Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Modus OTT KPK Berubah, Ketua KPK Ungkap Pola Baru

Modus OTT KPK Berubah, Ketua KPK Ungkap Pola Baru

  • account_circle Darman
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • visibility 188
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Modus OTT KPK berubah seiring perkembangan praktik korupsi yang semakin kompleks. Seiring dengan itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melihat pelaku tidak lagi mengandalkan penyerahan uang tunai. Sebaliknya, mereka kini aktif menyamarkan aliran dana melalui transaksi berlapis.

Jakarta, duasatunews.com  — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menegaskan bahwa modus OTT KPK berubah secara nyata. Saat ini, pelaku korupsi meninggalkan pola pertemuan langsung. Sebagai gantinya, mereka menggunakan skema layering untuk mengaburkan jejak dana.

Pernyataan tersebut Setyo sampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu. Dalam forum itu, ia menilai praktik serah terima uang secara fisik semakin jarang ditemukan.

Menurut Setyo, pelaku korupsi kini aktif memanfaatkan sistem keuangan modern. Misalnya, mereka menggunakan rekening perantara, transaksi berantai, dan pemisahan dana dalam beberapa tahap. Akibatnya, proses pelacakan dana menjadi lebih kompleks dan membutuhkan ketelitian sejak awal.

“Dulu pelaku bertemu langsung dan menyerahkan uang secara fisik. Namun sekarang, mereka menggunakan layering. Oleh karena itu, dalam waktu 1×24 jam kami memaksimalkan proses untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa,” ujar Setyo.

Penyesuaian Strategi Operasi Tangkap Tangan

Sejalan dengan perubahan tersebut, KPK menyesuaikan strategi operasi tangkap tangan. Pertama, penyidik mengumpulkan informasi awal. Selanjutnya, tim menelusuri transaksi dan memetakan peran pihak terkait. Setelah itu, KPK menentukan waktu penindakan yang paling tepat.

Setyo menjelaskan bahwa pendekatan ini memberi gambaran utuh sejak awal. Dengan demikian, OTT tidak hanya berfungsi sebagai penangkapan pelaku. Lebih jauh, KPK menargetkan pengungkapan keseluruhan skema dan aliran dana korupsi.

Selain itu, strategi ini juga memperkuat pembuktian hukum. Pada akhirnya, KPK ingin menutup celah yang sering dimanfaatkan pelaku untuk menghindari jerat hukum.

Tantangan Pemberantasan Korupsi

Di sisi lain, perubahan modus OTT KPK berubah seiring meningkatnya kejahatan keuangan yang terorganisir. Saat ini, digitalisasi transaksi mempercepat pergerakan dana dan memperluas jaringan pelaku. Karena itu, aparat penegak hukum perlu meningkatkan kapasitas analisis dan pengawasan.

KPK menilai kolaborasi antarlembaga sebagai langkah penting. Selain kolaborasi, penguatan sistem pencegahan juga menjadi prioritas. Dengan pendekatan tersebut, KPK berharap upaya pemberantasan korupsi tetap efektif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Implikasi Perubahan Modus terhadap Penegakan Hukum

Lebih lanjut, perubahan modus OTT tersebut menunjukkan bahwa praktik korupsi terus beradaptasi dengan perkembangan sistem keuangan. Oleh sebab itu, aparat penegak hukum tidak bisa lagi mengandalkan pola penindakan konvensional. Sebaliknya, KPK perlu mengedepankan analisis transaksi dan pemetaan jaringan sejak tahap awal penyelidikan.

Selain berdampak pada penindakan, perubahan modus ini juga berpengaruh terhadap strategi pencegahan. Dengan memahami pola pelapisan dana, KPK dapat menyusun langkah mitigasi yang lebih tepat sasaran. Misalnya, penguatan pengawasan transaksi dan peningkatan kerja sama dengan lembaga terkait.

