Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Sudah Saatnya Menghadirkan Pendidikan Berorientasi Masa Depan

Sudah Saatnya Menghadirkan Pendidikan Berorientasi Masa Depan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 578
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com – Kualitas manusia Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Masalah ini tidak berhenti pada aspek ekonomi, tetapi menyangkut karakter sosial yang memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.

Isu mentalitas menjadi krusial saat Indonesia memasuki fase bonus demografi dan menghadapi persaingan global. Tanpa perubahan sikap dan pola pikir, peluang tersebut justru dapat memicu persoalan sosial baru. Pembangunan fisik tidak akan berjalan efektif jika karakter manusianya tertinggal.

Antropolog Koentjaraningrat sejak lama mengkritik sikap menerabas, lemahnya disiplin, dan rendahnya tanggung jawab di masyarakat. Ia menilai pola tersebut menghambat pembangunan manusia secara menyeluruh. Wartawan senior Mochtar Lubis juga mengungkap persoalan serupa dengan menyoroti kuatnya budaya feodal dalam relasi sosial.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan kembali kritik tersebut. Ia menyebut mentalitas feodal masih bertahan dan sering disertai kegemaran berlebihan pada hiburan. Haedar menilai kondisi ini harus segera diubah melalui langkah nyata. Ia menempatkan pendidikan sebagai instrumen utama transformasi mental bangsa. Ia juga meminta lembaga pendidikan terus bersikap kritis dan inovatif, bukan bertahan di zona nyaman.

Sejumlah pemerhati pendidikan menilai pandangan itu relevan dengan kondisi saat ini. Mereka melihat banyak institusi pendidikan masih menekankan capaian administratif. Penguatan karakter dan daya nalar kritis belum menjadi fokus utama. Di sisi lain, publik juga menuntut negara menghadirkan kebijakan pendidikan yang konsisten dan berjangka panjang.

Jika perubahan mentalitas tidak segera berjalan, masyarakat akan menanggung dampaknya. Produktivitas tenaga kerja bisa stagnan. Kesenjangan sosial berpotensi melebar. Daya saing daerah juga berisiko tertinggal. Sebaliknya, pendidikan yang menanamkan disiplin dan tanggung jawab dapat memperkuat fondasi sosial.

Pembahasan ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia tidak bisa ditunda. Pendidikan memegang peran sentral, tetapi membutuhkan komitmen bersama. Tanpa langkah konkret, kritik terhadap mentalitas bangsa akan terus berulang tanpa hasil nyata.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • shutdown bandara as antrean panjang keamanan tsa

    Shutdown Bandara AS Picu Antrean Panjang

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Washington, (duasatunews.com) – Shutdown bandara AS memicu gangguan besar pada operasional penerbangan setelah sebagian layanan pemerintah berhenti. Bandara di seluruh Amerika Serikat mengalami antrean panjang di pos pemeriksaan keamanan. Banyak penumpang menghadapi penundaan hingga penerbangan terlewat akibat kondisi tersebut. Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menyatakan gangguan terjadi secara luas. Dalam pernyataan di media sosial, lembaga […]

  • Kanada tidak buka hubungan diplomatik dengan Iran menurut Menteri Luar Negeri Anita Anand

    Kanada Iran hubungan diplomatik tolak tanpa perubahan rezim

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Istanbul, (duasatunews.com) – Kanada Iran hubungan diplomatik hingga kini belum menunjukkan tanda pemulihan. Pemerintah Kanada menegaskan tidak akan membuka kembali hubungan resmi dengan Iran selama belum terjadi perubahan rezim serta perbaikan nyata dalam isu hak asasi manusia (HAM). Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, menyampaikan sikap tersebut saat menghadiri Konferensi Keamanan Munich. Ia menilai pemerintah […]

  • Evaluasi Pegawai DJP Jadi Fokus Kementerian Keuangan

    Evaluasi Pegawai DJP Jadi Fokus Kementerian Keuangan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 472
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Evaluasi pegawai DJP menjadi fokus Kementerian Keuangan menyusul pengusutan dugaan pelanggaran di lingkungan perpajakan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan menilai keterlibatan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan menyiapkan langkah tegas sesuai tingkat pelanggaran.(Baca juga laporan ekonomi lainnya di kanal Ekonomi: https://duasatunews.com/category/ekonomi) “Nanti kami evaluasi. Pegawai pajak bisa kami rotasi. […]

  • guru honorer Bekasi gagal PPPK menangis di DPR

    Guru Honorer PPPK Gagal Ikut Seleksi, Menangis di DPR

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 528
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Nasib guru honorer PPPK kembali menjadi sorotan publik setelah seorang tenaga pendidik asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyampaikan keluhannya secara langsung di hadapan anggota DPR RI. Momen tersebut terjadi dalam audiensi Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Kompleks Parlemen, Senin (2/2/2026). Guru honorer SDN Wanasari 01 Cibitung, Indah Permata Sari, mengaku telah […]

  • Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan sikap tolak utang IMF dalam rapat resmi terkait kondisi APBN Indonesia

    “Purbaya Tolak Tawaran Utang IMF, Tegaskan APBN RI Tetap Kuat”

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 273
    • 2Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//Purbaya tolak utang IMF saat menghadiri forum internasional di Washington DC. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan sikap tersebut dalam pertemuan dengan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank. Ia menegaskan bahwa kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih terjaga. Pemerintah tetap mempertahankan batas defisit di level 3 persen meski harga minyak mengalami kenaikan. […]

  • Demo IPMKU Jakarta menentang praktik tambang ilegal Konawe Utara

    Aksi Jilid II IPMKU Jakarta: PT Kembar Emas Sultra Diduga Jual ore nikel Tanpa RKAB, Kejagung Didesak Bertindak

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 602
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Ikatan Pemuda Mahasiswa Konawe Utara–Jakarta (IPMKU Jakarta) kembali menggelar aksi unjuk rasa Jilid II di Jakarta, Rabu (14/1/2026). Pada aksi tersebut, massa bergerak secara beruntun ke tiga lokasi. Pertama, mereka mendatangi Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Selanjutnya, mereka menggelar aksi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Setelah itu, massa melanjutkan aksi […]

expand_less