Warga Miskin BPJS PBI Masih Banyak yang Belum Terdata
- account_circle adrian moita
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- visibility 121
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Sosial RI memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri agenda resmi di Jakarta, Senin (9/2/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (duasatunews.com) — warga miskin BPJS PBI masih banyak yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan jaminan kesehatan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan, sebanyak 54 juta warga miskin dan rentan belum menerima kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) sepanjang 2025.
Kelompok tersebut berasal dari Desil 1 hingga 5 yang seharusnya menjadi prioritas utama perlindungan jaminan kesehatan. Sebaliknya, sekitar 15 juta warga dari kelompok menengah atas hingga kaya justru masih tercatat sebagai penerima BPJS PBI.
Gus Ipul menyampaikan data tersebut dalam rapat konsultasi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Warga Miskin BPJS PBI Masih Banyak yang Belum Terdata
Gus Ipul menjelaskan, ketimpangan penerima bantuan terjadi akibat ketidaktepatan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data tersebut masih mencatat sebagian warga Desil 6 hingga 10 sebagai penerima PBI, sementara jutaan warga Desil 1 sampai 5 belum terakomodasi.
“Penduduk Desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI mencapai lebih dari 54 juta jiwa. Sementara itu, dari Desil 6 sampai 10 dan non-desil mencapai sekitar 15 juta jiwa,” kata Gus Ipul.
Menurutnya, kondisi ini membuat kelompok mampu tetap terlindungi oleh skema bantuan negara, sedangkan warga miskin BPJS PBI justru tertinggal dari akses jaminan kesehatan.
Verifikasi Data Penerima BPJS PBI Masih Terbatas
Gus Ipul mengakui bahwa Kementerian Sosial belum memverifikasi seluruh data penerima bantuan secara menyeluruh. Sepanjang 2025, Kemensos baru memverifikasi sekitar 12 juta kepala keluarga, padahal kebutuhan idealnya mencapai lebih dari 35 juta kepala keluarga.
“Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mempercepat verifikasi dan validasi data. Namun, upaya ini belum cukup,” ujarnya.
Ia menegaskan perlunya langkah lanjutan agar data penerima bantuan kesehatan semakin akurat dari tahun ke tahun.
Kesalahan Data Penerima BPJS PBI Mulai Menurun
Sejak Mei 2025 hingga Januari 2026, Kemensos melakukan pengalihan kepesertaan PBI secara bertahap. Kebijakan ini berhasil menurunkan tingkat kesalahan data penerima bantuan.
Kesalahan tersebut meliputi exclusion error, yaitu warga berhak yang tidak menerima PBI, serta inclusion error, yaitu warga tidak berhak yang justru menerima bantuan.
“Jika kita berpedoman pada data desil, tingkat kesalahan terus menurun,” ujar Gus Ipul.
Ia menambahkan, negara tetap harus menjamin kelompok khusus, termasuk penderita penyakit katastropik dan bayi baru lahir.
- Penulis: adrian moita
- Editor: saydul
