Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » POST-TRUTH DAN PERANG FRAMING MEDIA

POST-TRUTH DAN PERANG FRAMING MEDIA

  • account_circle Admin 21
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • visibility 932
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – Era post-truth dan framing media membawa ruang publik memasuki fase baru dalam arus informasi. Pada fase ini, emosi, keyakinan pribadi, dan kepentingan ideologis sering mengalahkan fakta objektif. Publik tidak lagi menilai informasi dari kebenarannya, melainkan dari kesesuaiannya dengan pandangan yang sudah mereka yakini.

Post-Truth dan Framing Media dalam Realitas Indonesia

Indonesia kini melewati fase yang menguras energi kolektif bangsa. Degradasi muncul di berbagai bidang, terutama dalam penegakan hukum dan proses kebijakan publik. Pemerintah sering memosisikan rakyat sebagai penerima keputusan tanpa memberi ruang berpikir kritis. Para pengambil kebijakan merancang program tanpa kajian mendalam dan minim uji publik, sehingga hasilnya tidak memberi dampak signifikan bagi masyarakat.

Fenomena post-truth dan framing media memperkuat kondisi tersebut. Publik lebih sering mencari pembenaran daripada kebenaran. Media yang sejalan dengan sudut pandang tertentu langsung memperoleh kepercayaan, meskipun informasi yang disampaikan tidak utuh. Sebalikiknya, publik mencurigai media yang menyajikan sudut pandang berbeda, walaupun media tersebut menyertakan data valid.

Cara Framing Media Membentuk Persepsi Publik

Framing media bekerja melalui pemilihan kata, visual, sudut pandang narasi, dan penempatan isu. Dari fakta yang sama, media dapat membangun realitas sosial yang berbeda. Dalam konteks post-truth dan framing media, publik sering menerima realitas tersebut sebagai kebenaran tunggal tanpa proses verifikasi kritis.

Ketika media memiliki afiliasi politik atau kepentingan ekonomi, perang framing semakin tajam. Media tidak lagi menyajikan berita sebagai laporan informasi, tetapi sebagai alat pengaruh. Situasi ini memecah masyarakat ke dalam kelompok-kelompok informasi dan menciptakan echo chamber yang memperkuat bias masing-masing.

Post-Truth dan Framing Media dalam Demokrasi

Kondisi demokrasi memburuk ketika masyarakat menyamakan kritik dengan permusuhan. Sebagian pihak menganggap dukungan terhadap kebijakan pemerintah sebagai sikap paling benar, sementara mereka yang mengkritik langsung dicap sebagai lawan politik atau bahkan ancaman. Pola pikir ini merusak ruang dialog dan menghambat penyelesaian persoalan bangsa.

Dalam situasi ini, sistem bergerak tanpa memberi ruang bagi warga yang memiliki niat tulus untuk memperbaiki keadaan. Berbagai pihak memproduksi narasi menyesatkan demi menjaga kepentingan tertentu, bahkan dengan mengorbankan akal sehat dan nurani publik.

Peran Prajurit Maya dalam Perang Narasi

Perang narasi di era post-truth dan framing media juga melibatkan prajurit maya. Mereka muncul secara masif di media sosial untuk menggiring opini publik. Setelah meninggalkan jejak perpecahan dan polarisasi, mereka menghilang tanpa tanggung jawab. Media sosial pun berubah menjadi medan konflik yang menjauhkan masyarakat dari diskursus sehat.

Literasi Media sebagai Jalan Keluar

Publik tidak bisa hanya menyalahkan media. Dalam era post-truth dan framing media, masyarakat harus membangun literasi digital dan literasi media secara aktif. Publik perlu membedakan fakta dan opini, memahami konteks informasi, serta mengkritisi narasi yang beredar di berbagai platform.

Kesadaran ini menjadi kunci untuk menjaga ruang publik tetap sehat. Tanpa literasi yang memadai, masyarakat akan terus menjadi korban perang narasi yang tidak berkesudahan.

Menempatkan Kebenaran sebagai Orientasi Utama

Pada akhirnya, post-truth dan framing media bukan hanya tantangan bagi integritas pers, tetapi juga ujian bagi kesadaran publik. Di tengah banjir informasi, masyarakat tidak membutuhkan lebih banyak berita, melainkan kejernihan berpikir.

