Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Bulan Terus Menjauh dari Bumi, Gerhana Matahari Total Terancam Menghilang

Bulan Terus Menjauh dari Bumi, Gerhana Matahari Total Terancam Menghilang

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • visibility 91
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Duasatunews.com) – Bulan terus bergerak menjauhi Bumi setiap tahun. Para ilmuwan mencatat jarak kedua benda langit ini bertambah sekitar 3,8 sentimeter per tahun.

Para peneliti mulai mengukur jarak Bumi dan Bulan sejak misi Apollo pada 1960-an. Astronot memasang reflektor khusus di permukaan Bulan. Ilmuwan kemudian memantulkan sinar laser dari Bumi menuju reflektor tersebut. Dari pantulan itu, mereka menghitung jarak secara akurat melalui Lunar Laser Ranging Experiment.

Hasil pengamatan jangka panjang menunjukkan Bulan selalu menjauh. Interaksi gravitasi antara Bumi dan Bulan mendorong perubahan ini secara alami.

Perubahan jarak tersebut membawa dampak besar dalam jangka panjang. Salah satunya, manusia akan semakin jarang menyaksikan Gerhana Matahari Total.

Seiring waktu, Bulan tampak semakin kecil dari Bumi. Kondisi ini membuat Bulan tidak lagi mampu menutupi Matahari secara sempurna. Padahal, Gerhana Matahari Total terjadi karena ukuran Matahari dan Bulan tampak hampir sama di langit.

Sebagai perbandingan, jarak Matahari ke Bumi mencapai sekitar 400 kali jarak Bulan ke Bumi. Diameter Matahari juga sekitar 400 kali lebih besar dari diameter Bulan. Keselarasan ini menciptakan gerhana total yang bisa diamati saat ini.

Ilmuwan dari NASA, Richard Vondrak, menjelaskan bahwa frekuensi Gerhana Matahari Total akan terus menurun. Ia memperkirakan manusia akan menyaksikan gerhana total terakhir sekitar 600 juta tahun mendatang.

Pada masa awal pembentukannya, Bulan berada jauh lebih dekat ke Bumi. Sekitar 4 miliar tahun lalu, Bulan tampak hingga tiga kali lebih besar dibandingkan sekarang.

Meski manusia belum merasakan dampaknya secara langsung, para ilmuwan terus mempelajari fenomena ini. Perubahan orbit Bulan membantu peneliti memahami evolusi Bumi dan dinamika tata surya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • gunung semeru erupsi kolom abu

    Gunung Semeru Erupsi 7 Kali, Kolom Abu Capai 1,1 Km

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Lumajang, Jawa Timur (duasatunews.com) –  Gunung Semeru erupsi sebanyak tujuh kali pada Senin pagi. Aktivitas Gunung Semeru ini menghasilkan kolom abu setinggi 300 meter hingga 1.100 meter di atas puncak. Erupsi pertama terjadi pukul 00.38 WIB. Kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak. Abu berwarna putih hingga kelabu dan bergerak ke arah barat […]

  • 2 Kabupaten di Sumatera Utara Nyatakan Tak Sanggup Tangani Bencana Banjir, Presiden Prabowo: Negara Kita Kuat untuk Mengatasi Ini

    2 Kabupaten di Sumatera Utara Nyatakan Tak Sanggup Tangani Bencana Banjir, Presiden Prabowo: Negara Kita Kuat untuk Mengatasi Ini

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 291
    • 0Komentar

    SUMATERA UTARA, Duasatunews.com – Sejumlah pemerintah daerah di Sumatera secara terbuka mengakui keterbatasan mereka dalam menangani bencana banjir. Kondisi tersebut langsung memicu perhatian publik nasional karena dampaknya meluas dan berulang. Dalam beberapa pekan terakhir, curah hujan tinggi terus mengguyur wilayah Sumatera. Akibatnya, banjir merendam permukiman warga dan memutus akses transportasi. Selain itu, aktivitas ekonomi masyarakat […]

  • Prabowo Berikan Bonus Besar untuk Atlet SEA Games, Emas Diguyur Rp 1 Miliar

    Prabowo Berikan Bonus Besar untuk Atlet SEA Games, Emas Diguyur Rp 1 Miliar

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Kebijakan pemberian bonus besar kepada atlet peraih medali SEA Games kembali mengundang perhatian publik. Di tengah kebutuhan pembenahan pembinaan olahraga nasional, pemerintah menyiapkan insentif hingga Rp1 miliar bagi atlet peraih emas. Kebijakan ini dinilai berdampak langsung pada masa depan atlet dan arah prioritas anggaran negara. Isu ini menguat karena Indonesia baru menutup […]

  • Dampak perang Timur Tengah menurut SBY terhadap ekonomi global

    Dampak Perang Timur Tengah terhadap Ekonomi Global

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 75
    • 2Komentar

    Dampak Perang Timur Tengah Ancam Stabilitas Ekonomi Jakarta,(duasatunews.com)//Dampak perang Timur Tengah kembali menjadi perhatian setelah mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, menyampaikan peringatan soal potensi krisis global. Ia menilai konflik berkepanjangan dapat memperbesar tekanan terhadap ekonomi dunia. Selain itu, konflik tersebut memengaruhi harga energi, rantai pasok global, serta stabilitas pasar keuangan. Oleh karena itu, […]

  • Presiden Prabowo hadiri pengukuhan MUI di Masjid Istiqlal

    Prabowo Hadiri Pengukuhan MUI di Istiqlal

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Prabowo hadiri pengukuhan MUI periode 2025–2030 yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Sabtu pagi. Pada kesempatan ini, kehadiran Presiden menjadi simbol kuat sinergi pemerintah dan ulama. Dengan demikian, acara ini menegaskan pentingnya persatuan dan ketahanan spiritual bangsa. Kehadiran Presiden Prabowo di Masjid Istiqlal Sekitar pukul 10.00 WIB, Presiden Prabowo Subianto tiba di Masjid […]

  • Peresmian hunian sementara terdampak bencana Agam oleh Menko PMK

    Menko PMK dan Mendagri Resmikan Huntara di Palembayan Agam

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 169
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meresmikan pemakaian hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak bencana di Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu. Peresmian berlangsung di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia. Pemerintah menyediakan huntara […]

expand_less