Pada akhirnya, penyesuaian strategi OTT mencerminkan upaya KPK untuk tetap adaptif. Di tengah kompleksitas kejahatan keuangan, pendekatan yang lebih sistematis dinilai mampu meningkatkan efektivitas pemberantasan korupsi. Dengan demikian, OTT tidak hanya berfungsi sebagai instrumen penindakan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya penegakan hukum yang berkelanjutan.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • dana Jamrek tambang di kawasan pertambangan terbuka Indonesia

    Eni Samayati Angkat Suara Terkait Pengelolaan Dana Jamrek yang Dikendalikan Pemerintah Pusat

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 716
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Dana Jamrek tambang kembali menjadi sorotan publik. Dana Jaminan Reklamasi tambang bernilai triliunan rupiah yang tersimpan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dinilai belum memberi manfaat nyata bagi daerah penghasil tambang. Sorotan ini menguat setelah mahasiswa dan aktivis lingkungan menuntut transparansi pengelolaan dana Jamrek tambang yang seharusnya digunakan untuk pemulihan lingkungan […]

  • Dukung Kemerdekaan Palestina, Menlu RI Tegaskan Sikap

    Dukung Kemerdekaan Palestina, Menlu RI Tegaskan Sikap

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan pemerintah Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina melalui kerangka Solusi Dua Negara. Ia menyebut pendekatan ini sebagai arah utama kebijakan luar negeri Indonesia dalam merespons konflik Palestina–Israel. Sikap tersebut juga sejalan dengan pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (https://kemlu.go.id). “Oleh karena itu, arah kompas Indonesia tetap two […]

  • kebijakan Spanyol larang pesawat AS Iran di wilayah udara dan pangkalan militer

    Spanyol larang pesawat AS Iran Terbang di Wilayahnya

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 89
    • 0Komentar

    MADRID,(duasatunews.com) – Kebijakan Spanyol larang pesawat AS menjadi sorotan setelah pemerintah Madrid menutup wilayah udaranya bagi pesawat militer Amerika Serikat yang terkait operasi terhadap Iran. Langkah ini menegaskan sikap Spanyol untuk menghindari keterlibatan dalam eskalasi konflik. Spanyol Larang Pesawat AS di Wilayah Udara Pemerintah Spanyol memutuskan menutup akses wilayah udara bagi pesawat militer Amerika Serikat […]

  • Sambut Generasi Baru, Pemuda 21 Sultra–Jakarta Jemput Mahasiswa Baru 2025

    Sambut Generasi Baru, Pemuda 21 Sultra–Jakarta Jemput Mahasiswa Baru 2025

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 787
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com | Senin, 18 Agustus 2025 – Dalam rangka menyambut kedatangan mahasiswa baru asal Sulawesi Tenggara, Pemuda 21 Sultra–Jakarta menggelar kegiatan penjemputan mahasiswa baru tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di area kedatangan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Ketua Umum Pemuda 21 Sultra–Jakarta, Nabil Dean, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata solidaritas dan kepedulian terhadap […]

  • Mendagri Tito Karnavian menjelaskan WFH ASN pemda

    WFH ASN Pemda Diatur Mendagri Lewat SE Terbaru

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – WFH ASN pemda kini menjadi kebijakan resmi Kementerian Dalam Negeri. Melalui kebijakan ini, pemerintah mendorong sistem kerja yang lebih fleksibel sekaligus mempercepat digitalisasi layanan publik. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 800.1.5/3349/SJ. Dalam aturan tersebut, pemerintah menggabungkan pola kerja dari kantor (WFO) dan kerja dari rumah (WFH) […]

  • dampak tambang nikel Sultra terhadap lingkungan

    KERUSAKAN LINGKUNGAN DI SULAWESI TENGGARA : Kritik Akademik terhadap Pemerintah dan Oligarki ekstraktif

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Dr. Eni Samayati
    • visibility 620
    • 0Komentar

    JAKARTA,Duasatunews.com — Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, di Sulawesi Tenggara, kekayaan tersebut justru melahirkan ironi ekologis. Daerah dengan cadangan nikel besar ini menjadi pusat aktivitas pertambangan selama dua dekade terakhir. Sayangnya, ekspansi tambang yang masif tanpa tata kelola berkelanjutan memicu persoalan lingkungan dan sosial yang semakin serius. Perusahaan tambang terus memamerkan […]

expand_less