Prank Debt Collector Ambulans Jakbar Viral
- account_circle Reski
- calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
- visibility 83
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto...Ilustrasi prank ambulans di Jakarta Barat saat debt collector membuat order fiktif untuk menagih utang, sehingga merugikan kru layanan darurat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prank Ambulans Jakbar Rugikan Kru, Modus Debt Collector Terungkap
Jakarta,(duasatunews.com)– Kasus prank ambulans Jakbar menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial. Aksi ini merugikan kru ambulans karena pelaku membuat pesanan fiktif untuk kepentingan penagihan utang.
Sopir ambulans, Yoga Dwi Saputra, menerima pesanan melalui WhatsApp pada Selasa (14/4/2026). Pemesan meminta penjemputan pasien di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Tanpa curiga, Yoga langsung menuju lokasi untuk menjalankan tugasnya sebagai petugas layanan darurat.
Namun setibanya di lokasi, Yoga tidak menemukan pasien. Petugas kantor menyampaikan bahwa orang yang dimaksud tidak berada di tempat. Situasi ini membuat Yoga mulai menyadari adanya kejanggalan dalam permintaan tersebut.
Modus Prank Ambulans Jakbar Terungkap
Yoga kemudian menghubungi kembali pemesan untuk memastikan informasi. Pelaku justru meminta Yoga menyerahkan ponselnya kepada seseorang di lokasi agar bisa menagih utang.
Dari situ, Yoga memastikan bahwa ia menjadi korban prank ambulans Jakbar dengan modus order fiktif. Pelaku memanfaatkan layanan ambulans untuk kepentingan pribadi yang tidak semestinya.
Yoga merasa dirugikan karena telah mengeluarkan biaya bahan bakar, waktu, dan tenaga. Ia sempat meminta ganti rugi, tetapi pelaku tidak memberikan respons yang jelas.
“Ini melecehkan tenaga medis. Kami datang pakai bensin, tenaga, dan waktu,” tegasnya.
Dampak bagi Layanan Darurat
Kasus ini menunjukkan bahwa praktik penyalahgunaan ambulans dapat berdampak serius. Ambulans yang seharusnya siap membantu pasien darurat justru terpakai untuk pesanan palsu.
Jika kejadian ini terus berulang, maka respons terhadap kondisi darurat berisiko melambat. Hal tersebut tentu membahayakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan pertolongan medis segera.
Yoga juga mengungkapkan bahwa ia pernah mengalami kejadian serupa sebelumnya. Pengalaman ini memperlihatkan bahwa modus order fiktif mulai sering terjadi dan perlu mendapat perhatian serius.
Rencana Lapor Polisi dan Imbauan
Yoga berencana melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Ia berharap aparat dapat menindak pelaku agar kasus prank ambulans Jakbar tidak kembali terulang.
Masyarakat diimbau untuk menggunakan layanan ambulans secara bijak. Tindakan tidak bertanggung jawab seperti ini bisa merugikan banyak pihak dan mengganggu sistem layanan darurat.
- Penulis: Reski
- Editor: Windi anggraini

Saat ini belum ada komentar