Jakarta, (Duasatunews.com) — Inflasi April tetap stabil meski tekanan global meningkat. Pemerintah mempertahankan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menahan kenaikan harga energi dan menjaga daya beli masyarakat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah menahan harga BBM bersubsidi untuk meredam tekanan harga. Ia juga menekankan bahwa pemerintah mengantisipasi dampak lanjutan agar kenaikan harga tidak meluas ke sektor lain.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik mencatat harga konsumen naik 0,13 persen secara bulanan dan 2,42 persen secara tahunan. Indeks harga meningkat dari 108,47 pada April tahun lalu menjadi 111,09 pada tahun ini.
Inflasi April dan peran kebijakan energi
Pertama, pemerintah mengendalikan inflasi April melalui kebijakan energi yang terukur. Pemerintah menahan harga BBM agar biaya transportasi dan distribusi tetap rendah. Langkah ini menekan kenaikan harga pada berbagai sektor.
Di sisi lain, Purbaya menjelaskan pelepasan subsidi akan mendorong harga energi naik tajam. Karena itu, pemerintah memilih mempertahankan subsidi untuk menjaga stabilitas harga.
Dampak inflasi April terhadap daya beli dan ekonomi
Selanjutnya, stabilitas inflasi April menjaga konsumsi rumah tangga tetap kuat. Kondisi ini membuat masyarakat tetap mampu berbelanja dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, pemerintah mengelola anggaran subsidi secara disiplin dan terarah. Pemerintah menjaga keseimbangan antara perlindungan masyarakat dan kesehatan fiskal. Pemerintah juga menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi risiko global.
Ke depan, pemerintah melanjutkan strategi pengendalian harga dan kebijakan fiskal secara konsisten. Langkah ini menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan inflasi tetap berada dalam kisaran aman.