Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Pemerasan THR Bupati Cilacap: KPK Sita Rp610 Juta dalam OTT

Pemerasan THR Bupati Cilacap: KPK Sita Rp610 Juta dalam OTT

  • account_circle adrian moita
  • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
  • visibility 258
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (duasatunews.com) – Pemerasan THR Bupati Cilacap menjadi perhatian publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan pemerasan terhadap perangkat daerah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Maret 2026, penyidik menemukan uang tunai sebesar Rp610 juta. Uang tersebut diduga berasal dari setoran perangkat daerah untuk kebutuhan tunjangan hari raya (THR).

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa tim penyidik juga menemukan sejumlah barang bukti lain.

“Tim mengamankan dokumen, barang bukti elektronik, serta uang tunai Rp610 juta,” kata Asep dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu malam.

Kronologi Kasus Pemerasan THR Bupati Cilacap

Kasus pemerasan THR Bupati Cilacap bermula dari laporan masyarakat. Laporan itu menyebut adanya permintaan uang kepada perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Setelah menerima laporan tersebut, KPK segera melakukan penyelidikan. Dalam proses itu, penyidik menemukan bahwa Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, memerintahkan Sekretaris Daerah Cilacap, Sadmoko Danardono, untuk mengoordinasikan pengumpulan dana.

Selanjutnya, Sekda berkoordinasi dengan tiga pejabat daerah. Mereka adalah Sumbowo, Ferry Adhi Dharma, serta Budi Santoso.

Mereka kemudian membahas kebutuhan dana tersebut. Selain itu, mereka juga menentukan strategi pengumpulan dana dari perangkat daerah.

Pengumpulan Dana dalam Kasus Pemerasan THR Bupati Cilacap

Dalam pembahasan tersebut, para pejabat menetapkan kebutuhan dana sebesar Rp515 juta untuk pihak eksternal. Karena itu, mereka meminta kontribusi dari berbagai perangkat daerah.

Target pengumpulan dana mencapai Rp750 juta.

Kabupaten Cilacap memiliki 25 perangkat daerah, dua rumah sakit umum daerah, serta 20 puskesmas. Oleh sebab itu, para pejabat meminta setiap perangkat daerah memberikan setoran.

Pada awalnya, mereka menetapkan setoran antara Rp75 juta hingga Rp100 juta. Namun dalam praktiknya, jumlah setoran berbeda-beda.

Sebagian perangkat daerah hanya mampu menyetor sekitar Rp3 juta. Sementara itu, perangkat daerah lain mampu menyetor hingga Rp100 juta.

Menurut KPK, perbedaan jumlah setoran terjadi karena keterbatasan anggaran. Karena itu, para pejabat kemudian menyesuaikan nominal setoran.

Selain itu, Sekda meminta seluruh dana terkumpul sebelum 13 Maret 2026. Batas waktu tersebut bertepatan dengan masa menjelang libur Lebaran.

Jika ada perangkat daerah yang belum menyetor, para pejabat akan menagihnya sesuai wilayah kerja masing-masing.

OTT KPK dalam Kasus Pemerasan THR Bupati Cilacap

Pada akhirnya, operasi tangkap tangan KPK mengungkap praktik pemerasan THR Bupati Cilacap tersebut. Dalam periode 9 hingga 13 Maret, sebanyak 23 perangkat daerah telah memberikan setoran.

Total dana yang terkumpul mencapai Rp610 juta.

Jumlah itu sudah melampaui kebutuhan dana eksternal sebesar Rp515 juta. Namun demikian, jumlah tersebut belum mencapai target Rp750 juta.

Saat operasi berlangsung, penyidik menemukan uang tersebut di rumah pribadi Asisten II Cilacap, Ferry Adhi Dharma. Selain itu, penyidik juga menemukan sebagian uang di ruang kerjanya.

KPK Tetapkan Dua Tersangka

Dalam perkara pemerasan THR Bupati Cilacap, KPK menetapkan dua orang sebagai tersangka. Mereka adalah Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Sekretaris Daerah Cilacap Sadmoko Danardono.

