Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » KERUSAKAN LINGKUNGAN DI SULAWESI TENGGARA : Kritik Akademik terhadap Pemerintah dan Oligarki ekstraktif

KERUSAKAN LINGKUNGAN DI SULAWESI TENGGARA : Kritik Akademik terhadap Pemerintah dan Oligarki ekstraktif

  • account_circle Dr. Eni Samayati
  • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
  • visibility 1.043
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,Duasatunews.com — Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, di Sulawesi Tenggara, kekayaan tersebut justru melahirkan ironi ekologis. Daerah dengan cadangan nikel besar ini menjadi pusat aktivitas pertambangan selama dua dekade terakhir. Sayangnya, ekspansi tambang yang masif tanpa tata kelola berkelanjutan memicu persoalan lingkungan dan sosial yang semakin serius.

Perusahaan tambang terus memamerkan capaian produksi dan keuntungan. Pada saat yang sama, masyarakat lokal menanggung kenaikan biaya hidup, kerusakan lingkungan, dan penurunan kualitas kesehatan. Industri tambang kerap menutupi realitas ini dengan narasi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah dan korporasi sering mempromosikan sektor pertambangan sebagai motor pembangunan daerah. Namun, kajian akademik menunjukkan bahwa dampak ekologis dan sosial jauh melampaui manfaat ekonominya. Model bisnis ekstraktif mendorong degradasi hutan, pencemaran pesisir, dan melemahkan posisi sosial masyarakat lokal.

Ekspansi nikel meninggalkan jejak kerusakan hutan, sedimentasi laut, serta konflik agraria yang terus meningkat. Korporasi mengakumulasi keuntungan dari sumber daya negara, sementara masyarakat menanggung kerugian ekologis dan sosial—pengusaha bermandikan uang, rakyat bermandikan debu.

Ekspansi Tambang dan Praktik Ekstraksi Tanpa Etika

Perusahaan membuka ribuan hektare hutan untuk pit tambang, tetapi sering mengabaikan reklamasi. Hilangnya vegetasi mempercepat erosi tanah laterit yang rapuh dan mencemari sungai serta pesisir. Praktik ini mencerminkan pola ekstraksi cut-and-leave yang secara sadar menekan biaya lingkungan demi meningkatkan keuntungan.

Selain itu, perusahaan mengelola limbah tambang tanpa transparansi. Aktivitas smelter menghasilkan debu nikel, sementara limpasan stockpile membawa sedimen ke sungai dan laut. Perusahaan jarang membuka dokumen pemantauan lingkungan seperti RKL-RPL kepada publik. Kondisi ini menciptakan ketimpangan informasi antara korporasi dan masyarakat.

Pesisir Rusak, Nelayan Kehilangan Penghidupan

Sedimentasi laut di Kolaka, Konawe Kepulauan, dan Lasolo Kepulauan muncul akibat buruknya pengendalian limpasan tambang. Endapan sedimen merusak terumbu karang, menurunkan biomassa ikan, dan menghilangkan sumber penghidupan nelayan.

Jika perusahaan benar-benar menjalankan komitmen keberlanjutan dan CSR, kerusakan pesisir tidak akan separah ini. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa orientasi keuntungan jangka pendek tetap mendominasi kebijakan operasional perusahaan.

Beban Sosial dan Kesehatan Ditanggung Masyarakat

Ekspansi tambang mendorong penggusuran terselubung dan konflik agraria. Perusahaan sering masuk ke wilayah dengan status lahan belum tuntas tanpa melibatkan masyarakat secara setara. Pendekatan legal-formal berbasis izin administratif mengabaikan realitas sosial dan hak masyarakat adat.

Aktivitas hauling dan smelter meningkatkan paparan debu yang memicu ISPA, sementara sedimentasi menurunkan kualitas air. Namun, perusahaan cenderung mengalihkan tanggung jawab dengan menyalahkan faktor alam. Sikap ini menunjukkan penghindaran tanggung jawab moral terhadap dampak operasional mereka.

Regulasi Lemah, Pengawasan Tidak Efektif

Indonesia telah memiliki UU Minerba dan UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Namun, lemahnya penegakan hukum memberi ruang bagi perusahaan untuk mengabaikan kewajiban lingkungan. Hubungan kepentingan antara elite politik dan korporasi memperparah kondisi ini.

Keterbatasan jumlah pengawas, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta relasi ekonomi-politik membuat banyak perusahaan lolos dari sanksi meskipun kerusakan lingkungan terlihat jelas.

