Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Tarif Kapal Selat Malaka Tidak Berlaku, Indonesia Tegaskan Kepatuhan Hukum

Tarif Kapal Selat Malaka Tidak Berlaku, Indonesia Tegaskan Kepatuhan Hukum

  • account_circle Reski
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 310
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,(duasatunews.com)//Pemerintah Indonesia menolak penerapan tarif kapal Selat Malaka. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan langkah ini untuk menjaga kepatuhan terhadap hukum internasional serta stabilitas pelayaran global.

Sugiono menjelaskan bahwa Indonesia mematuhi ketentuan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS). Aturan tersebut melarang negara kepulauan menarik biaya dari kapal yang melintasi selat internasional seperti Selat Malaka.

Sebagai rujukan, prinsip ini tercantum dalam dokumen resmi UNCLOS: https://www.un.org/depts/los/convention_agreements/texts/unclos/unclos_e.pdf

“Indonesia menghormati prinsip kebebasan pelayaran dan tidak mengenakan pungutan di jalur tersebut,” ujar Sugiono.

Dampak Tarif Kapal Selat Malaka terhadap Perdagangan

Pemerintah menilai rencana penerapan tarif kapal Selat Malaka berpotensi mengganggu arus perdagangan global. Selat ini menjadi jalur utama yang menghubungkan berbagai kawasan ekonomi dunia.

Jika kebijakan tersebut diterapkan, biaya logistik akan meningkat. Akibatnya, harga barang bisa naik dan daya saing perdagangan menurun. Oleh karena itu, pemerintah menjaga jalur pelayaran tetap terbuka dan netral.

Selain itu, Indonesia juga berkepentingan menjaga kelancaran ekspor dan impor agar pertumbuhan ekonomi tetap stabil.

Baca juga (internal):

Kajian Pungutan Kapal di Selat Malaka

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengusulkan penerapan tarif di jalur pelayaran strategis. Ia melihat peluang peningkatan penerimaan negara dari posisi geografis Indonesia.

Namun, pemerintah menilai usulan tersebut membutuhkan kajian mendalam. Pemerintah mempertimbangkan kerja sama regional, stabilitas kawasan, serta dampak geopolitik sebelum mengambil keputusan.

Sebagai perbandingan, Iran mengkaji skema serupa di Selat Hormuz.

Penolakan Tarif demi Stabilitas dan Kepercayaan

Pemerintah memilih tidak menerapkan kebijakan tersebut demi menjaga kepercayaan internasional. Indonesia ingin memperkuat perannya sebagai negara yang mendukung kebebasan pelayaran.

Langkah ini juga membantu menjaga stabilitas jalur perdagangan global. Dengan kebijakan tersebut, Indonesia memastikan akses pelayaran tetap terbuka dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Selain itu, keputusan ini mencerminkan strategi Indonesia dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dan komitmen global. Pemerintah menilai bahwa stabilitas kawasan akan memberikan manfaat ekonomi yang lebih berkelanjutan dibandingkan kebijakan yang berpotensi menimbulkan ketegangan.

  • Penulis: Reski
  • Editor: Windi anggraini

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pramono Anung membahas pengendalian banjir di Jakarta

    Penanganan Banjir Jakarta: Pramono Siapkan Flyover

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 601
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Penanganan banjir Jakarta menjadi perhatian utama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setiap kali hujan turun di Ibu Kota. Sejak memimpin Jakarta, hujan deras membuatnya terus memantau potensi genangan serta kesiapan jajaran pemerintah daerah di berbagai wilayah rawan. Hal tersebut Pramono sampaikan saat menghadiri Indonesia Economic Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa […]

  • penggeledahan Ombudsman Kejagung terkait kasus suap vonis lepas CPO

    Penggeledahan Ombudsman Kejagung di Kasus Suap CPO

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 443
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Penggeledahan Ombudsman Kejagung menarik perhatian publik pada Senin (9/3/2026). Pada hari yang sama, penyidik Kejaksaan Agung menggeledah kantor Ombudsman Republik Indonesia dan rumah salah satu komisioner. Langkah tersebut berkaitan dengan dugaan perintangan penyidikan dalam perkara minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Oleh karena itu, penyidik berupaya mengumpulkan dokumen yang […]

  • Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse
    War

    Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 964
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Do’a Atef, seorang anak perempuan berusia 12 tahun, kini menghabiskan hari-harinya dengan mengetuk pintu rumah warga untuk meminta makanan. Kadang, ia juga mengumpulkan kayu bakar dari bukit berdebu di dekat kamp pengungsi luar Rafah, Gaza selatan. Kayu itu ia gunakan untuk memasak beberapa tomat dan paprika yang diberikan orang asing. Sebelumnya, Do’a […]

  • WNI detensi Kamboja overstay menjalani proses pemulangan yang difasilitasi Kemlu RI di pusat detensi Phnom Penh.

    Kemlu Negosiasikan Pembebasan Denda Overstay bagi 1.840 WNI di Detensi Kamboja

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 182
    • 0Komentar

    JAKARTA,(duasatunews.com) – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus mempercepat pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di pusat detensi imigrasi di Kamboja. Pemerintah juga bernegosiasi dengan otoritas Kamboja agar para WNI tidak perlu membayar denda akibat melebihi izin tinggal (overstay) selama menunggu kepulangan. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan langkah tersebut dalam kegiatan […]

  • Mahasiswa KPIT mendesak pemerintah menghapus syarat desil KIP Kuliah 2026 agar mahasiswa kurang mampu mendapat bantuan pendidikan.

    Mahasiswa Koalisi Pemuda Indonesia Timur Desak Pemerintah Hapus Syarat Desil KIP Kuliah 2026

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Pemuda Indonesia Timur (KPIT) menggelar aksi damai di depan Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Senin 10 Agustus 2026. Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak pemerintah mengevaluasi dan menghapus penggunaan kategori desil sebagai salah satu persyaratan dalam penentuan penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026. […]

  • Jurgen Klopp Timnas Jerman saat menjalani pembicaraan dengan DFB terkait kursi pelatih nasional

    Klopp Dikabarkan Sepakat Latih Timnas Jerman, DFB Siapkan Kontrak Hingga 2030

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 176
    • 14Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) dikabarkan semakin dekat menunjuk mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, sebagai pelatih kepala tim nasional Jerman. Informasi tersebut muncul setelah DFB menggelar pembicaraan langsung dengan Klopp di New York, Amerika Serikat. Laporan The Athletic menyebut kedua belah pihak telah mencapai kesepahaman mengenai poin-poin utama kontrak. Jika seluruh proses selesai, […]

expand_less