Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » DPR RI Soroti Lemahnya Pemenuhan Hak Pendidikan Anak Miskin

DPR RI Soroti Lemahnya Pemenuhan Hak Pendidikan Anak Miskin

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • visibility 585
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – Hak pendidikan anak miskin kembali mendapat perhatian DPR RI setelah wafatnya seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam konteks ini, Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief menyebut peristiwa tersebut sebagai bukti lemahnya perlindungan hak dasar anak dalam sistem pendidikan nasional.

“Kasus ini menunjukkan celah besar dalam pemenuhan hak belajar anak dari keluarga kurang mampu,” ujar Syarief dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).

Negara Harus Menjamin Akses Pendidikan Dasar

Pada prinsipnya, Syarief menegaskan negara harus menjamin setiap anak dapat bersekolah tanpa hambatan ekonomi. Selain itu, ia mengingatkan pemerintah mengelola anggaran pendidikan yang sangat besar melalui APBN.

Oleh karena itu, Syarief meminta pemerintah menyediakan kebutuhan dasar siswa seperti buku dan alat tulis. Dengan demikian, negara dapat mencegah tragedi serupa di masa depan.

“Anggaran pendidikan sangat besar. Karena itu, pemerintah harus memastikan anak-anak memperoleh kebutuhan belajar paling dasar,” tegas politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu.

DPR Minta Evaluasi Penyaluran Bantuan

Selanjutnya, Syarief meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengevaluasi penyaluran bantuan pendidikan. Secara khusus, ia menekankan pentingnya akurasi data penerima bantuan, terutama bagi siswa dari keluarga prasejahtera.

Di sisi lain, Syarief mendorong guru berperan aktif memantau kondisi psikologis peserta didik. Menurutnya, guru dapat mendeteksi lebih awal tekanan sosial dan ekonomi yang dialami siswa.

Dengan langkah tersebut, negara dapat melindungi hak pendidikan anak miskin agar faktor ekonomi keluarga tidak menghambat proses belajar.

Tragedi di Kabupaten Ngada

Sebelumnya, YBS (10), siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, NTT, wafat setelah mengalami tekanan berat. Dalam keseharian, keluarganya tidak mampu membeli buku dan alat tulis seharga kurang dari Rp10.000.

Akibatnya, kondisi ekonomi keluarga membatasi pemenuhan kebutuhan sekolah anak tersebut. Situasi ini pun memicu keprihatinan luas di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, kasus ini memberi peringatan keras kepada negara. Karena itu, DPR meminta pemerintah memperkuat kebijakan, pengawasan, dan pendampingan sosial agar hak pendidikan anak miskin benar-benar terlindungi di seluruh wilayah Indonesia.

Adrian Moita

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • IDF serang Teheran dengan operasi udara menargetkan kompleks pemerintahan

    IDF Serang Teheran dan Targetkan Kantor Pejabat Tinggi Iran

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 391
    • 0Komentar

    TEHERAN, (duasatunews.com)– IDF serang Teheran dengan menargetkan kantor pejabat tertinggi Iran sejak Senin malam hingga Selasa, 2–3 Maret 2026. Angkatan Udara Israel menggempur sejumlah gedung pemerintah di pusat ibu kota Iran dalam operasi militer yang mereka klaim berbasis informasi intelijen. Pasukan Israel Defense Forces mengerahkan jet tempur untuk menghantam fasilitas di kompleks kepemimpinan Iran. Pilot […]

  • GARPEM Sultra Soroti Dugaan Dampak Aktivitas Pertambangan PT Ceria Nugraha Indotama, Desak Pemerintah Bentuk Tim Evaluasi Terpadu

    GARPEM Sultra Soroti Dugaan Dampak Aktivitas Pertambangan PT Ceria Nugraha Indotama, Desak Pemerintah Bentuk Tim Evaluasi Terpadu

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 207
    • 3Komentar

    Kolaka, (duasatunews.com) — Garda Pemuda Sulawesi Tenggara (GARPEM Sultra) mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dugaan dampak aktivitas pertambangan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Desakan tersebut disampaikan menyusul beredarnya sejumlah dokumentasi foto dan video di media sosial yang memperlihatkan ruas jalan dipenuhi air […]

  • Kasus Korupsi Kuota Haji: KPK Dalami Dugaan Aliran Dana

    Kasus Korupsi Kuota Haji: KPK Dalami Dugaan Aliran Dana

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 504
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Kasus Korupsi Kuota Haji terus menjadi perhatian publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas pendalaman dugaan aliran dana terkait pembagian kuota haji khusus. Penyidik menelusuri kemungkinan adanya imbal jasa atau kompensasi dalam proses pengajuan kuota tambahan periode 2023–2024 di Kementerian Agama. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan tim penyidik akan mengklarifikasi dugaan […]

  • Banjir Jakarta Rendam 35 RT dan 23 Ruas Jalan

    Banjir Jakarta Rendam 35 RT dan 23 Ruas Jalan

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 730
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Banjir Jakarta kembali terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah ibu kota sejak dini hari. Oleh karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat banjir merendam 35 rukun tetangga (RT) dan 23 ruas jalan hingga Minggu pagi berdasarkan pemantauan pukul 09.00 WIB. Sebaran Banjir Jakarta di Permukiman Kepala Pusat […]

  • Ilustrasi rantai pasok bioetanol dari bahan baku hingga pencampuran E20 untuk mendukung energi bersih di Indonesia

    Tiga Perusahaan Energi Nasional Perkuat Rantai Pasok Bioetanol, Target E20 2028 Dipercepat

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Tiga perusahaan energi nasional mempercepat pembangunan rantai pasok bioetanol terintegrasi untuk mengejar target pencampuran bioetanol 20% (E20) pada 2028. Selain itu, pemerintah mendorong percepatan implementasi melalui penyederhanaan regulasi dan peningkatan produksi. Kerja sama ini melibatkan Pertamina New & Renewable Energy, PT Perkebunan Nusantara III, dan PT Medco Energi Internasional Tbk. Ketiganya menandatangani tiga […]

  • kerusakan mangrove Konawe akibat pembangunan jetty

    KLHK Tindaklanjuti Laporan Dugaan Kerusakan Mangrove Akibat Jetty PT. DMS

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Arin fahrul Sanjaya
    • visibility 1.216
    • 1Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – 19 September 2025 Pergerakan Mahasiswa Nusantara (PANTARA) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis (18/9/2025). Aksi tersebut menyoroti dugaan kerusakan hutan mangrove akibat pembangunan jetty PT Dwimitra Multiguna Sejahtera (DMS) di Desa Tokowuta, Kecamatan Lasolo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Dalam aksi itu, massa mahasiswa mendesak […]

expand_less