Mengapa Perusahaan Tambang Sulit Dikritik

Industri tambang di Sulawesi Tenggara beroperasi dalam struktur oligarki ekstraktif. Korporasi menguasai akses sumber daya, elite politik menggantungkan pendapatan daerah pada tambang, dan masyarakat memiliki posisi tawar yang lemah. Perusahaan juga mengontrol informasi kerusakan lingkungan sehingga kritik publik sulit berkembang.

Narasi pembangunan dan penyerapan tenaga kerja terus meredam protes lingkungan dan kritik akademik.

Kajian akademik menegaskan bahwa perusahaan tambang memainkan peran utama dalam kerusakan lingkungan di Sulawesi Tenggara. Tanpa penegakan hukum yang tegas, audit independen, transparansi data, dan penguatan peran masyarakat, industri tambang akan terus mengorbankan lingkungan dan kesejahteraan rakyat demi keuntungan jangka pendek.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesawat Sipil Dilaporkan Alami Insiden Keamanan Saat Hendak Mendarat di Papua

    Pesawat Sipil Dilaporkan Alami Insiden Keamanan Saat Hendak Mendarat di Papua

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 582
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Sebuah pesawat sipil mengalami insiden keamanan saat hendak mendarat di wilayah pegunungan Papua, Kamis. Insiden itu terjadi ketika pesawat memasuki fase akhir pendaratan. Seluruh penumpang dan awak pesawat selamat. Informasi awal menyebutkan bahwa warga sekitar bandara mendengar suara letusan dari arah darat. Hingga kini, otoritas terkait masih mendalami sumber dan penyebab suara […]

  • Petro Akan Temui Trump di Tengah Isu Ancaman Operasi Militer AS

    Petro Akan Temui Trump di Tengah Isu Ancaman Operasi Militer AS

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 590
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pertemuan Petro Trump kembali menarik perhatian dunia internasional. Presiden Kolombia Gustavo Petro memastikan kunjungannya ke Washington, Amerika Serikat, untuk bertemu Presiden AS Donald Trump. Kedua pemimpin akan menggelar pertemuan di Gedung Putih pada pekan pertama Februari. Melalui pertemuan Petro Trump, kedua negara akan membahas isu keamanan global dan hubungan bilateral. Petro dan […]

  • ilustrasi kasus dakwaan pelaku penembakan Gedung Putih

    Penembakan Gedung Putih: AS Tambah Dakwaan Pelaku

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Washington, D.C. (duasatunews.com) – Kasus penembakan Gedung Putih memasuki babak baru setelah Jaksa Amerika Serikat untuk Distrik Columbia, Jeanine Pirro, menyatakan pemerintah akan menambah dakwaan terhadap pelaku. Ia menyampaikan hal tersebut pada Senin, sementara penyelidikan terus berkembang. Otoritas telah membawa tersangka, Cole Tomas Allen, ke pengadilan federal. Jaksa menjeratnya dengan sejumlah dakwaan, termasuk percobaan pembunuhan […]

  • Evaluasi Pegawai DJP Jadi Fokus Kementerian Keuangan

    Evaluasi Pegawai DJP Jadi Fokus Kementerian Keuangan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Evaluasi pegawai DJP menjadi fokus Kementerian Keuangan menyusul pengusutan dugaan pelanggaran di lingkungan perpajakan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan menilai keterlibatan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan menyiapkan langkah tegas sesuai tingkat pelanggaran.(Baca juga laporan ekonomi lainnya di kanal Ekonomi: https://duasatunews.com/category/ekonomi) “Nanti kami evaluasi. Pegawai pajak bisa kami rotasi. […]

  • Penggeledahan KPK Pati di kantor bupati terkait kasus pemerasan

    Penggeledahan KPK Pati, Kantor Bupati Diperiksa

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 660
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Penggeledahan KPK Pati menandai lanjutan penyidikan kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati. Pada Kamis, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor dan rumah dinas bupati untuk mengumpulkan bukti tambahan. Langkah ini berkaitan langsung dengan perkara yang menjerat Bupati Pati nonaktif Sudewo. Sebelumnya, KPK melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten […]

  • Penikaman Karyawan Rich Club Kendari Belum Terungkap

    Penikaman Karyawan Rich Club Kendari Belum Terungkap

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 534
    • 0Komentar

    JAKARTA,Duasatunews.com – Dua pekan setelah insiden penikaman terhadap karyawan Rich Club Kitchen Bar Executive Karaoke and Lounge di Kota Kendari, kepolisian belum menangkap satu pun terduga pelaku. Kondisi ini memicu sorotan publik, terutama setelah aparat menyebut alasan “zona merah” sebagai kendala penangkapan. Para korban melaporkan kasus tersebut secara resmi ke kepolisian. Aparat mengklaim telah mengantongi […]

expand_less