Formasi Kembali Desak KPK Periksa Oknum Anggota DPR RI Dapil Sultra Inisial RB, Terkait Kasus Korupsi Proyek Rel Kereta Api dan P3 TGAI
- account_circle Darman
- calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
- visibility 211
- comment 0 komentar
- print Cetak

Forum Mahasiswa Anti Korupsi (Formasi) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Rabu (14/1/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Forum Mahasiswa Anti Korupsi (Formasi) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Rabu (14/1/2026).
Melalui aksi tersebut, Formasi mendesak KPK RI segera memanggil dan memeriksa oknum anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara berinisial RB. Massa aksi menilai RB diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek jalur kereta api dan proyek percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI).
Formasi Ungkap Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
Koordinator Lapangan Formasi, Arnor Ibnu Rasyid, memaparkan hasil kajian internal organisasi. Ia menyebut kajian tersebut menunjukkan dugaan keterlibatan RB dalam praktik korupsi dan suap proyek jalur kereta api.
“Kami menemukan indikasi kuat keterlibatan RB dalam proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api,” ujar Arnor kepada media.
Arnor menegaskan bahwa Formasi menyusun kajian tersebut berdasarkan data dan informasi yang mereka kumpulkan.
Dugaan Pungli P3-TGAI dan Program Beda Rumah
Selain proyek kereta api, Arnor juga menyoroti proyek P3-TGAI dan program Beda Rumah di Sulawesi Tenggara. Ia menduga oknum tersebut terlibat dalam praktik pungutan liar pada kedua program tersebut.
Menurut Arnor, KPK perlu mengkaji dugaan ini secara menyeluruh karena kasus yang menyeret nama RB tidak berdiri sendiri.
“KPK harus menangani dugaan ini secara komprehensif,” tegasnya.
Penanggung Jawab Aksi: Dugaan Semakin Kuat
Penanggung jawab aksi, Hendro Nilopo, menyampaikan pernyataan serupa. Ia menilai perkembangan kasus semakin memperkuat dugaan keterlibatan RB.
“Perkembangan informasi yang muncul ke publik memperkuat dugaan tersebut,” kata Hendro.
Hendro juga mengungkapkan bahwa sejumlah pihak telah mengaku menjadi korban pada proyek P3-TGAI dan program Beda Rumah.
Formasi Soroti Lemahnya Pengawasan Proyek
Hendro menjelaskan bahwa banyak proyek P3-TGAI, khususnya di Kabupaten Konawe Selatan, berjalan tidak sesuai petunjuk teknis. Ia juga menduga pelaksana proyek menggunakan material yang tidak sesuai Surat Keputusan penunjukan.
Ia menilai RB seharusnya menjalankan fungsi pengawasan sebagai anggota DPR RI Komisi V. Namun, ia tidak melihat langkah konkret meski berbagai proyek bermasalah.
Massa Aksi Minta KPK Segera Bertindak
Formasi menyampaikan tuntutan tersebut secara langsung melalui aksi demonstrasi. Mereka berharap KPK RI segera menindaklanjuti laporan dan aspirasi yang mereka sampaikan.
“Kami meminta KPK segera memanggil dan memeriksa RB agar persoalan ini jelas,” tutup Hendro.

Saat ini belum ada komentar