Warga Desa Bumi Etam Desak PT Ganda Alam Makmur Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
- account_circle Usupriyadi
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- visibility 371
- comment 0 komentar
- print Cetak

prioritas tenaga kerja lokal PT Ganda Alam Makmur dituntut warga Desa Bumi Etam Kutai Timur
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KUTAI TIMUR, duasatunews.com – 21 Januari 2026 Tenaga kerja lokal menjadi tuntutan utama masyarakat Desa Bumi Etam kepada PT Ganda Alam Makmur. Warga menilai perusahaan belum melibatkan penduduk sekitar secara optimal dalam aktivitas pertambangan di Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur.
Puluhan warga Desa Bumi Etam bersama kelompok Masyarakat Kukaur Bersatu mendatangi area perusahaan untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Mereka meminta manajemen perusahaan memberi kesempatan kerja yang lebih luas kepada masyarakat lokal dan masyarakat adat yang tinggal di sekitar wilayah operasional tambang.
Koordinator aksi, Erwin Santoso, menyatakan bahwa warga lokal sering kali kesulitan mengakses lowongan kerja di perusahaan tersebut. Ia menyoroti banyaknya tenaga kerja dari luar Kalimantan yang mengisi berbagai posisi, sementara masyarakat sekitar tambang masih mencari pekerjaan.
“Kami hidup berdampingan langsung dengan aktivitas tambang. Karena itu, perusahaan perlu memprioritaskan tenaga kerja lokal, bukan justru mendatangkan pekerja dari luar daerah,” kata Erwin dalam orasinya.
Warga Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Dalam aksi tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah tuntutan secara tegas kepada manajemen perusahaan. Pertama, warga meminta perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal, terutama pemuda Desa Bumi Etam dan masyarakat adat di Kecamatan Kaubun. Kedua, mereka mendesak perusahaan membuka data ketenagakerjaan agar publik mengetahui perbandingan jumlah pekerja lokal dan pekerja dari luar daerah.
Selain itu, masyarakat juga mendorong perusahaan menjalankan program pemberdayaan secara berkelanjutan. Mereka berharap perusahaan menyediakan pelatihan kerja dan peningkatan keterampilan agar pemuda lokal mampu memenuhi kualifikasi kerja di sektor pertambangan.
Erwin menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak investasi. Sebaliknya, warga mendukung kegiatan usaha selama perusahaan menjalankan tanggung jawab sosial dan membangun hubungan yang adil dengan masyarakat sekitar.
Menurutnya, keterlibatan tenaga kerja lokal akan menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara perusahaan dan warga. Selain itu, kebijakan tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa serta mengurangi potensi konflik sosial di wilayah tambang.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu tanggapan resmi dari manajemen PT Ganda Alam Makmur. Warga berharap perusahaan segera membuka ruang dialog dan mengambil langkah konkret agar kehadiran industri pertambangan benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat Desa Bumi Etam dan sekitarnya.
- Penulis: Usupriyadi
- Editor: Rahman
- Sumber: Copyright © 2026 duasatunews.com

Saat ini belum ada komentar