Jakarta,(duasatunews.com) – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mencatat lebih dari 100 investor berminat mengikuti proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) tahap kedua.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan pembukaan tahap kedua akan berlangsung dalam waktu dekat. Menurut dia, tingginya minat investor menunjukkan peluang besar sektor pengolahan sampah berbasis energi.
“Sudah lebih dari 100 investor yang mendaftar,” kata Pandu di Jakarta, Senin.
Selain itu, Pandu menegaskan Danantara tidak menanggung seluruh pembiayaan proyek. Pemerintah menjalankan proyek melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) bersama investor lain.
Danantara juga akan memilih mitra dengan teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan dan efisien.
Saat ini, pemerintah menyiapkan sekitar 33 proyek PSEL di berbagai daerah. Total nilai investasi seluruh proyek mencapai 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp87 triliun.
Sementara itu, setiap proyek membutuhkan investasi sekitar 150 juta dolar AS atau setara Rp2,7 triliun.
PT Danantara Investment Management bersama anak usahanya, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), juga akan ikut mengelola seluruh proyek tersebut.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah, Danantara, dan sejumlah pemerintah daerah menandatangani nota kesepahaman percepatan pembangunan PSEL di enam wilayah.
Adapun enam wilayah itu meliputi Lampung Raya, Serang Raya, Medan Raya, Semarang Raya, Bogor Raya 2, dan Kabupaten Bekasi.
Selanjutnya, pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 25 lokasi. Program itu mencakup 62 kabupaten dan kota dengan status darurat sampah atau timbunan sampah di atas 1.000 ton per hari.
Karena itu, pemerintah menjalankan program tersebut berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan.
Saat ini belum ada komentar