Membangun ruang publik yang sehat berarti menempatkan kebenaran sebagai orientasi utama, meskipun kebenaran tersebut tidak selalu populer dan tidak selalu sesuai dengan keyakinan yang ingin didengar.

Merdeka.

Penulis: Eni Samayati
Editor: Admin Pemuda 21 Official

Admin 21

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Komentar (2)

  • πŸ€‘ Top Up 236,538 $. GET -> graph.org/BALANCE-3682444-USD-04-21-2?hs=635389136f5d91acb2a3cf6f0ce48771& πŸ€‘

    jumao0

    25 Juli 2026 9:01 pm
  • πŸ”„πŸͺ™ BTC Crypto Recovery Bonus Already Credited ⚑➀ telegra.ph/Compensations-03-29-5?hs=635389136f5d91acb2a3cf6f0ce48771& πŸ”„πŸͺ™

    5o1n4u

    7 April 2026 7:08 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecelakaan Transjakarta di Jalur Layang, 24 Penumpang Terluka

    Kecelakaan Transjakarta di Jalur Layang, 24 Penumpang Terluka

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Kecelakaan kembali terjadi di jalur layang Jakarta, Dua unit bus Transjakarta terlibat tabrakan saat melintas di jalur khusus. Insiden ini menyebabkan 24 penumpang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit terdekat. (23/02/2026) Peristiwa kecelakaan Transjakarta ini bermula ketika dua bus melaju searah di jalur layang. Bus yang berada di […]

  • transportasi publik Jakarta Transjakarta modern

    Transportasi Publik Tumbuh karena Infrastruktur yang Makin Terintegrasi

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)Β – Penggunaan transportasi publik di Jakarta terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan itu terjadi seiring pembangunan infrastruktur dan integrasi layanan transportasi massal. Data Transjakarta menunjukkan jumlah penumpang pada 2025 mencapai 413,3 juta orang. Angka itu menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah operasional Transjakarta. Jumlah tersebut naik 41,6 juta dibanding tahun sebelumnya. Jika dibandingkan 2022, jumlah […]

  • Richard Lee ditahan Polda Metro Jaya

    Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 249
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Penyidik Polda Metro Jaya menahan Richard Lee setelah polisi menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen. Laporan dari Samira Farahnaz alias Dokter Detektif (Doktif) memicu penyelidikan kasus ini. Pantauan di Polda Metro Jaya pada Jumat (6/3/2026) malam memperlihatkan Richard Lee keluar dari Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) setelah menjalani […]

  • tren gadget teknologi digital

    Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 627
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Tren Gadget 2023 mencerminkan perubahan besar dalam cara manusia memanfaatkan teknologi. Gadget modern tidak lagi berfungsi sebagai alat bantu semata, tetapi telah menjadi bagian dari rutinitas harian yang mendukung produktivitas dan kenyamanan hidup. Seiring waktu, inovasi teknologi menghadirkan perangkat yang lebih cerdas, adaptif, dan terintegrasi dengan kebutuhan pengguna. Perkembangan ini mendorong gaya […]

  • Bareskrim Polri menangkap empat WNA China dalam kasus tambang ilegal Papua di kawasan hutan

    Bareskrim dan Kemenhut Tangkap 4 WNA China Diduga Terlibat Tambang Ilegal di Hutan Papua

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 262
    • 9Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) β€” Kasus tambang ilegal Papua kembali menjadi perhatian aparat penegak hukum. Bareskrim Polri bersama PPNS Kementerian Kehutanan menangkap empat warga negara asing asal China yang diduga menjalankan aktivitas pertambangan tanpa izin di kawasan hutan Papua. Operasi penindakan berlangsung sejak 22 hingga 26 Mei 2026 di wilayah hukum Polda Papua. Empat WNA yang diamankan berinisial […]

  • Barang bukti kasus pelaku pencurian pembunuhan Pekanbaru yang ditampilkan polisi saat konferensi pers di Polresta Pekanbaru.

    Niat Awal Mencuri Berubah Jadi Pembunuhan, Kasus Pekanbaru Terkuak

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Jakarta, (Duasatunews.com) β€” Kasus pelaku pencurian pembunuhan Pekanbaru mengungkap fakta mengejutkan. Aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Riau menemukan bahwa pelaku tidak hanya berniat mencuri, tetapi juga sempat merencanakan pembunuhan terhadap satu keluarga di kawasan Rumbai. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Hasyim, menyatakan para pelaku awalnya menyusun rencana pencurian. Namun, […]

expand_less