Bansos Belum Cair 2026, Kemensos Catat 3 Juta Penerima Baru
- account_circle adrian moita
- calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
- visibility 123
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan sambutan saat menghadiri acara resmi terkait program perlindungan sosial. (Arsip foto)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (duasatunews.com) – Bansos belum cair 2026 bagi sekitar tiga juta penerima manfaat baru karena masih dalam proses administrasi. Kementerian Sosial menyatakan sebagian besar penerima tersebut merupakan hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pemerintah memperbarui data penerima manfaat setiap triwulan. Melalui pembaruan tersebut, pemerintah menemukan keluarga penerima manfaat (KPM) baru yang sebelumnya belum tercatat dalam sistem bantuan sosial.
Dari total tiga juta penerima baru itu, sekitar satu juta merupakan calon penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Sementara itu, sekitar dua juta lainnya tercatat sebagai calon penerima Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).
Penyebab Bansos Belum Cair 2026
Saifullah Yusuf menyebut sebagian besar penerima baru belum memiliki rekening bank. Karena itu, pemerintah perlu membuka rekening kolektif atau burekol sebelum menyalurkan bantuan.
Selain pembukaan rekening, pemerintah juga menyiapkan distribusi kartu bantuan serta skema penyaluran melalui PT Pos Indonesia. Proses ini membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan sebelum bantuan dapat dicairkan kepada penerima manfaat.
Ia menegaskan bahwa prosedur administrasi tersebut penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah juga ingin mencegah potensi kesalahan data maupun penyaluran ganda.
Progres Penyaluran Bansos Triwulan Pertama
Di sisi lain, penyaluran bantuan sosial pada triwulan pertama 2026 menunjukkan progres positif. Hingga awal Februari, yang bertepatan dengan bulan Ramadhan, realisasi penyaluran bansos telah melampaui 85 persen dengan nilai lebih dari Rp15 triliun.
Pemerintah telah menyalurkan PKH kepada 8.940.958 KPM dari total alokasi 10 juta KPM. Nilai bantuan yang tersalurkan mencapai lebih dari Rp6 triliun atau sekitar 89,4 persen.
Selain itu, pemerintah menyalurkan BPNT kepada lebih dari 15 juta KPM dari total 18.250.000 KPM. Nilai penyaluran program ini telah melampaui Rp9 triliun atau sekitar 86,9 persen.
Penyaluran Lewat Bank dan Percepatan Administrasi
Kementerian Sosial menyalurkan seluruh bantuan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Melalui mekanisme ini, pemerintah memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat tanpa perantara.
Kemensos juga terus mempercepat proses administrasi bagi penerima baru. Pemerintah menargetkan penyaluran dapat segera berlangsung, terutama menjelang Ramadhan, agar masyarakat yang telah terdata dalam DTSEN segera merasakan manfaat program perlindungan sosial dan menjaga daya beli rumah tangga.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com
