Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Dugaan Pelanggaran Tambang, Mahasiswa Desak ESDM Tolak RKAB PT SPR

Dugaan Pelanggaran Tambang, Mahasiswa Desak ESDM Tolak RKAB PT SPR

  • account_circle Redaksi 1
  • calendar_month Kamis, 5 Nov 2026
  • visibility 36
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (DUASATUNEWS.COM) – Sejumlah mahasiswa dan pemuda menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI. Dalam aksi tersebut, mahaiswa secara tegas menyuarakan penolakan terhadap Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Stargate Pacific Resources (PT SPR) yang beroperasi di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Aksi tersebut merupakan bentuk protes sekaligus peringatan kepada Kementerian ESDM agar tidak memberikan ruang bagi perusahaan pertambangan yang masih disorot atas sejumlah dugaan persoalan lingkungan, kehutanan, dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Pasalnya, Sorotan terhadap PT SPR bukan tanpa alasan. Pada Desember 2025, sejumlah pemberitaan mengungkap dugaan aktivitas pertambangan perusahaan di kawasan hutan seluas 60,53 hektare. Perusahaan tersebut juga diberitakan berpotensi dikenai denda administratif sekitar Rp589,63 miliar. Persoalan ini perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dokumen dan klarifikasi resmi dari instansi berwenang.

Menanggapi persoalan tersebut, penanggung jawab aksi, Irwan mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap perusahaan pertambangan.

“Kalau benar terdapat dugaan aktivitas pertambangan di kawasan hutan tanpa pemenuhan ketentuan yang berlaku, lalu apa yang sudah dilakukan pemerintah? Apakah persoalan ini sudah diselesaikan? Apakah kewajiban perusahaan sudah dipenuhi? Jangan sampai persoalan sebesar ini justru tenggelam di balik kepentingan produksi dan keuntungan perusahaan.” Tegasnya

Lebih lanjut, irwan menegaskan bahwa Kementerian ESDM harus memiliki keberanian untuk mengevaluasi perusahaan yang diduga masih menyisakan persoalan hukum.

“Jangan hanya karena perusahaan memiliki modal besar, kemudian pemerintah kehilangan keberanian untuk bersikap tegas. Jika memang ditemukan dugaan pelanggaran, maka tindak sesuai hukum. Jangan ada perlakuan istimewa!” Bebernya

Selain dugaan persoalan kawasan hutan, ia juga juga meminta pemerintah mengevaluasi kewajiban reklamasi dan pascatambang PT SPR, termasuk memastikan apakah pelaksanaannya telah sesuai dengan dokumen persetujuan lingkungan dan ketentuan yang berlaku.

Mahasiswa juga turut menyoroti tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional pertambangan. Menurut mereka, keberadaan investasi seharusnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, bukan hanya menghadirkan keuntungan bagi pemegang kepentingan perusahaan.

“Jangan jadikan masyarakat lokal hanya sebagai penonton di atas tanahnya sendiri. Sumber daya alam Konawe Utara adalah kekayaan yang seharusnya memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya. Kami menolak praktik investasi yang hanya menguntungkan korporasi, tetapi mengabaikan kepentingan masyarakat setempat.” ujar Irwan

Massa juga mengingatkan bahwa persetujuan RKAB tidak boleh diberikan secara serampangan tanpa evaluasi terhadap rekam jejak kepatuhan perusahaan.

“Kami tegaskan RKAB bukan hadiah untuk perusahaan. RKAB adalah instrumen pengendalian negara. Karena itu, sebelum pemerintah memberikan persetujuan, seluruh kewajiban perusahaan harus diperiksa. Jangan sampai negara justru melegitimasi aktivitas pertambangan yang masih menyisakan persoalan hukum.” Jelasnya

Atas dasar tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Kementerian ESDM RI Yakni Mendesak Menteri ESDM RI melalui Ditjen Minerba untuk MENOLAK RKAB PT STARGATE PACIFIC RESOURCES (PT SPR) sampai seluruh persoalan kepatuhan perusahaan diperiksa dan diselesaikan sesuai ketentuan hukum dan Mendesak Kementerian ESDM bersama Kementerian Kehutanan dan Satgas PKH membuka secara transparan hasil pemeriksaan terhadap dugaan aktivitas pertambangan PT SPR di kawasan hutan seluas 60,53 hektare.

Menutup orasinya, Irwan kembali menegaskan bahwa perjuangan kami sebagai mahasiswa dan putra daerah tidak akan berhenti selama pemerintah belum menunjukkan keseriusan dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan.

