Utang RI Diisukan Ngeri? Menkeu Purbaya Ungkap Data sebenarnya
- account_circle Darman
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- visibility 102
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com -Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, buka suara menanggapi isu yang menyebut utang Indonesia berada pada kondisi mengkhawatirkan hingga dinarasikan menuju kebangkrutan. Ia menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar dan tidak sesuai dengan data fiskal yang ada.
Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan pembiayaan melalui utang bukanlah hal baru dalam pengelolaan keuangan negara. Sejak lama, utang digunakan sebagai instrumen untuk menutup defisit anggaran dan membiayai pembangunan, selama dikelola secara prudent dan terukur.
Meski secara nominal jumlah utang terlihat besar, Purbaya menekankan bahwa yang perlu dilihat adalah rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Saat ini, rasio utang Indonesia masih berada di level yang relatif rendah dan aman jika dibandingkan dengan banyak negara lain, baik di kawasan regional maupun global.
“Rasio utang kita masih jauh di bawah batas aman dan tetap terkendali. Ini menunjukkan kondisi fiskal Indonesia masih sehat dan stabil,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa pemerintah terus menjaga keberlanjutan fiskal dengan pengelolaan utang yang hati-hati, transparan, serta berorientasi pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Dengan demikian, isu bahwa Indonesia berada di ambang kebangkrutan dinilai tidak memiliki dasar yang kuat.
Purbaya mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menyesatkan tanpa didukung data yang valid.
