan korupsi dan pungutan liar dalam penyaluran Dana Bergulir LPDB-KUMKM.
  2. Mendesak Menteri Koperasi Ferry Juliantono memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai informasi yang berkembang.
  3. Mendesak Badan Pemeriksa Keuangan melakukan audit investigatif terhadap tata kelola Dana Bergulir LPDB-KUMKM.
  4. Mendesak Kementerian Koperasi mereformasi sistem penyaluran Dana Bergulir LPDB-KUMKM agar lebih transparan, akuntabel, berbasis digital, dan mudah diawasi masyarakat.

FDR menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal pemerintahan yang bersih dan transparan. Organisasi itu juga menyatakan akan terus mengawasi perkembangan penanganan dugaan penyimpangan Dana Bergulir LPDB-KUMKM.

Menurut FDR, aksi kali ini bukan menjadi langkah terakhir. Mereka berencana kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar di Kementerian Koperasi, KPK, Kejaksaan Agung, dan sejumlah lembaga negara lainnya.

  • Penulis: Adrian Moita
  • Editor: Nur Wayda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wapres Gibran meninjau lokasi longsor Cisarua Bandung Barat

    Wapres Tinjau Longsor Cisarua Bandung Barat

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com  – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meninjau langsung lokasi longsor Cisarua Bandung Barat, Minggu (25/1). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan penanganan darurat berlangsung cepat, terkoordinasi, dan berfokus pada keselamatan warga. Dalam peninjauan di lapangan, Wakil Presiden menegaskan pemerintah terus melanjutkan proses pencarian dan […]

  • tambang ilegal Sulawesi Tenggara yang merusak lingkungan dan hutan

    Green Earth Movement,: “Polda sultra Diam di Tengah Maraknya Mafia Nikel di Sultra, Kapolri Harus Evaluasi”.

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 818
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — 10 September 2025 Green Earth Movement (GEM) menyuarakan keprihatinan serius atas maraknya tambang ilegal dan dugaan kuat keberadaan mafia nikel di Sulawesi Tenggara (Sultra). Kondisi ini menunjukkan lemahnya penegakan hukum serta menurunnya nilai-nilai ksatria Bhayangkara di tubuh kepolisian daerah. Direktur GEM, Arin Fahrul Sanjaya, menilai aktivitas tambang ilegal telah merusak lingkungan secara […]

  • Sidang Perdana Immanuel Ebenezer di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

    Sidang Perdana Immanuel Ebenezer, KPK Ungkap Rp201 M

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Sidang Perdana Immanuel Ebenezer berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin. Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan periode 2024–2025 itu menghadapi dakwaan kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Jaksa penuntut umum langsung membacakan surat dakwaan dalam agenda pertama tersebut. Pengadilan membuka persidangan untuk umum […]

  • HP21N desak Dirjen Minerba tolak RKAB PT BHR dalam aksi mahasiswa Sultra di Jakarta

    HP21N Desak Dirjen Minerba Tak Setujui RKAB PT BHR

    • calendar_month Sabtu, 17 Feb 2024
    • account_circle Santi
    • visibility 1.030
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Ratusan mahasiswa asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang tergabung dalam Himpunan Pemuda 21 Nusantara (HP21N) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Jakarta, Rabu (17/1/2024). Dalam aksi tersebut, massa secara terbuka menyoroti praktik tambang ilegal di Sultra. Karena itu, mereka meminta Dirjen Minerba menolak pengajuan Rencana Kerja dan […]

  • Peresmian hunian sementara terdampak bencana Agam oleh Menko PMK

    Menko PMK dan Mendagri Resmikan Huntara di Palembayan Agam

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 430
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meresmikan pemakaian hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak bencana di Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu. Peresmian berlangsung di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia. Pemerintah menyediakan huntara […]

  • Erupsi Gunung Marapi memuntahkan kolom abu setinggi 1.500 meter

    Erupsi Gunung Marapi, Kolom Abu Capai 1.500 Meter

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 538
    • 0Komentar

    Padang, (duasatunews.com) — Erupsi Gunung Marapi terjadi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Minggu pukul 15.11 WIB. Aktivitas vulkanik tersebut melontarkan kolom abu setinggi sekitar 1.500 meter dari puncak gunung ke arah tenggara. Petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Ilhamdi Saputra, mengatakan kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal […]

expand_less