“Kami tidak akan diam ketika kekayaan alam daerah kami diperlakukan seolah-olah hanya milik korporasi. Kami tidak akan berhenti mengingatkan pemerintah bahwa ada hak masyarakat yang harus dilindungi, ada lingkungan yang harus diselamatkan, dan ada hukum yang harus ditegakkan.” tutup irwan

Mahasiswa menyatakan bahwa apabila tuntutan yang mereka bawa hari ini tidak tidak mampu untuk di tindaklanjuti, maka tidak menutup kemungkinan mereka akan menggelar aksi lanjutan.

  • Penulis: Redaksi 1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan limbah ban bekas yang diduga melibatkan oknum pejabat KUPP Molawe menjadi sorotan GMH Sultra-Jakarta.

    GMH Sultra-Jakarta Soroti Dugaan Penjualan Limbah Ban Bekas dan Gratifikasi di Morosi

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – 8 Juni 2026 Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Hukum Sulawesi Tenggara-Jakarta, Abdi Aditya, mendesak aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti dugaan praktik penjualan limbah ban bekas serta dugaan gratifikasi yang melibatkan oknum pejabat di lingkungan Kesyahbandaran Molawe. Abdi Aditya menyatakan bahwa pihaknya menerima berbagai informasi dan laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas penjualan limbah ban […]

  • Tanpa Pelatih Kepala, Chelsea Tahan Imbang Man City 1-1 di Etihad

    Tanpa Pelatih Kepala, Chelsea Tahan Imbang Man City 1-1 di Etihad

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 825
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Chelsea vs Man City menjadi laga yang menyita perhatian pada lanjutan Liga Inggris musim 2025/2026. Dalam situasi tanpa pelatih kepala permanen, Chelsea mampu menahan imbang Manchester City dengan skor 1-1 di Etihad Stadium, Senin (05/01/2026) dini hari WIB. Hasil imbang ini langsung menjadi sorotan karena hadir di tengah ketidakstabilan internal yang melanda […]

  • Perang AS Israel Iran meluas ke kawasan Teluk

    Perang AS–Israel vs Iran Meluas, Negara-Negara Teluk Terjepit di Antara Eskalasi dan Netralitas

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 511
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) – Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meluas ke kawasan Teluk setelah Iran meluncurkan serangan balasan ke sejumlah kota besar. Rudal dan drone menghantam pusat ekonomi dan transportasi, mengguncang stabilitas kawasan yang selama ini relatif aman dari konflik terbuka. Serangan tersebut menempatkan negara-negara Teluk pada posisi sulit. Mereka harus memilih antara membalas […]

  • Klarifikasi PT.RJL terkait dugaan sengketa lahan mendapat tanggapan dari GMH Sultra-Jakarta.

    GMH Sultra-Jakarta Pertanyakan Klarifikasi Humas PT RJL: Siapa yang Berwenang Menyimpulkan Klaim Warga Tidak Berdasar?

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Menanggapi klarifikasi yang disampaikan Humas PT. Riota Jaya Lestari (RJL) berinisial AJ melalui konferensi pers di Hotel Majestic pada Minggu, 26 Juli 2026, terkait polemik dugaan penyerobotan lahan warga yang disebut tidak berdasar dan dinilai telah menimbulkan kegaduhan, Ketua Gerakan Mahasiswa Hukum (GMH) Sultra–Jakarta, Abdi Aditya, menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan klaim sepihak […]

  • 4 Pilar Kebangsaan Sultra dalam kehidupan masyarakat

    Sejarah dan Penguatan 4 Pilar Kebangsaan dalam Kehidupan Masyarakat Sulawesi Tenggara

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 738
    • 0Komentar

    4 Pilar Kebangsaan Sultra berperan penting dalam menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama di Sulawesi Tenggara. Jakarta, duasatunews.com – Sulawesi Tenggara dikenal sebagai wilayah dengan keragaman sosial dan budaya yang tinggi. Oleh karena itu, masyarakat di daerah ini menjadikan nilai kebangsaan sebagai pedoman hidup bersama. Selain itu, nilai […]

  • KM Cahaya Intan Celebes tenggelam di Perairan Poleang Bombana

    KM Cahaya Intan Celebes Tenggelam di Perairan Bombana

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 554
    • 0Komentar

    BOMBANA, (duasatunews.com) – KM Cahaya Intan tenggelam di Perairan Poleang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (14/2/2026). Sejak awal pelayaran, kapal motor GT 44 itu melayani rute Pelabuhan Bajoe, Kota Bone, menuju Pelabuhan Boepinang. Selain itu, kapal membawa 13 penumpang dan tujuh awak kapal. Namun demikian, seluruh penumpang dan kru selamat dari insiden tersebut. Humas […]

expand_less