Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Erupsi Gunung Marapi, Kolom Abu Capai 1.500 Meter

Erupsi Gunung Marapi, Kolom Abu Capai 1.500 Meter

  • account_circle adrian moita
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 232
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Padang, (duasatunews.com) — Erupsi Gunung Marapi terjadi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Minggu pukul 15.11 WIB. Aktivitas vulkanik tersebut melontarkan kolom abu setinggi sekitar 1.500 meter dari puncak gunung ke arah tenggara.

Petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Ilhamdi Saputra, mengatakan kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah tenggara. Alat pemantau mencatat aktivitas tersebut pada seismogram dengan amplitudo maksimum 29,8 milimeter dan durasi sekitar 68 detik.

Status Level II (Waspada) Gunung Marapi

Gunung api setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut saat ini berada pada Status Level II atau Waspada. Dengan status itu, petugas melarang masyarakat beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek.

Selain itu, petugas juga mengimbau para pendaki dan wisatawan agar tidak mendekati area puncak serta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait.

PVMBG Waspadai Dampak Aktivitas Vulkanik

Selain erupsi Gunung Marapi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan potensi lahar dingin. Ancaman tersebut mengintai masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api.

PVMBG menilai risiko lahar dingin dapat meningkat terutama saat hujan berintensitas sedang hingga tinggi atau ketika memasuki musim hujan. Oleh karena itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah rawan aliran material vulkanik.

Imbauan Kesehatan dan Kewaspadaan

Petugas mengimbau masyarakat menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut saat terjadi hujan abu. Langkah tersebut bertujuan untuk mencegah gangguan saluran pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Petugas PGA juga menegaskan bahwa tumpukan material hasil letusan dapat terbawa aliran air dan memicu banjir lahar dingin secara tiba-tiba. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama saat hujan deras.

Peristiwa serupa pada 11 Mei 2024 menyebabkan puluhan korban jiwa. Karena itu, petugas meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti seluruh arahan resmi dari pihak berwenang.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Trump remehkan bantuan Rusia kepada Iran

    Trump Remehkan Bantuan Rusia untuk Iran

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Washington DC, Amerika Serikat (duasatunews.com) – Trump remehkan bantuan Rusia kepada Iran di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai dukungan intelijen dari Rusia tidak akan memberikan pengaruh besar dalam pertempuran di medan perang. Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah media Amerika Serikat melaporkan dugaan bantuan intelijen Rusia kepada […]

  • pembongkaran tiang monorel Rasuna Said oleh Pemprov DKI

    Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said Dimulai Pemprov DKI

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Pembongkaran monorel Rasuna Said resmi dimulai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Rabu. Pemprov DKI mengambil langkah ini sebagai bagian dari penataan kawasan Jakarta Selatan sekaligus upaya meningkatkan kenyamanan dan kelancaran lalu lintas di salah satu ruas utama ibu kota. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan Pemprov DKI mengambil keputusan tersebut setelah […]

  • Guru gunakan tablet dorong pertumbuhan pasar tablet Indonesia 2026"

    Pasar Tablet Indonesia 2026 Tumbuh Seiring Digitalisasi

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Pasar tablet Indonesia 2026 menunjukkan tren pertumbuhan stabil seiring meningkatnya kebutuhan perangkat digital di berbagai sektor. Pendidikan, kerja jarak jauh, dan aktivitas usaha mikro menjadi pendorong utama kenaikan permintaan. Perkembangan teknologi serta akses internet yang semakin luas mendorong masyarakat memanfaatkan tablet untuk aktivitas produktif. Kini, pengguna tidak hanya mengandalkan perangkat ini untuk […]

  • Duit Di Rekening Auto Ludes, Kenali Modus Maling M-Banking

    Duit Di Rekening Auto Ludes, Kenali Modus Maling M-Banking

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Masyarakat kini semakin sering menggunakan fitur mobile banking (m-Banking) untuk bertransaksi secara daring. Layanan ini memudahkan nasabah melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja selama terhubung dengan internet. Namun, pelaku kejahatan siber juga memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut untuk melancarkan aksi penipuan. Mereka menyasar kelengahan nasabah guna mencuri data pribadi dan menguras […]

  • KPK Hentikan Kasus Izin Tambang Nikel Konawe Utara, Publik Soroti Batas Kewenangan Hukum

    KPK Hentikan Kasus Izin Tambang Nikel Konawe Utara, Publik Soroti Batas Kewenangan Hukum

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 336
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghentikan penyidikan kasus dugaan korupsi izin tambang nikel di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, memicu perhatian publik. KPK menghentikan perkara yang menjerat mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman, karena auditor tidak dapat menghitung kerugian negara. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa auditor menyimpulkan pengelolaan tambang nikel […]

  • IUP dan Perusakan Hutan di Tengah Pembangunan Nasional

    IUP dan Perusakan Hutan di Tengah Pembangunan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — IUP dan perusakan hutan menjadi persoalan serius di tengah gencarnya narasi pembangunan dan investasi di Indonesia. Saat ini, aktivitas pertambangan terus menggerus hutan yang menopang kehidupan sekaligus menjadi ruang hidup masyarakat. Ironisnya, banyak perusahaan tetap menjalankan aktivitas tersebut dengan dalih Izin Usaha Pertambangan (IUP). Sebagai mahasiswa, saya memandang persoalan ini bukan sekadar […]

expand_less