Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » POST TRUTH PESTA DEMOKRASI

POST TRUTH PESTA DEMOKRASI

  • account_circle Dr. Eni Samayati
  • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
  • visibility 1.508
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com – Fenomena post-truth dalam pesta demokrasi semakin menguat dalam kehidupan politik Indonesia. Saat ini, emosi dan sentimen sering mengalahkan fakta. Akibatnya, opini publik mudah digiring oleh narasi manipulatif, bukan oleh data dan kebenaran.

Demokrasi yang Kehilangan Arah Nalar

Pada kenyataannya, Indonesia sedang melewati fase sosial-politik yang melelahkan. Pemerintah kerap melahirkan kebijakan tanpa dialog terbuka. Selain itu, ruang kritik publik terus menyempit. Karena itu, masyarakat kesulitan berpikir secara bebas dan rasional.

Lebih jauh, banyak program berjalan tanpa kajian yang matang. Pemerintah juga sering mengabaikan uji publik. Akibatnya, kebijakan gagal menjawab kebutuhan nyata rakyat. Situasi ini, pada akhirnya, memperbesar krisis kepercayaan terhadap negara.

Kritik Dipersempit, Polarisasi Diperlebar

Dalam iklim post-truth, kekuasaan menganggap dukungan sebagai kebenaran. Sebaliknya, mereka mencurigai kritik sebagai ancaman politik. Pola ini jelas merusak prinsip demokrasi. Padahal, demokrasi hidup dari perbedaan pendapat.

Lebih ironis lagi, penguasa sering memberi label negatif pada suara kritis. Mereka menyebut kritik sebagai radikalisme atau gangguan stabilitas. Karena itu, ketakutan tumbuh di ruang publik. Banyak warga akhirnya memilih diam daripada bersuara.

Narasi Palsu dan Peran Prajurit Maya

Untuk menjaga kepentingan politik, elite kekuasaan memanfaatkan narasi menyesatkan. Mereka menggerakkan aktor anonim di media sosial. Para prajurit maya ini menyerang lawan dengan stigma dan hoaks. Setelah itu, mereka menghilang tanpa jejak.

Akibat praktik ini, ruang digital berubah menjadi medan konflik. Diskusi sehat menghilang. Sebaliknya, provokasi dan ujaran kebencian mendominasi. Oleh karena itu, perpecahan sosial semakin sulit dicegah.

Suara Jalanan yang Dianggap Gangguan

Di sisi lain, penguasa sering memandang demonstrasi sebagai ancaman ketertiban. Mereka tidak melihatnya sebagai bagian dari demokrasi. Aparat kerap merespons aksi damai dengan pendekatan represif. Gas air mata pun menggantikan dialog.

Akibatnya, kepercayaan publik terus menurun. Negara gagal mendengar suara warganya sendiri. Dengan demikian, demokrasi kehilangan makna substansialnya.

Pesta Demokrasi Tanpa Substansi

Setiap lima tahun, negara menggelar pemilu dengan anggaran besar. Pemerintah menghabiskan triliunan rupiah. Namun, rakyat jarang merasakan manfaatnya. Proses demokrasi justru terasa elitis dan transaksional.

Dalam konteks post-truth dalam pesta demokrasi, pemilu sering hanya menjadi formalitas. Banyak pihak meragukan keadilan prosesnya. Karena itu, demokrasi tampak sekadar label administratif, bukan kehendak rakyat.

