Kurangi Rasa Ingin Tahu tentang Orang, Perbanyak Minat pada Ide dan Gagasan
- account_circle Darman
- calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
- visibility 145
- comment 0 komentar
- print Cetak

ket: Kurangi Rasa Ingin Tahu tentang Orang, Perbanyak Minat pada Ide dan Gagasan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com — Di tengah derasnya arus informasi dan media sosial, masyarakat perlu menempatkan rasa ingin tahu secara lebih bijak. Daripada mengorek kehidupan pribadi orang lain, publik sebaiknya mengarahkan perhatian pada ide dan gagasan yang mendorong pertumbuhan intelektual.
Sebuah unggahan reflektif menegaskan bahwa rasa ingin tahu yang salah arah sering memicu penilaian, prasangka, dan kelelahan batin. Ketertarikan berlebihan pada kehidupan personal orang lain, baik soal luka maupun keberhasilan, jarang memberi manfaat nyata bagi pengembangan diri.
Sebaliknya, rasa ingin tahu yang fokus pada ide dan pemikiran membuka ruang pertumbuhan intelektual dan emosional. Dialog yang lahir dari pemahaman dan kerendahan hati mampu memperluas sudut pandang serta menumbuhkan kebijaksanaan.
Unggahan tersebut juga menekankan bahwa proses berpikir tidak bertujuan membandingkan diri dengan orang lain. Tujuan utamanya ialah memahami makna di balik gagasan dan pengalaman. Kebenaran pun lahir dari pertemuan antara nalar dan empati, bukan dari penilaian sepihak.
Melalui cara berpikir ini, masyarakat dapat keluar dari jebakan dikotomi benar–salah atau sukses–gagal yang berbasis pada kehidupan orang lain. Fokus berpindah pada pelajaran yang dapat diolah menjadi pemahaman yang lebih dalam.
Pendekatan ini relevan dengan kondisi sosial saat ini. Arus informasi sering mendorong sensasi ketimbang substansi. Rasa ingin tahu yang terarah pada pemikiran dan ide menjadi jalan menuju kedewasaan berpikir serta pemahaman diri yang lebih utuh.
“Menjadi manusia bukan untuk mengurusi kepribadian orang lain, sementara kepribadian diri sendiri belum tentu lebih baik. Kedewasaan lahir dari kemampuan bercermin dan memperbaiki diri, bukan dari penilaian,” tulis unggahan tersebut.
- Penulis: Darman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: https://www.kominfo.go.id/content/detail/27440/literasi-digital/0/sorotan_media

Saat ini belum ada komentar