Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Kemendikti Saintek Libatkan 82 Kampus untuk Pemulihan Pascabencana

Kemendikti Saintek Libatkan 82 Kampus untuk Pemulihan Pascabencana

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
  • visibility 244
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com | Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) mengerahkan ribuan mahasiswa dari 82 perguruan tinggi untuk membantu pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto secara langsung menginstruksikan keterlibatan perguruan tinggi dalam penanganan bencana di wilayah terdampak.

“Perguruan tinggi bersama kementerian telah menjalankan berbagai kegiatan pemulihan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Brian usai taklimat Presiden RI bersama akademisi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjangkau 31 kabupaten/kota dan 104 kecamatan.

Brian menambahkan, dari 82 perguruan tinggi yang terlibat, tim gabungan menerjunkan 3.746 personel kesehatan ke lapangan. Jumlah itu mencakup 2.260 tenaga medis, 1.267 tenaga kesehatan, dan 219 relawan umum.

Tenaga medis tersebut terdiri atas dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis, serta mahasiswa kedokteran. Mereka memberikan layanan kesehatan dan pendampingan langsung kepada masyarakat terdampak bencana.

Menurut Brian, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam kegiatan akademik. Institusi pendidikan tinggi juga harus hadir sebagai solusi atas persoalan kebangsaan, termasuk saat bencana alam terjadi.

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi pengamat. Perguruan tinggi harus menjadi bagian dari solusi bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Brian memaparkan potensi besar pendidikan tinggi nasional. Saat ini, Indonesia memiliki 4.614 perguruan tinggi negeri dan swasta. Dunia pendidikan tinggi juga didukung sekitar 303 ribu dosen dan 9,9 juta mahasiswa aktif.

Keterlibatan perguruan tinggi secara masif diharapkan mampu mempercepat pemulihan sosial, kesehatan, dan kemanusiaan di wilayah terdampak. Upaya ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan tinggi dalam menghadapi situasi darurat nasional.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kasus mahasiswi tewas di Cikarang di Apartemen Riverview Cikarang Utara

    Lima Tersangka Diamankan, Kasus Mahasiswi Tewas di Apartemen Cikarang Terungkap

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Polres Metro Bekasi menangkap lima orang terkait kasus tewasnya seorang mahasiswi di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Polisi menetapkan kelimanya sebagai tersangka setelah menyelesaikan penyelidikan. Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Sumarni menyebut para tersangka berperan dalam peredaran obat ilegal. Korban mengonsumsi obat tersebut sebelum meninggal dunia. Kasus ini bermula dari laporan warga pada […]

  • Hutan Sulawesi Tenggara terancam aktivitas tambang

    Hutan Sulawesi Tenggara di Titik Kritis, Ekspansi Tambang Tekan Ruang Hidup Warga

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Hutan Sulawesi Tenggara kini memasuki fase kritis seiring ekspansi pertambangan yang terus meluas, terutama di sektor nikel. Selama ini, kawasan hutan menopang kehidupan masyarakat melalui sumber air, pangan, dan nilai budaya. Namun demikian, aktivitas industri ekstraktif justru semakin menggerus ruang hidup warga. Di berbagai kabupaten, perusahaan tambang beroperasi dengan membawa narasi pertumbuhan […]

  • IRWANUDDIN H.I KULLA BERI KULIAH UMUM DIKAMPUS PEP BANDUNG

    IRWANUDDIN H.I KULLA BERI KULIAH UMUM DIKAMPUS PEP BANDUNG

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 1.298
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Energi nuklir di Indonesia kembali menjadi topik penting dalam agenda transisi energi nasional. Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung mengangkat isu tersebut melalui kuliah umum bertema “Proses dan Tantangan Penerapan Energi Nuklir di Indonesia” pada Selasa (22/4/2025). PEP Bandung menghadirkan Irwanuddin H.I. Kulla sebagai narasumber utama. Ia menjabat Tenaga Ahli Menteri Energi […]

  • Polda NTB Tetapkan Dua Tersangka Tambang Emas Ilegal di Sekotong

    Polda NTB Tetapkan Dua Tersangka Tambang Emas Ilegal di Sekotong

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 265
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Aktivitas tambang emas ilegal di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, kembali menyedot perhatian publik. Selain itu, praktik tersebut mengancam lingkungan dan kawasan wisata. Akibatnya, warga menghadapi risiko konflik sosial yang berulang. Sebelumnya, ketegangan sempat memuncak pada Agustus 2024. Saat itu, massa membakar lokasi tambang di Desa Batu Montor. Peristiwa tersebut menandai puncak keresahan […]

  • Ketua Satgas MBG Lampung Saipul saat diwawancarai wartawan terkait program MBG di Bandarlampung

    Satgas: 2,7 Juta Warga Lampung Terima MBG, Infrastruktur Masih Jadi Tantangan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 177
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung menjangkau jutaan warga. Namun, di balik capaian itu, masalah distribusi dan kesiapan dapur layanan masih menyisakan pekerjaan rumah. Kondisi tersebut berpengaruh langsung pada kualitas asupan gizi dan konsentrasi belajar anak-anak. Isu Krusial di Tengah Percepatan Program Nasional Pemerintah mendorong MBG sebagai program strategis nasional untuk […]

  • dampak tambang nikel Sultra terhadap lingkungan

    KERUSAKAN LINGKUNGAN DI SULAWESI TENGGARA : Kritik Akademik terhadap Pemerintah dan Oligarki ekstraktif

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Dr. Eni Samayati
    • visibility 618
    • 0Komentar

    JAKARTA,Duasatunews.com — Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, di Sulawesi Tenggara, kekayaan tersebut justru melahirkan ironi ekologis. Daerah dengan cadangan nikel besar ini menjadi pusat aktivitas pertambangan selama dua dekade terakhir. Sayangnya, ekspansi tambang yang masif tanpa tata kelola berkelanjutan memicu persoalan lingkungan dan sosial yang semakin serius. Perusahaan tambang terus memamerkan […]

expand_less