Melawan Post-Truth demi Masa Depan Demokrasi

Pada akhirnya, demokrasi membutuhkan nalar dan kejujuran. Masyarakat harus kembali menghargai fakta. Negara wajib membuka ruang kritik yang sehat. Selain itu, media dan warga perlu aktif melawan narasi palsu.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, demokrasi akan semakin rapuh. Indonesia berisiko kehilangan arah. Oleh sebab itu, melawan post-truth bukan pilihan, melainkan keharusan demi masa depan demokrasi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Cabut Izin Perusahaan yang Melanggar Aturan

    Prabowo Cabut Izin Perusahaan yang Melanggar Aturan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 683
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikap pemerintah dengan mencabut izin perusahaan yang melanggar aturan. Presiden menyatakan tidak akan ikut campur dalam proses pencabutan izin usaha, meskipun perusahaan tersebut berpotensi melibatkan pihak yang memiliki kedekatan pribadi maupun politik dengannya, termasuk kader Partai Gerindra. Prabowo menyampaikan pernyataan itu saat menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada […]

  • Indonesia minta DK PBB usut insiden UNIFIL di Lebanon saat patroli TNI

    Insiden UNIFIL Lebanon, Indonesia Desak DK PBB Bertindak

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 416
    • 0Komentar

    JAKARTA (duasatunews.com) –  insiden UNIFIL Lebanon kembali menjadi sorotan setelah ledakan di El Addaiseh, Lebanon selatan, Jumat (3/4), melukai tiga prajurit TNI. Selain itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Pemerintah menilai peristiwa ini serius karena terjadi berulang dalam waktu singkat. Investigasi Insiden UNIFIL oleh DK PBB Indonesia meminta Dewan […]

  • Ilustrasi kasus penikaman karyawan Rich Club Kendari di area parkiran pada malam hari yang hingga kini masih dalam penanganan kepolisian

    Dua Pekan Tanpa Kepastian, Kinerja Polisi Dipertanyakan dalam Kasus Penikaman Karyawan Rich Club Kendari

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Dua pekan telah berlalu sejak insiden penikaman terhadap karyawan tempat hiburan malam di Kota Kendari. Namun, polisi belum menunjukkan perkembangan berarti dalam penanganan kasus tersebut. Hingga kini, aparat belum mengamankan para terduga pelaku. Di sisi lain, korban masih menjalani perawatan medis dan pemulihan trauma. Kondisi ini memicu keresahan publik. Peristiwa tersebut terjadi […]

  • aksi mahasiswa Sultra laporkan dugaan tambang ilegal ke Kejaksaan Agung RI

    Aksi Mahasiswa Sultra Laporkan Tambang Ilegal

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Nur Wayda
    • visibility 5.451
    • 170Komentar

    Jakarta, duasatunews.com | Forum Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi unjuk rasa di Kejaksaan Agung RI dan Mabes Polri, Rabu (11/6/2025). Melalui aksi tersebut, mereka melaporkan dugaan pelanggaran aktivitas pertambangan yang melibatkan CV. Yulan Pratama di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Dalam aksi itu, massa menyoroti aktivitas pertambangan CV. Yulan Pratama yang berlangsung di wilayah […]

  • Itjen: Kepatuhan LHKPN Pejabat Kemenag Capai 100 Persen

    Itjen: Kepatuhan LHKPN Pejabat Kemenag Capai 100 Persen

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 486
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Inspektorat Jenderal Kementerian Agama mencatat kepatuhan pejabat dalam menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) telah mencapai 100 persen. Capaian tersebut menunjukkan komitmen Kemenag dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Inspektur Jenderal Kemenag, Khairunas, menegaskan bahwa kepatuhan LHKPN bukan titik akhir. Ia menyebut pelaporan harta sebagai tanggung jawab […]

  • Pemkab Konawe Utara Pecat Tidak Hormat 17 ASN, 14 Terlibat Korupsi

    Pemkab Konawe Utara Pecat Tidak Hormat 17 ASN, 14 Terlibat Korupsi

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 703
    • 0Komentar

    Molawe, duasatunews.com – Konawe Utara Pemecatan ASN Konawe Utara kembali menarik perhatian publik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara secara resmi memecat 17 Aparatur Sipil Negara (ASN) karena melakukan pelanggaran disiplin berat yang mencederai integritas aparatur pemerintah. Pemerintah pusat mengambil keputusan pemecatan ASN Konawe Utara secara langsung. Oleh sebab itu, Pemkab Konawe Utara segera melaksanakan keputusan […]

expand_less