Komisi X DPR Tekankan Pembinaan Karakter untuk Ciptakan Lingkungan Pendidikan Aman
- account_circle Rahman
- calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
- visibility 113
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penguatan pendidikan karakter dinilai penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mencegah kekerasan di sekolah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan perlunya penguatan pendidikan karakter untuk mencegah maraknya kekerasan di lingkungan pendidikan.
Ia menyatakan bahwa dunia pendidikan tidak boleh hanya mengejar prestasi akademik. Sekolah harus menanamkan nilai moral, etika, empati, dan sikap saling menghormati sejak dini. Menurutnya, nilai-nilai tersebut membentuk kepribadian peserta didik secara utuh.
“Pendidikan karakter menjadi fondasi pembentukan akhlak dan perilaku siswa. Tanpa fondasi ini, konflik di sekolah akan terus muncul,” ujar Lalu di Jakarta, Kamis.
Penguatan Pendidikan Karakter Perlu Langkah Nyata
Lalu menyampaikan pernyataan tersebut menyusul meningkatnya laporan kekerasan di satuan pendidikan sepanjang 2025. Data menunjukkan lebih dari seribu kasus terjadi di berbagai jenjang pendidikan. Kasus itu meliputi kekerasan verbal, perundungan, hingga tindakan fisik.
Ia menilai lonjakan tersebut sebagai peringatan serius bagi sistem pendidikan nasional. Menurutnya, sekolah belum maksimal membangun relasi sehat antara pendidik dan peserta didik. Kondisi ini memperbesar potensi konflik di lingkungan belajar.
Kasus Daerah Menjadi Cerminan Masalah
Sebagai contoh, Lalu menyoroti kasus di salah satu SMK di Jambi yang melibatkan guru dan siswa. Dugaan tindakan kekerasan oleh guru memicu emosi siswa. Sejumlah siswa kemudian melakukan pengeroyokan terhadap guru tersebut.
Ia menilai kejadian itu menunjukkan lemahnya pendekatan pendidikan berbasis dialog dan pembinaan karakter. Sekolah, menurutnya, harus mampu menyelesaikan konflik tanpa kekerasan dan reaksi berlebihan.
DPR Dorong Pembenahan Sistem Pendidikan
Lalu mendorong pemerintah memperkuat kurikulum berbasis karakter di semua jenjang pendidikan. Ia juga meminta peningkatan kapasitas guru dalam membangun komunikasi yang sehat dengan siswa.
Selain itu, ia mengajak orang tua dan masyarakat ikut berperan aktif dalam pembinaan karakter anak. Menurutnya, pendidikan karakter tidak akan berhasil tanpa dukungan lingkungan keluarga dan sosial.
Ia berharap langkah ini mampu mengembalikan fungsi sekolah sebagai ruang aman, mendidik, dan bermartabat bagi seluruh peserta didik.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://duasatunews.com

Saat ini belum ada komentar