Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Tarif Kapal Selat Malaka Tidak Berlaku, Indonesia Tegaskan Kepatuhan Hukum

Tarif Kapal Selat Malaka Tidak Berlaku, Indonesia Tegaskan Kepatuhan Hukum

  • account_circle Reski
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 244
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,(duasatunews.com)//Pemerintah Indonesia menolak penerapan tarif kapal Selat Malaka. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan langkah ini untuk menjaga kepatuhan terhadap hukum internasional serta stabilitas pelayaran global.

Sugiono menjelaskan bahwa Indonesia mematuhi ketentuan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS). Aturan tersebut melarang negara kepulauan menarik biaya dari kapal yang melintasi selat internasional seperti Selat Malaka.

Sebagai rujukan, prinsip ini tercantum dalam dokumen resmi UNCLOS: https://www.un.org/depts/los/convention_agreements/texts/unclos/unclos_e.pdf

“Indonesia menghormati prinsip kebebasan pelayaran dan tidak mengenakan pungutan di jalur tersebut,” ujar Sugiono.

Dampak Tarif Kapal Selat Malaka terhadap Perdagangan

Pemerintah menilai rencana penerapan tarif kapal Selat Malaka berpotensi mengganggu arus perdagangan global. Selat ini menjadi jalur utama yang menghubungkan berbagai kawasan ekonomi dunia.

Jika kebijakan tersebut diterapkan, biaya logistik akan meningkat. Akibatnya, harga barang bisa naik dan daya saing perdagangan menurun. Oleh karena itu, pemerintah menjaga jalur pelayaran tetap terbuka dan netral.

Selain itu, Indonesia juga berkepentingan menjaga kelancaran ekspor dan impor agar pertumbuhan ekonomi tetap stabil.

Baca juga (internal):

Kajian Pungutan Kapal di Selat Malaka

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengusulkan penerapan tarif di jalur pelayaran strategis. Ia melihat peluang peningkatan penerimaan negara dari posisi geografis Indonesia.

Namun, pemerintah menilai usulan tersebut membutuhkan kajian mendalam. Pemerintah mempertimbangkan kerja sama regional, stabilitas kawasan, serta dampak geopolitik sebelum mengambil keputusan.

Sebagai perbandingan, Iran mengkaji skema serupa di Selat Hormuz.

Penolakan Tarif demi Stabilitas dan Kepercayaan

Pemerintah memilih tidak menerapkan kebijakan tersebut demi menjaga kepercayaan internasional. Indonesia ingin memperkuat perannya sebagai negara yang mendukung kebebasan pelayaran.

Langkah ini juga membantu menjaga stabilitas jalur perdagangan global. Dengan kebijakan tersebut, Indonesia memastikan akses pelayaran tetap terbuka dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Selain itu, keputusan ini mencerminkan strategi Indonesia dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dan komitmen global. Pemerintah menilai bahwa stabilitas kawasan akan memberikan manfaat ekonomi yang lebih berkelanjutan dibandingkan kebijakan yang berpotensi menimbulkan ketegangan.

  • Penulis: Reski
  • Editor: Windi anggraini

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RKAB 2026 Belum Terbit, Industri Smelter Mulai Tunda Produksi

    RKAB 2026 Belum Terbit, Industri Smelter Mulai Tunda Produksi

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 577
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – RKAB 2026 smelter yang belum terbit mulai berdampak langsung pada industri pengolahan dan pemurnian mineral nasional. Sejumlah perusahaan smelter menunda produksi karena belum mengantongi persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AP3I), Haykal Hubies, menyebut banyak perusahaan smelter belum menjalankan produksi secara […]

  • Obligasi daerah menjadi alternatif pembiayaan pembangunan bagi pemerintah daerah dengan kapasitas fiskal yang kuat.

    Obligasi Daerah Efektif bagi Pemda dengan Kapasitas Fiskal Kuat, Kata Ekonom

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, menyatakan Obligasi Daerah dapat menjadi alternatif pembiayaan pembangunan ketika anggaran pemerintah daerah mengalami tekanan. Namun, setiap pemerintah daerah harus memiliki kapasitas fiskal yang kuat agar mampu memenuhi kewajiban pembayaran utang. Obligasi Daerah Jadi Alternatif Pembiayaan Yusuf mengatakan pemerintah daerah dapat memanfaatkan instrumen ini untuk […]

  • minyak Rusia Indonesia diolah di kilang Pertamina untuk ketahanan energi nasional

    Minyak Rusia Indonesia Segera Masuk, Pemerintah Jaga Ketahanan Energi

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Jakarta, (Duasatunews.com) — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan minyak Rusia Indonesia segera masuk. Pemerintah mengambil langkah ini untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika global. Pemerintah memprioritaskan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Bahlil menegaskan stok energi harus selalu siap untuk kebutuhan masyarakat dan industri. Fokus ini menjadi dasar kebijakan energi […]

  • PENGANGKATAN P3K DI KONAWE: HONORER TERLUPAKAN, YANG BARU TAMAT SEKOLAH JUSTRU LULUS

    PENGANGKATAN P3K DI KONAWE: HONORER TERLUPAKAN, YANG BARU TAMAT SEKOLAH JUSTRU LULUS

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 721
    • 0Komentar

    jakarta, DuaSatuNews.com  – Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) seharusnya menjadi solusi keadilan bagi tenaga honorer yang telah lama mengabdi. Namun dalam praktiknya, kebijakan ini justru menimbulkan kegelisahan. Banyak honorer lama kembali merasa tersisih, sementara peserta yang baru menamatkan pendidikan berhasil lolos seleksi. Honorer Lama Kembali Terpinggirkan Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius tentang keberpihakan […]

  • MBG dan Masa Depan Pendidikan Indonesia

    MBG dan Masa Depan Pendidikan Indonesia

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Admin 21
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Jakarta, DuaSatuNews – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi fondasi penting dalam membangun pendidikan Indonesia yang inklusif dan berkualitas. Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga meningkatkan konsentrasi belajar, kehadiran siswa, serta menekan angka putus sekolah. Pemerintah menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia berkaitan erat dengan kesehatan dan kecukupan gizi sejak […]

  • mindset mahasiswa dalam menentukan masa depan bangsa

    MENGUBAH MINDSET MAHASISWA

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 568
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Mengubah mindset mahasiswa bukan sekadar memperbaiki cara berpikir, tetapi menggeser cara mereka memandang masa depan. Hari ini, mahasiswa berdiri di persimpangan dua dunia: dunia yang sarat peluang dan dunia yang penuh tantangan. Jika mahasiswa mempertahankan pola pikir lama, mereka hanya akan mengulang capaian generasi sebelumnya. Namun, ketika mahasiswa mengubah mindset, mereka ikut […]

expand_less