Rusia Ancam Intensifkan Serangan ke Kyiv, Warga Asing Diminta Segera Tinggalkan Ukraina
- account_circle Reski
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto:Situasi di Kyiv memanas setelah Rusia meningkatkan serangan militer ke pusat pemerintahan Ukraina.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta,(duasatunews.com) — Rusia meningkatkan tekanan militer terhadap Ukraina dengan rencana serangan baru ke Kyiv. Pemerintah Rusia menegaskan militernya akan menyerang fasilitas industri militer, pusat komando, dan titik pengambilan keputusan di ibu kota Ukraina.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyampaikan peringatan kepada warga negara asing, diplomat, dan organisasi internasional agar segera keluar dari Kyiv demi keselamatan mereka.
“Angkatan Bersenjata Rusia mulai melancarkan serangan sistematis terhadap fasilitas industri militer Ukraina di Kyiv,” ujar pemerintah Rusia dalam pernyataan resminya, Selasa (26/5/2026).
Selama akhir pekan, Rusia menggempur sejumlah wilayah Ukraina menggunakan drone dan rudal. Serangan itu menewaskan sedikitnya empat orang serta melukai puluhan warga di beberapa daerah, termasuk Kyiv.
Rusia juga mengklaim memakai rudal hipersonik Oreshnik dalam operasi tersebut. Rudal itu mampu melaju hingga 10 kali kecepatan suara dan dapat membawa hulu ledak nuklir.
Moskow menyebut serangan terbaru itu sebagai balasan atas dugaan serangan Ukraina di wilayah Luhansk yang menewaskan 21 orang. Presiden Rusia Vladimir Putin kemudian memerintahkan militer untuk meningkatkan operasi balasan.
Di sisi lain, Ukraina menilai ancaman Rusia hanya bagian dari tekanan politik. Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha meminta negara-negara mitra tetap mendukung Kyiv dan tidak terpengaruh ancaman Moskow.
“Kami meminta para mitra tidak menyerah pada pemerasan Rusia,” kata Sybiha.
Perang Rusia dan Ukraina berlangsung sejak Februari 2022. Konflik tersebut kini menjadi salah satu perang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II dan terus memicu ketegangan global.
- Penulis: Reski
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar