Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kejagung Jadi Harapan Terakhir! KMSJ Minta Kasus Tri Firdaus Diambil Alih Pusat

Kejagung Jadi Harapan Terakhir! KMSJ Minta Kasus Tri Firdaus Diambil Alih Pusat

  • account_circle Arin fahrul Sanjaya
  • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
  • visibility 781
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Duasatunews.com Puluhan mahasiswa asal Sulawesi Tenggara yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Sultra Jakarta (KMSJ) menggelar aksi unjuk rasa di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI). Mereka menuntut penegakan hukum tegas atas dugaan skandal pertambangan nikel oleh PT Tristaco Mineral Makmur (TMM).

Aksi tersebut menjadi tindak lanjut dari pernyataan resmi KMSJ beberapa hari sebelumnya. Dalam pernyataan itu, mereka menegaskan komitmen untuk turun ke jalan guna menagih tanggung jawab aparat penegak hukum dan pemerintah pusat.

KMSJ Tagih Komitmen Penegakan Hukum

Koordinator KMSJ, Eghy Seftiawan, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar bentuk protes. Menurutnya, mahasiswa ingin menyampaikan desakan moral agar negara tidak lagi diam terhadap dugaan kejahatan tambang di Sulawesi Tenggara.

Selain itu, Eghy menilai praktik pertambangan bermasalah telah merugikan rakyat dan mencederai rasa keadilan. Karena itu, ia meminta pemerintah bertindak tegas tanpa pandang bulu.

“Kami sudah menyampaikan sikap di media, dan hari ini kami buktikan dengan turun langsung. Kami mendesak ESDM dan Kejagung agar tidak memberi ruang bagi korporasi bermasalah,” tegas Eghy di depan Gedung Kejagung RI, Kamis (16/10).

Desakan Tolak RKAB PT Tristaco

Dalam aksinya, KMSJ menyoroti dua tuntutan utama. Pertama, mereka mendesak Kementerian ESDM menolak Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Tristaco Mineral Makmur.

Menurut mereka, perusahaan tersebut tidak layak memperoleh persetujuan RKAB karena terseret dugaan skandal hukum. Oleh sebab itu, ESDM dinilai harus mempertimbangkan aspek moral dan hukum sebelum mengambil keputusan.

Minta Kejagung Ambil Alih Kasus

Kedua, KMSJ meminta Kejaksaan Agung RI mengambil alih penanganan dugaan kasus korupsi tambang yang saat ini berada di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara.

Eghy menyebut Kejati Sultra belum menunjukkan ketegasan. Bahkan, ia menduga adanya upaya perlindungan terhadap aktor besar di balik kasus tersebut.

“Kami mendesak Jaksa Agung turun langsung. Negara harus membersihkan mafia tambang yang selama ini kebal hukum,” ujarnya.

Mahasiswa Siap Kawal Hingga Tuntas

Sementara itu, Sekbid Hukum dan Advokasi KMSJ, Robby Anggara, menegaskan bahwa aksi ini mencerminkan konsistensi mahasiswa dalam mengawal penegakan hukum di sektor sumber daya alam.

Menurut Robby, sikap ESDM dan Kejagung akan menjadi ujian serius bagi komitmen pemerintah pusat. Ia menilai pembiaran hanya akan memperburuk kepercayaan publik.

“Ini bukan isu lokal. Ini soal integritas hukum nasional. Jika negara diam, maka negara ikut bertanggung jawab,” tegasnya.

Robby menambahkan, KMSJ akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Bahkan, mereka siap menggelar aksi lanjutan jika tidak melihat langkah konkret dari lembaga terkait.

“Kami tidak akan berhenti sampai proses hukum berjalan. Keadilan di sektor tambang adalah hak rakyat Sultra,” pungkasnya.

