Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Perjuangan RA Kartini dalam Sejarah Emansipasi Perempuan

Perjuangan RA Kartini dalam Sejarah Emansipasi Perempuan

  • account_circle adrian moita
  • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
  • visibility 241
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (duasatunews.com) – Perjuangan RA Kartini menjadi tonggak penting dalam sejarah emansipasi perempuan Indonesia. Gagasan pendidikan dan kesetaraan yang ia suarakan pada akhir abad ke-19 membuka jalan perubahan sosial di tengah masyarakat kolonial.

Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879 dari keluarga bangsawan Jawa. Ayahnya menjabat sebagai Bupati Jepara sehingga ia memberi Kartini kesempatan menempuh pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS). Di sekolah tersebut, Kartini mempelajari bahasa Belanda dan mengenal berbagai pemikiran modern dari Eropa.

Ketika memasuki usia remaja, Kartini menjalani tradisi pingitan yang membatasi perempuan bangsawan sebelum menikah. Namun, ia memanfaatkan masa itu untuk membaca buku, menelaah surat kabar, dan menulis surat kepada sahabat di Belanda. Dari aktivitas tersebut, Kartini menyimpulkan bahwa pendidikan menjadi kunci untuk meningkatkan martabat perempuan.

Gagasan Pendidikan dalam Perjuangan RA Kartini

Dalam surat-suratnya, Kartini mengkritik feodalisme, perkawinan paksa, dan praktik poligami. Ia menegaskan bahwa perempuan berhak memperoleh pendidikan agar mampu berperan aktif dalam keluarga dan masyarakat.

Para sahabatnya kemudian menghimpun surat-surat Kartini dan menerbitkannya dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Melalui karya tersebut, Perjuangan RA Kartini mendapat perhatian luas dan mendorong lahirnya kesadaran baru tentang kesetaraan hak.

Warisan Emansipasi Perempuan Indonesia

Sebelum wafat pada 17 September 1904 dalam usia 25 tahun, Kartini mendirikan sekolah bagi anak perempuan pribumi di Jepara. Ia menjalankan sekolah itu sebagai langkah nyata memperluas akses pendidikan.

Pemerintah Indonesia menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Nasional pada 1964 dan menetapkan 21 April sebagai Hari Kartini. Hingga kini, masyarakat Indonesia terus meneruskan semangat Perjuangan RA Kartini melalui kebijakan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan partisipasi perempuan di ruang publik.

Lebih dari satu abad kemudian, gagasan Kartini tetap relevan. Pemikirannya mendorong generasi muda untuk berani berpikir kritis dan memperjuangkan keadilan sosial.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Punya Buku Sejarah Baru, Pakar UGM: Pelajaran di Sekolah Akan Berubah

    Indonesia Punya Buku Sejarah Baru, Pakar UGM: Pelajaran di Sekolah Akan Berubah

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 289
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Buku sejarah nasional terbaru berpotensi mengubah arah kurikulum sejarah di sekolah. Perubahan ini memengaruhi isi pelajaran, metode pengajaran, serta cara siswa memahami identitas kebangsaan. Isu ini penting karena kurikulum sejarah selama ini bergantung pada satu rujukan utama. Perhatian publik menguat setelah peluncuran buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Buku tersebut […]

  • Irwan Tajuddin dan Dedu Purnomo Terpilih Jadi Punggawa Baru KKTS

    Irwan Tajuddin dan Dedu Purnomo Terpilih Jadi Punggawa Baru KKTS

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 1.027
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Musyawarah Besar (Mubes) Kerukunan Keluarga Tolaki Samaturu (KKTS) secara resmi memilih pimpinan baru KKTS pada Sabtu, 12 Juli 2025. Panitia menggelar Mubes nasional ini di Gedung Kosek IKN, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dan menghadirkan perwakilan masyarakat Tolaki dari berbagai daerah. Peserta Mubes secara mufakat menetapkan Irwan Tajuddin dan Dedu Purnomo sebagai pimpinan […]

  • rupiah tembus Rp17.000 terhadap dolar AS di pasar keuangan Indonesia

    Rupiah Tembus Rp17.000 Imbas Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 159
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Rupiah tembus Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (9/3/2026). Kondisi ini memicu tekanan di pasar keuangan Indonesia dan meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar. Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik di kawasan tersebut mendorong investor global mencari aset yang dianggap lebih aman, seperti dolar AS […]

  • Italia gagal Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Bosnia

    Italia Piala Dunia 2026 Gagal, Kalah dari Bosnia di Playoff

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) –  Italia Piala Dunia 2026 dipastikan gagal setelah kalah dari Bosnia-Herzegovina pada final playoff jalur A Kualifikasi zona Eropa. Laga yang berlangsung di Stadion Bilino Polje berakhir dramatis lewat adu penalti. Italia sempat unggul lebih dahulu melalui gol Moise Kean pada menit ke-15. Namun, Bosnia-Herzegovina berhasil menyamakan kedudukan melalui Haris Tabakovic. Italia Piala […]

  • Sudah Saatnya Menghadirkan Pendidikan Berorientasi Masa Depan

    Sudah Saatnya Menghadirkan Pendidikan Berorientasi Masa Depan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 296
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Kualitas manusia Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Masalah ini tidak berhenti pada aspek ekonomi, tetapi menyangkut karakter sosial yang memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat. Isu mentalitas menjadi krusial saat Indonesia memasuki fase bonus demografi dan menghadapi persaingan global. Tanpa perubahan sikap dan pola pikir, peluang tersebut justru dapat memicu persoalan sosial baru. Pembangunan […]

  • Program rumah layak huni Papua bagi warga dengan pembangunan rumah oleh pemerintah

    Wagub PBD Dukung Program 21 Ribu Rumah Layak Huni untuk Warga Papua

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//Wakil Gubernur Papua Barat Daya (PBD), Ahmad Nausrau, mendukung penuh program pembangunan dan rehabilitasi 21.000 rumah layak huni bagi masyarakat di Tanah Papua. Program ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tingginya kebutuhan hunian di wilayah tersebut. Ahmad Nausrau menyampaikan dukungan itu setelah menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Jakarta, Rabu […]

expand_less