Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Menelusuri Evolusi Sungai dari Bumi Purba hingga Sumber Bencana

Menelusuri Evolusi Sungai dari Bumi Purba hingga Sumber Bencana

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 224
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banjir bandang sering dianggap sebagai kesalahan sungai. Padahal, aliran sungai bergerak mengikuti kodrat alamnya. Cara manusia memperlakukan sungailah yang menentukan apakah air tetap terkendali atau berubah menjadi bencana. Ketika hujan ekstrem datang, kesalahan tata kelola langsung memperbesar risiko.

JAKARTA, duasatunews.com — Tuduhan kembali mengarah ke sungai saat banjir bandang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025. Curah hujan ekstrem membuat sungai seperti Batang Anai, Batang Kuranji, Batang Toru, dan Krueng Meureudu meluap. Aliran air berubah menjadi bah yang menyapu permukiman, jalan, serta infrastruktur vital.

Sungai Meluap, Infrastruktur Terancam

Di Sumatera Barat, banjir bandang memutus jalan penghubung Kota Padang dan Padang Panjang. Material longsor menimbun badan jalan dan menghambat arus transportasi. Pada waktu yang sama, aliran Batang Anai menggerus dinding penahan serta badan jalan. Akibatnya, sungai mengubah alurnya dan menjauh dari sisi jalan, sehingga meningkatkan ancaman kerusakan lanjutan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa banjir bandang tidak hanya merusak kawasan permukiman. Infrastruktur strategis dan keselamatan warga juga menghadapi risiko serius dalam jangka panjang.

Sungai sebagai Bagian Sejarah Alam

Sesungguhnya, sungai bukan sekadar alur air yang menghadirkan ancaman. Dalam sejarah alam, sungai menjadi saksi tertua perjalanan Bumi. Jauh sebelum manusia membangun peradaban, air telah mengalir dan membentuk daratan. Proses ini mengikis bebatuan, menciptakan lembah, serta membangun dataran banjir selama jutaan tahun.

Selain itu, aliran sungai menyediakan ruang hidup bagi flora dan fauna. Dalam kondisi seimbang, sungai justru menopang kehidupan dan menjaga kestabilan lingkungan.

Tekanan Manusia Mengubah Fungsi Sungai

Pada bencana akhir 2025, para pengamat kebencanaan menyoroti perubahan fungsi sungai. Pendangkalan, penyempitan badan sungai, dan berkurangnya daerah resapan di hulu menurunkan kapasitas aliran air. Ketika hujan ekstrem turun, air tidak tertahan dan langsung mengalir deras ke wilayah hilir.

Di Sumatera Barat, Batang Anai dan Batang Kuranji berhulu di kawasan perbukitan. Secara alami, kedua sungai ini menyalurkan air hujan secara bertahap ke dataran rendah. Namun, tekanan aktivitas manusia dan perubahan bentang alam melemahkan fungsi penyangga tersebut.

Situasi serupa juga muncul di Batang Toru dan Krueng Meureudu. Aliran sungai melintasi kawasan permukiman dan infrastruktur yang terus berkembang, sementara ruang alami sungai semakin menyempit.

Mitigasi Harus Menyentuh Hulu

Peristiwa banjir bandang ini menegaskan bahwa sungai bukan sumber bencana. Sistem sungai bekerja mengikuti hukum geologi dan hidrologi. Risiko bencana meningkat ketika manusia mengganggu keseimbangan tersebut.

Oleh karena itu, penanganan banjir bandang tidak cukup mengandalkan normalisasi sungai di hilir. Upaya mitigasi perlu menyentuh wilayah hulu, penataan ruang yang bijak, serta perlindungan daerah aliran sungai secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Dengan memahami peran sungai sejak bumi purba hingga masa kini, mitigasi bencana dapat dilakukan secara lebih arif. Pendekatan ini menjadi kunci untuk mengurangi korban dan kerusakan ketika alam kembali menunjukkan kekuatannya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RKAB 2026 Belum Terbit, Industri Smelter Mulai Tunda Produksi

    RKAB 2026 Belum Terbit, Industri Smelter Mulai Tunda Produksi

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 258
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – RKAB 2026 smelter yang belum terbit mulai berdampak langsung pada industri pengolahan dan pemurnian mineral nasional. Sejumlah perusahaan smelter menunda produksi karena belum mengantongi persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AP3I), Haykal Hubies, menyebut banyak perusahaan smelter belum menjalankan produksi secara […]

  • kerusakan mangrove Konawe akibat pembangunan jetty

    KLHK Tindaklanjuti Laporan Dugaan Kerusakan Mangrove Akibat Jetty PT. DMS

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Arin fahrul Sanjaya
    • visibility 793
    • 1Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – 19 September 2025 Pergerakan Mahasiswa Nusantara (PANTARA) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis (18/9/2025). Aksi tersebut menyoroti dugaan kerusakan hutan mangrove akibat pembangunan jetty PT Dwimitra Multiguna Sejahtera (DMS) di Desa Tokowuta, Kecamatan Lasolo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Dalam aksi itu, massa mahasiswa mendesak […]

  • Ratas Prabowo Hambalang membahas program strategis nasional

    Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang Usai Lawatan Luar Negeri

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Ratas Prabowo Hambalang digelar Presiden Prabowo Subianto di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/1). Melalui rapat terbatas ini, Presiden mengecek pelaksanaan program strategis nasional lintas sektor. Kurang dari 24 jam setelah tiba di Indonesia, Presiden langsung menggelar rapat. Sebelumnya, ia menyelesaikan rangkaian lawatan luar negeri ke Inggris, Swiss, dan […]

  • Rusia Nyatakan Komitmen Perkuat Pertahanan Arktik di Tengah Dinamika Greenland

    Rusia Nyatakan Komitmen Perkuat Pertahanan Arktik di Tengah Dinamika Greenland

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Rusia perkuat pertahanan Arktik sebagai langkah strategis untuk menjaga kedaulatan nasional dan stabilitas kawasan kutub. Seiring itu, perhatian global terhadap posisi strategis Greenland terus meningkat. Karena itu, dinamika geopolitik di kawasan Arktik kini menjadi sorotan berbagai negara. Isu tersebut juga berkaitan erat dengan Isu keamanan global dan dinamika Arktik. Fokus Rusia pada […]

  • Rumah warga terdampak banjir Kalimantan Selatan

    Banjir Kalimantan Selatan Jadi Perhatian Pemerintah Pusat

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Penulis: Eni Samayati
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Banjir di Kalimantan Selatan menjadi perhatian serius pemerintah pusat menyusul cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah. Pemerintah pusat memastikan pemantauan dan penanganan bencana berjalan merata di seluruh daerah terdampak. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Ia menyatakan perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada satu […]

  • 4 Operator Judi Online di Bandung Barat Ditangkap, Akui Bekerja untuk Perusahaan Terhubung Kamboja

    4 Operator Judi Online di Bandung Barat Ditangkap, Akui Bekerja untuk Perusahaan Terhubung Kamboja

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 252
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Aparat kepolisian mengungkap kasus perjudian online di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, dan mengamankan empat orang terduga pelaku. Para pelaku berperan sebagai operator layanan pelanggan (customer service) pada sejumlah situs judi daring yang terhubung dengan jaringan luar negeri. Keempat tersangka berinisial Aditya Fajar, M Arman Priyatna, Reza Maulana Fadli, dan Fajar […]

expand_less