Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Regulasi Lemah Hambat Perdagangan Karbon Indonesia

Regulasi Lemah Hambat Perdagangan Karbon Indonesia

  • account_circle Reski
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • visibility 262
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,(duasatunews.com)-Indonesia memiliki peluang besar dalam perdagangan karbon Indonesia untuk mengendalikan pasar global berkat luasnya hutan tropis yang dimiliki. Namun, pemerintah belum memaksimalkan potensi ekonomi dari sektor ini.

Pakar kehutanan dari Universitas Palangka Raya, Aswin Usup, menilai negara-negara industri masih mendominasi sistem perdagangan karbon. Padahal, negara-negara tersebut tidak lagi memiliki hutan seluas Indonesia.

Aswin menegaskan bahwa Indonesia berisiko hanya menjadi penonton jika tidak segera memperkuat aturan. “Indonesia harus menetapkan aturan yang jelas agar bisa mengendalikan potensi karbonnya sendiri,” ujarnya.

Regulasi Lemah Hambat Efektivitas

Aswin menjelaskan bahwa pelaku pasar karbon global masih beroperasi tanpa standar yang benar-benar mengikat. Kondisi ini membuat pengawasan terhadap komitmen karbon dan penggunaan dana menjadi lemah.

Ia juga menyoroti birokrasi dan perusahaan yang belum mengelola dana karbon secara optimal. Banyak pihak tidak menyalurkan dana tersebut ke program prioritas seperti pencegahan kebakaran hutan dan restorasi lahan gambut.

“Pemerintah harus memastikan setiap dana karbon benar-benar mendukung pemulihan hutan,” tegasnya.

Penguatan sistem perdagangan karbon Indonesia menjadi kunci agar negara tidak hanya menjadi penyedia karbon, tetapi juga pengendali pasar global.

Posisi Tawar Indonesia Sangat Kuat

Indonesia memiliki hutan tropis luas yang tersebar di berbagai wilayah. Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam menjaga keseimbangan iklim global.

Dunia membutuhkan peran Indonesia untuk menjaga karbon tetap tersimpan di dalam tanah. Karena itu, Indonesia sebenarnya memiliki posisi tawar tinggi dalam menentukan harga dan kebijakan karbon.

Tiga Langkah Prioritas

Aswin mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis agar dapat menguasai perdagangan karbon global:

  1. Membangun sistem audit transparan
    Pemerintah perlu memastikan pengawasan berjalan terbuka dan akuntabel.
  2. Menyalurkan dana hingga ke masyarakat
    Pemerintah harus mengarahkan dana karbon langsung ke masyarakat, terutama kelompok penjaga hutan seperti Masyarakat Peduli Api.
  3. Melakukan audit ekologis berbasis data
    Pemerintah wajib mengecek kondisi lapangan secara berkala untuk memastikan pemulihan hutan benar-benar terjadi.

Ancaman Kebakaran Gambut

Aswin mengingatkan bahwa kebakaran lahan gambut dapat melepaskan karbon dalam jumlah besar ke atmosfer. Kondisi ini memperparah perubahan iklim global jika tidak segera ditangani.

Karena itu, pemerintah harus mengarahkan perdagangan karbon untuk mencegah kebakaran dan menjaga ekosistem gambut tetap basah.

  • Penulis: Reski
  • Editor: Nur waida

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan Kepala Dinas PMD Konawe Selatan oleh Bupati

    Dr. Anni Naim Taridala, SE Resmi Menjabat Sebagai Kadis Pemberdayaan Masyarakat & Desa

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 544
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Pelantikan PMD Konawe Selatan menarik perhatian publik di tengah persoalan tata kelola desa dan tuntutan transparansi anggaran. Pemerintah daerah melakukan rotasi jabatan ini saat banyak desa masih berupaya meningkatkan kapasitas aparatur dan kualitas perencanaan pembangunan. Peningkatan alokasi dana desa mendorong kebutuhan pengelolaan yang lebih akuntabel. Namun, sejumlah desa masih menghadapi kendala perencanaan […]

  • Masdar: PLTS Terapung Cirata Beroperasi Sesuai Rencana, Jadi Sorotan Dunia

    Masdar: PLTS Terapung Cirata Beroperasi Sesuai Rencana, Jadi Sorotan Dunia

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 486
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Abu Dhabi Perusahaan energi terbarukan asal Uni Emirat Arab, Masdar, memastikan PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat beroperasi sesuai rencana awal. Proyek strategis ini juga menarik perhatian komunitas internasional. Banyak pihak menilai Cirata sebagai contoh pengembangan energi bersih berskala besar di Asia-Pasifik. Operasional PLTS Cirata Sesuai Perencanaan Head of Business Development for […]

  • Atalanta lolos setelah eksekusi penalti dalam laga Liga Champions melawan Borussia Dortmund

    Atalanta Bangkit Dramatis, Libas Dortmund 4-1 dan Luncur ke 16 Besar Liga Champions

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 259
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) – Atalanta memastikan tempat di babak 16 besar Liga Champions UEFA setelah menundukkan Borussia Dortmund 4-1 pada leg kedua playoff di Gewiss Stadium, Kamis dini hari WIB. Hasil ini membawa wakil Italia itu unggul agregat 4-3 setelah sebelumnya tertinggal dua gol pada leg pertama. Kemenangan tersebut menegaskan kebangkitan Atalanta yang tampil agresif sejak […]

  • DPR Tidak Revisi UU Pilkada Tahun Ini

    DPR Tidak Revisi UU Pilkada Tahun Ini

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 418
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – DPR tidak revisi UU Pilkada pada tahun ini. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan DPR RI dan pemerintah sepakat tidak melakukan revisi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). DPR dan pemerintah menuangkan kesepakatan tersebut dalam penyusunan Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Oleh karena itu, Dasco menyatakan Rancangan […]

  • Proyek hilirisasi Danantara fase II 2026

    Rosan Ungkap Proyek Hilirisasi Fase II Danantara Dimulai Maret–April 2026

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 462
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Proyek hilirisasi Danantara fase II kembali menarik perhatian publik karena pemerintah menargetkan peningkatan nilai tambah industri nasional. Program ini diharapkan mendorong penciptaan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi daerah. Pikiran Jakarta sebelumnya mencatat agenda serupa dalam kanal Investasi Nasional. Mengapa Hilirisasi Mendesak Sekarang Pemerintah mendorong hilirisasi untuk mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah. Tekanan […]

  • Kejati DKI Sita Kebun Sawit hingga Mobil Mewah Terkait Dugaan Korupsi LPEI Rp 919 Miliar

    Kejati DKI Sita Kebun Sawit hingga Mobil Mewah Terkait Dugaan Korupsi LPEI Rp 919 Miliar

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 464
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menyita aset bernilai ratusan miliar rupiah dalam penyidikan dugaan korupsi pembiayaan ekspor nasional di Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor (LPEI) periode 2015–2023. Langkah tersebut menyusul penetapan empat tersangka baru. Sementara itu, potensi kerugian keuangan negara dalam perkara ini mencapai Rp919 miliar. Aset yang Disita Penyidik Dalam penjelasannya, Asisten […]

expand_less