Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » KOLTIVNAS Desak Kejagung Periksa Oknum Notaris Terkait Kasus Pertambangan di Konawe Utara  

KOLTIVNAS Desak Kejagung Periksa Oknum Notaris Terkait Kasus Pertambangan di Konawe Utara  

  • account_circle Arin fahrul Sanjaya
  • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
  • visibility 919
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Duasatunews.com – Koalisi Aktivis Nasional Sulawesi Tenggara–Jakarta (KOLTIVNAS Sultra–Jakarta) menyoroti dugaan keterlibatan notaris berinisial TFA dalam kasus pertambangan bermasalah di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

TFA tercatat menjabat sebagai Direktur Utama PT Tristaco Mineral Makmur (TMM) dan Komisaris Utama PT Trised Mega Cemerlang (TMC). KOLTIVNAS menilai posisi tersebut menempatkan TFA pada peran strategis dalam dua perusahaan tambang yang kini terseret persoalan hukum.

Koordinator KOLTIVNAS, Pandi Bastian, menyatakan PT TMM diduga terlibat dalam praktik korupsi pertambangan di wilayah IUP milik PT Aneka Tambang Tbk di Konawe Utara.

Pengadilan telah memvonis Direktur PT TMM bersalah. Direktur tersebut menyalahgunakan dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk memfasilitasi penjualan hasil tambang ilegal.

“TFA memegang saham mayoritas sekitar 85 persen di PT TMM. Kami menduga ia menerima aliran dana dari praktik tersebut,” ujar Pandi, Rabu (10/9).

Selain PT TMM, KOLTIVNAS juga menyoroti PT Trised Mega Cemerlang (TMC). Perusahaan itu diduga menggunakan IUP siluman melalui dokumen tidak sah.

Temuan Badan Pemeriksa Keuangan RI pada 2023 memperkuat dugaan tersebut. BPK menemukan PT TMC memakai SK Bupati Konawe Utara Nomor 400 Tahun 2012 untuk mendaftar di sistem MODI Minerba Kementerian ESDM.

Namun, SK tersebut bukan izin IUP Operasi Produksi. SK itu justru mengatur pembentukan Tim Pelaksana Program Adiwiyata.

“Fakta ini menunjukkan indikasi pemalsuan dokumen. Karena itu, Kejaksaan Agung RI harus segera bertindak,” tegas Pandi.

Melalui pernyataan sikap, KOLTIVNAS Sultra–Jakarta mendesak Kejaksaan Agung memeriksa TFA terkait dugaan aliran dana PT TMM. Mereka juga meminta aparat mengusut dugaan IUP siluman PT TMC.

KOLTIVNAS mendukung pengungkapan kasus korupsi tambang di wilayah IUP PT Antam. Namun, mereka menolak praktik tebang pilih dalam penegakan hukum.

“Kami menuntut penegakan hukum yang adil. Tidak boleh ada pihak yang kebal hukum,” tutup Pandi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Italia gagal Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Bosnia

    Italia Piala Dunia 2026 Gagal, Kalah dari Bosnia di Playoff

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) –  Italia Piala Dunia 2026 dipastikan gagal setelah kalah dari Bosnia-Herzegovina pada final playoff jalur A Kualifikasi zona Eropa. Laga yang berlangsung di Stadion Bilino Polje berakhir dramatis lewat adu penalti. Italia sempat unggul lebih dahulu melalui gol Moise Kean pada menit ke-15. Namun, Bosnia-Herzegovina berhasil menyamakan kedudukan melalui Haris Tabakovic. Italia Piala […]

  • Kerusakan lingkungan akibat tambang ilegal di Sulawesi Tenggara

    Tambang Ilegal di Sulawesi Tenggara; Pembiaran Negara dan Pengkhianatan Terhadap Keadilan Ekologis

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 501
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – (25/01/2026) Tambang ilegal di Sulawesi Tenggara tidak lagi sekadar pelanggaran hukum. Kini, praktik tersebut berubah menjadi indikator pembiaran negara terhadap kejahatan lingkungan. Lebih jauh, aktivitas tambang berlangsung terbuka dan berulang. Akibatnya, kegagalan otoritas publik semakin terlihat. Selain itu, negara tidak dapat menyederhanakan persoalan ini sebagai ulah segelintir pelaku. Sebaliknya, skala kerusakan menunjukkan […]

  • Prabowo Gelar Retret Kedua Kabinet Merah Putih di Hambalang

    Prabowo Gelar Retret Kedua Kabinet Merah Putih di Hambalang

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 740
    • 0Komentar

    Retret kabinet Hambalang digelar Presiden Prabowo Subianto sebagai agenda konsolidasi internal pemerintahan di awal 2026, dengan melibatkan seluruh menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih. JAKARTA, Duasatunews.com –Retret kabinet Hambalang digelar Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (6/1/2026) sebagai agenda konsolidasi internal pemerintahan yang melibatkan seluruh menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih. Wakil Menteri Dalam […]

  • PW GPA Sumut Desak Pemkab Dairi dan Dinas P3AP2KB Bertanggung Jawab Atas Penganiayaan Bocah di Sidikalang

    PW GPA Sumut Desak Pemkab Dairi dan Dinas P3AP2KB Bertanggung Jawab Atas Penganiayaan Bocah di Sidikalang

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Dairi, (duasatunews.com) — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Sumatera Utara mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (P3AP2KB) Provinsi Sumatera Utara untuk bertanggung jawab penuh atas kasus kekerasan yang menimpa bocah, AP (7), di Sidikalang. Wakil ketua PW GPA Sumut, H. Limbong , menegaskan bahwa negara […]

  • tarif impor global Trump diumumkan di Washington DC

    Trump Umumkan Tarif Impor Global Baru Usai MA AS Batalkan

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 497
    • 0Komentar

    WASHINGTON DC, (duasatunews.com) — Tarif impor global Trump kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif baru sebesar 10 persen untuk seluruh negara pada Jumat (20/2). Langkah ini muncul setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif impor sebelumnya yang ia terapkan secara sepihak. Dalam konferensi pers, Trump menyampaikan langsung kebijakan tersebut kepada […]

  • Membangun Konawe Lebih Cerah: Jangan Tunggu Masa Depan Datang Sendiri

    Membangun Konawe Lebih Cerah: Jangan Tunggu Masa Depan Datang Sendiri

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 711
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Konawe sebenarnya tidak kekurangan apa pun. Tanahnya subur, sumber dayanya melimpah, dan anak mudanya banyak. Yang sering kurang justru satu hal penting: kesadaran bersama bahwa masa depan tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus kita bangun sejak sekarang. Selama ini, banyak pihak mengukur pembangunan dari jalan yang mulus atau bangunan yang berdiri megah. […]

expand_less