Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Skandal Jual beli Dokumen: ESDM Didesak Tolak RKAB PT TMM, Kejagung Diminta Tangkap Tri Firdaus

Skandal Jual beli Dokumen: ESDM Didesak Tolak RKAB PT TMM, Kejagung Diminta Tangkap Tri Firdaus

  • account_circle Arin fahrul Sanjaya
  • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
  • visibility 954
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Duasatunews.com – Suara penolakan terhadap praktik kotor di sektor pertambangan kembali menggema di ibu kota. Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra) Jakarta bersiap turun ke jalan. Mereka menuntut negara menghentikan privilese hukum bagi korporasi nakal dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.

Aksi ini muncul karena aparat penegak hukum belum menuntaskan dugaan korupsi tambang nikel. Kasus tersebut melibatkan PT Tristaco Mineral Makmur (TMM) yang beroperasi di Blok Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara.

Koalisi Mahasiswa Sultra Jakarta akan menggelar aksi di dua titik strategis. Massa aksi mendatangi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Melalui aksi ini, mahasiswa menekan pemerintah agar bertindak tegas. Mereka menilai negara terlalu lama membiarkan dugaan korupsi tambang nikel di Sulawesi Tenggara.

Koalisi Soroti Peran Komisaris Utama PT TMM

Koordinator Koalisi Mahasiswa Sultra Jakarta, Eghy Seftiawan, menyoroti lambannya proses hukum terhadap Tri Firdaus Akbarsyah. Ia menjabat sebagai Komisaris Utama PT TMM.

Eghy menilai Tri Firdaus berperan dalam praktik “dokumen terbang”. Praktik tersebut, menurutnya, bertujuan memperkaya diri dan kelompok tertentu.

“Laporan kasus ini sudah lama masuk ke Kejati Sultra, tetapi jaksa belum menunjukkan kejelasan,” kata Eghy di Jakarta.

Putusan Berbeda Picu Kecurigaan Publik

Eghy membandingkan penanganan perkara tersebut dengan kasus mantan Direktur PT TMM, Rudy Hariyadi Tjandra. Pengadilan telah menjatuhkan vonis bersalah kepada Rudy.

“Jika pengadilan bisa menghukum direktur, jaksa juga harus memproses komisaris utama,” tegas Eghy.

Ia menilai perbedaan perlakuan ini memicu kecurigaan publik. Menurutnya, kekuatan besar melindungi Tri Firdaus dari jerat hukum.

Mahasiswa Nilai Kejati Sultra Tidak Berani

Koalisi Mahasiswa Sultra Jakarta menilai Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara tidak menunjukkan keberanian. Mereka menganggap lembaga tersebut gagal menghadapi jaringan mafia tambang.

“Masalah ini bukan soal individu. Negara harus berani melawan mafia tambang,” ujar Eghy.

Karena itu, koalisi mendesak Kejaksaan Agung RI mengambil alih perkara tersebut. Mereka berharap langkah itu mendorong penyidikan yang transparan dan akuntabel.

Mahasiswa juga menyoroti kebijakan Kementerian ESDM. Mereka menilai kementerian masih membuka peluang bagi PT TMM untuk mengajukan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Menurut mereka, kebijakan tersebut mencerminkan sikap abai negara. Mereka meminta pemerintah menghentikan seluruh izin bagi perusahaan bermasalah.

“Negara tidak boleh memberi ruang kepada korporasi yang terseret kasus hukum,” tegas Eghy.

Dua Tuntutan yang Dibawa ke Jalan

Dalam aksi pekan ini, Koalisi Mahasiswa Sultra Jakarta membawa dua tuntutan utama. Pertama, mereka menolak penerbitan RKAB PT Tristaco Mineral Makmur.

Kedua, mereka meminta Kejaksaan Agung RI mengambil alih penanganan kasus Tri Firdaus dari Kejati Sultra. Mereka ingin proses hukum berjalan terbuka dan bebas intervensi.

Eghy menegaskan aksi ini merupakan panggilan moral. Ia menyebut kekayaan nikel Sulawesi Tenggara tidak pernah membawa keadilan bagi rakyat.

“Sultra kaya sumber daya, tetapi rakyat tetap miskin karena hukum tidak berpihak,” ujarnya.

Ia menegaskan mahasiswa akan terus bergerak jika negara tetap diam. Menurutnya, sikap diam hanya memperkuat mafia tambang.