KPK menjerat keduanya dengan Pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, KPK juga mengamankan tiga pejabat daerah lainnya. Mereka adalah Ferry Adhi Dharma, Sumbowo, dan Budi Santoso.

Selanjutnya, penyidik membawa ketiganya ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. Di sana, penyidik melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendalami perkara tersebut.

  • Penulis: adrian moita
  • Editor: Nur Wayda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Timnas Futsal Indonesia menghadapi Iran pada laga final Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Jakarta.

    Futsal Indonesia Kalah dari Iran, Gagal Juara Piala Asia 2026

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 385
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Harapan publik melihat futsal Indonesia meraih gelar Asia harus tertunda. Futsal Indonesia kalah dari Iran pada laga final Piala Asia Futsal 2026 setelah duel ketat yang berakhir lewat adu penalti di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2/2026) malam. Hasil ini menyisakan kekecewaan karena Indonesia tampil di kandang sendiri dan sempat memimpin pertandingan. Kekalahan […]

  • Donald Trump batalkan kunjungan utusan terkait pembicaraan dengan Iran

    Donald Trump Batalkan Kunjungan Utusan ke Pakistan

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 263
    • 0Komentar

    WASHINGTON, (duasatunews.com) – Donald Trump batalkan kunjungan utusan ke Pakistan. Trump membatalkan perjalanan utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat Jared Kushner yang seharusnya bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, untuk membahas kesepakatan damai. Araghchi tiba di Pakistan pada Jumat (24/4/2026), namun meninggalkan negara itu pada Sabtu (25/4/2026) untuk melanjutkan perjalanan ke Oman dan […]

  • situs persepolis peninggalan kekaisaran persia iran

    Sejarah Persia Iran dan Identitas Bangsa yang Bertahan

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 296
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Sejarah Persia Iran membantu menjelaskan mengapa negara ini sering memiliki pandangan geopolitik yang berbeda dari banyak negara lain. Setiap kali dunia berbicara tentang Iran, pembahasan hampir selalu dimulai dari politik modern: revolusi, program nuklir, sanksi ekonomi, atau konflik regional di Timur Tengah. Media internasional sering menggambarkan Iran sebagai negara yang keras, penuh […]

  • Indonesia Wakil Ketua GPPAD dalam forum pengentasan kemiskinan global di Beijing China

    Indonesia Dipercaya Jadi Wakil Ketua Aliansi Global Pengentasan Kemiskinan Bentukan China

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 134
    • 2Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Indonesia resmi menjadi Wakil Ketua Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan atau Global Partnership for Poverty Alleviation and Development (GPPAD). China menggagas forum internasional tersebut untuk memperkuat kerja sama pengentasan kemiskinan dunia. Penetapan itu berlangsung dalam rapat perdana komite GPPAD di Beijing, Rabu. Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia […]

  • OTT KPK Bupati Pekalongan di Gedung Merah Putih KPK Jakarta

    KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Langsung Diperiksa di Jakarta

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 336
    • 0Komentar

    JAKARTA , (Duasatunews.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Pekalongan, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3/2026). Dalam operasi tersebut, tim KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersama beberapa pihak lain. Langkah ini langsung menyita perhatian publik. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, segera menyampaikan perkembangan itu kepada media. Menurut dia, tim penyelidik […]

  • Dugaan pembegalan UNSULTRA menjadi sorotan publik

    Dugaan Pembegalan UNSULTRA Disorot Publik

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Penulis: Eni Samayati
    • visibility 655
    • 0Komentar

    Kendari, (duasatunews.com) — Dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara kembali menjadi sorotan. Sejumlah kalangan menyoroti dugaan pembegalan di Universitas Sulawesi Tenggara (UNSULTRA). Mereka menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan konflik tata kelola kampus yang melibatkan perubahan Akta Notaris, tekanan internal, dan intervensi non-akademik. Konflik Tata Kelola Mencuat Para pengkritik menyatakan perubahan administratif terjadi tanpa keterbukaan yang […]

expand_less