Aksi di dua lembaga negara tersebut berlangsung tertib dan kondusif. Para mahasiswa membentangkan spanduk berisi tuntutan penolakan RKAB PT Tristaco serta seruan pemberantasan mafia tambang di Sulawesi Tenggara.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapal Pesiar Terjebak Timur Tengah Ganggu Operasional

    Kapal Pesiar Timur Tengah Terjebak, 15.000 Wisatawan Dievakuasi

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 283
    • 0Komentar

    DUBAI (duasatunews.com) – Kapal pesiar Timur Tengah terjebak akibat meningkatnya ketegangan di kawasan, sehingga sejumlah kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan dan operator segera mengevakuasi wisatawan dari wilayah berisiko. Situasi ini menjadi perhatian karena berdampak langsung pada jalur pelayaran internasional dan industri pariwisata. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz membuat jalur pelayaran utama tidak aman untuk dilintasi. […]

  • Penundaan Umrah Timur Tengah, Kemenhaj Buat 10 Komitmen

    Penundaan Umrah Timur Tengah, Kemenhaj Buat 10 Komitmen

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 287
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Penundaan umrah Timur Tengah menjadi perhatian pemerintah setelah situasi keamanan kawasan mempengaruhi perjalanan ibadah umrah. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menggelar pertemuan bersama sejumlah pemangku kepentingan guna membahas langkah mitigasi yang diperlukan. Pertemuan tersebut melibatkan perwakilan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Perhubungan, perusahaan penerbangan, serta asosiasi Penyelenggara Perjalanan […]

  • GARPEM Sultra Soroti Dugaan Dampak Aktivitas Pertambangan PT Ceria Nugraha Indotama, Desak Pemerintah Bentuk Tim Evaluasi Terpadu

    GARPEM Sultra Soroti Dugaan Dampak Aktivitas Pertambangan PT Ceria Nugraha Indotama, Desak Pemerintah Bentuk Tim Evaluasi Terpadu

    • calendar_month 13 jam yang lalu
    • account_circle Rahman
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Kolaka, (duasatunews.com) — Garda Pemuda Sulawesi Tenggara (GARPEM Sultra) mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dugaan dampak aktivitas pertambangan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Desakan tersebut disampaikan menyusul beredarnya sejumlah dokumentasi foto dan video di media sosial yang memperlihatkan ruas jalan dipenuhi air […]

  • Bukan Hanya Nikel, Ini Lingkaran Kekayaan Pulau Sulawesi

    Bukan Hanya Nikel, Ini Lingkaran Kekayaan Pulau Sulawesi

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 548
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Ketergantungan ekonomi pada satu komoditas tambang berisiko menimbulkan kerentanan fiskal dan tekanan lingkungan. Situasi ini relevan di Sulawesi, wilayah yang selama ini identik dengan nikel, meski memiliki kekayaan sumber daya alam yang jauh lebih beragam dan berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mendorong hilirisasi nikel untuk mendukung industri […]

  • ondasi cakar ayam karya Sedyatmo di Bandara Soekarno-Hatta

    Siapa Ir Sedyatmo? Sosok Jenius di Balik Tol Bandara dan Penakluk Tanah Lembek Indonesia

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 560
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Jutaan kendaraan melaju di Tol Bandara Soekarno-Hatta setiap hari. Namun, sedikit pengguna jalan yang mengenal sosok besar di balik nama Tol Prof Dr Ir Sedyatmo. Nama itu bukan sekadar penanda jalan, tetapi warisan pemikiran salah satu insinyur paling berpengaruh di Indonesia. Prof Dr Ir Sedyatmo mencatat sejarah sebagai pelopor teknologi konstruksi di […]

  • pembakaran lahan Konawe Selatan oleh PT Marketindo Selaras

    Pembakaran dan Penggusuran Lahan Masyarakat : Diamnya Pemerintah Daerah dan Aparat Kepolisian Adalah Bentuk Pembiaran Kejahatan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 519
    • 0Komentar

    JAKARTA,Duasatunews.com – Forum Advokasi Mahasiswa Hukum Indonesia Sulawesi Tenggara–Jakarta (Famhi Sultra–Jakarta) mengecam keras tindakan pembakaran rumah dan penggusuran lahan milik masyarakat di Desa Lamoen, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan. Tindakan ini tidak hanya merampas hak hidup masyarakat, tetapi juga menunjukkan kegagalan negara dalam menjalankan kewajiban perlindungan terhadap warganya. Oleh karena itu, Famhi Sultra–Jakarta menilai peristiwa […]

expand_less