Kadin Sultra Percepat Operasional 32 Dapur MBG hingga Wilayah Pelosok
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
- visibility 197
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Erwin Aksa (tengah) bersama Ketua Kadin Sulawesi Tenggara Anton Timbang (kiri) saat Musyawarah Provinsi Kadin Sultra di Kendari, Sabtu (14/2/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KENDARI, duasatunews.com – Ketimpangan akses gizi bagi pelajar di wilayah terpencil Sulawesi Tenggara masih terjadi. Keterbatasan layanan dan jarak distribusi membuat sebagian anak sekolah belum menerima manfaat program pangan pemerintah secara merata.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi agenda prioritas nasional. Pemerintah menargetkan peningkatan kesehatan dan tumbuh kembang anak sekolah melalui program ini. Di Sulawesi Tenggara, kondisi geografis dan sebaran penduduk memperlambat pemerataan layanan gizi.
Kadin Dorong Keterlibatan Dunia Usaha
Kamar Dagang dan Industri Sulawesi Tenggara (Kadin Sultra) mempercepat pengoperasian 32 dapur mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Erwin Aksa, meminta pengurus Kadin daerah terlibat aktif mendukung percepatan tersebut. Ia menilai peran dunia usaha penting agar program nasional berjalan efektif di daerah.
Erwin menegaskan Kadin Sultra perlu terlibat langsung dalam pembangunan dan pengelolaan dapur MBG. Menurutnya, kolaborasi ini memperkuat dukungan dunia usaha terhadap kebijakan publik.
Capaian Operasional Dapur MBG
Koordinator MBG Kadin Sultra, Marwan A Bey, menyebut 17 dari 32 dapur telah beroperasi sejak 2025 hingga awal 2026. Dapur tersebut melayani sekitar 51 ribu penerima manfaat. Setiap dapur memiliki kapasitas maksimal 3.000 orang. Sebanyak 15 dapur lain masih dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan beroperasi penuh sepanjang 2026.
Marwan menjelaskan dapur MBG mitra Kadin tersebar di Kolaka Utara, Kolaka, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Buton Tengah, Muna, Muna Barat, serta Kota Kendari dan Baubau. Kota Kendari dan Kabupaten Buton Tengah mencatat jumlah dapur terbanyak.
Pengawasan Keamanan Pangan
Percepatan operasional dapur MBG memicu perhatian publik pada aspek keamanan pangan. Program berskala besar dinilai berisiko jika pengawasan lemah. Menanggapi hal itu, Marwan memastikan tidak ada kasus keracunan makanan selama dapur MBG mitra Kadin beroperasi.
Ia menyebut pengelola dapur menerapkan pengawasan ketat sejak pemilihan bahan baku hingga distribusi. Tenaga ahli gizi mengawasi proses produksi. Seluruh dapur wajib mengikuti standar operasional Badan Gizi Nasional.
Dampak dan Tantangan ke Depan
Jika percepatan berjalan sesuai target, dapur MBG berpotensi memperluas akses gizi dan menekan kesenjangan layanan antarwilayah. Program ini juga diharapkan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.
Namun, keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada konsistensi pengawasan dan akuntabilitas pengelolaan. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha perlu memastikan program MBG berjalan aman, merata, dan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://kadin.id/kadin-daerah

Saat ini belum ada komentar