Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa dan Peneliti Muda
- account_circle Ahmat
- calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
- visibility 606
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Pelatihan karya ilmiah menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa dan peneliti muda. Oleh karena itu, kemampuan menulis karya ilmiah yang baik sangat menentukan kualitas riset. Selain itu, keterampilan ini juga membuka peluang publikasi di jurnal bereputasi. Menjawab kebutuhan tersebut, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Daerah (LP2D) menggelar pelatihan khusus di Jakarta.
Peserta dari Berbagai Kampus
LP2D mengadakan pelatihan karya ilmiah pada 15 November 2025. Kegiatan ini berlangsung di Kantor LP2D. Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Para peserta berasal dari berbagai kampus di Indonesia. Mereka terdiri atas mahasiswa, dosen, dan peneliti muda.
Melalui kegiatan ini, LP2D menargetkan peningkatan kemampuan akademik peserta. Selain itu, pelatihan ini menekankan pentingnya etika akademik dalam penelitian. Dengan begitu, peserta tidak hanya fokus pada teknik menulis, tetapi juga pada tanggung jawab ilmiah.
Narasumber Berpengalaman di Bidang Publikasi
Sebagai narasumber utama, LP2D menghadirkan Kandidat Doktor Syahiruddin, MM. Ia memiliki pengalaman luas di bidang riset dan publikasi ilmiah. Dalam sesi materi, Syahiruddin memaparkan struktur karya ilmiah yang tepat. Selanjutnya, ia menjelaskan strategi agar artikel dapat menembus jurnal nasional dan internasional.
Tujuan Pelatihan dan Harapan Panitia
Ketua Panitia Pelaksana, Saydul, menyampaikan tujuan kegiatan secara jelas. Menurutnya, pelatihan karya ilmiah ini dirancang secara bertahap dan praktis. Oleh sebab itu, peserta dapat memahami proses penulisan dari awal hingga akhir.
“Kami ingin peserta mampu menulis karya ilmiah yang layak publikasi,” ujarnya.
Workshop Praktik Penulisan Ilmiah
Selain menerima materi, peserta juga mengikuti workshop praktik. Pada tahap ini, peserta mempelajari cara memilih topik penelitian. Kemudian, mereka mendalami teknik pengumpulan data. Setelah itu, peserta berlatih melakukan analisis sederhana.
Tidak hanya itu, peserta juga mempelajari penyusunan sitasi dan daftar pustaka. Dengan panduan langsung dari narasumber, peserta memahami kesalahan umum dalam penulisan referensi.
Diskusi Interaktif dan Penguatan Budaya Riset
Selama sesi diskusi, peserta aktif mengajukan pertanyaan. Sementara itu, narasumber memberikan masukan secara langsung. Akibatnya, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang karya ilmiah yang mereka susun.
Melalui pelatihan karya ilmiah, LP2D terus mendorong penguatan budaya riset. Dengan program berkelanjutan ini, LP2D berharap kualitas penelitian di Indonesia semakin meningkat. Pada akhirnya, publikasi ilmiah nasional dapat bersaing di tingkat global.
- Penulis: Ahmat

Saat ini belum ada komentar