Ratusan mahasiswa dari berbagai aliansi Sultra di Jabodetabek dipastikan ikut aksi ini. Mereka berkomitmen mengawal kasus tersebut hingga negara menunjukkan sikap tegas.

Koalisi menuntut langkah nyata dari Kejaksaan Agung RI dan Kementerian ESDM. Mereka ingin negara benar-benar hadir dalam memberantas mafia tambang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raja Malaysia Kecewa Korupsi di Militer, Singgung Petinggi ATM

    Raja Malaysia Kecewa Korupsi di Militer, Singgung Petinggi ATM

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 656
    • 0Komentar

    Jakarta|duasatunews.com — Korupsi ATM Malaysia menjadi perhatian serius Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim. Ia menyampaikan sikap tegas tersebut saat membuka Sidang Pertama Masa Jabatan Ke-15 Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur, Senin (19/1). Raja Tegaskan Bahaya Korupsi di Institusi Negara Dalam pidatonya di gedung Parlemen Malaysia (https://www.parlimen.gov.my), Sultan Ibrahim menilai praktik rasuah di Angkatan […]

  • Pertemuan Prabowo dan Raja Yordania di Istana Al Husseiniya

    Pertemuan Prabowo dan Raja Yordania Bahas Kerja Sama

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 431
    • 0Komentar

    Amman, (duasatunews.com) – Pertemuan Prabowo dan Raja Yordania berlangsung di Istana Al Husseiniya, Amman, Rabu siang. Presiden Prabowo Subianto menjalani agenda kenegaraan ini sebagai bagian dari lawatan resminya ke Yordania pada 24–25 Februari 2026. Kunjungan tersebut menjadi salah satu upaya Indonesia memperkuat diplomasi bilateral di kawasan Timur Tengah. Agenda ini menandai pertemuan ketiga kedua kepala […]

  • “kecelakaan kereta Bekasi Timur di Stasiun Bekasi Timur”

    Kronologi Awal Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — kecelakaan kereta Bekasi Timur menarik perhatian publik setelah insiden yang melibatkan KRL dan kereta jarak jauh terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Selain itu, peristiwa ini bermula dari tabrakan di perlintasan sebidang dan berkembang menjadi insiden lanjutan. Kronologi Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa insiden kereta di Bekasi Timur bermula […]

  • Taklimat Awal Tahun 2026, Presiden Prabowo Tekankan Evaluasi Kinerja dan Langkah Konkret Pemerintah

    Taklimat Awal Tahun 2026, Presiden Prabowo Tekankan Evaluasi Kinerja dan Langkah Konkret Pemerintah

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 586
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Tekanan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik masih memengaruhi kondisi nasional. Pemerintah perlu memastikan kebijakan sejak awal tahun menjawab persoalan publik secara nyata, bukan sekadar agenda internal. Atas dasar itu, Presiden Prabowo Subianto memimpin Taklimat Awal Tahun bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2025). Pemerintah menggelar pertemuan […]

  • sidang bos blueray cargo dituntut kasus suap bea cukai

    Bos Blueray Cargo Dituntut 3 Tahun dalam Kasus Suap Bea Cukai

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 224
    • 0Komentar

    JAKARTA (duasatunews.com) – Bos Blueray Cargo Dituntut tiga tahun penjara dalam perkara dugaan suap kepada sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Kasus tersebut mencuat setelah jaksa membacakan tuntutan terhadap pemilik perusahaan John Field di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). Jaksa menilai John Field terbukti memberikan suap kepada sejumlah pejabat untuk mempermudah proses […]

  • Pemuda 21  Sesalkan Sikap Haerul Saleh, yang Enggan Memberi Kuota KIP untuk Mahasiswa Sultra

    Pemuda 21 Sesalkan Sikap Haerul Saleh, yang Enggan Memberi Kuota KIP untuk Mahasiswa Sultra

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 1.724
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – KIP Kuliah mahasiswa Sultra kembali menjadi perhatian publik. Organisasi Pemuda 21 menyuarakan kekecewaan terhadap Haerul Saleh yang kini menjabat sebagai Komisioner Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Mereka menilai Haerul Saleh belum menunjukkan langkah konkret untuk memperjuangkan tambahan kuota KIP Kuliah bagi mahasiswa Sulawesi Tenggara. Kader Pemuda 21, Masda Agus, menyebut jabatan Haerul […]

expand_less