KTT D-8 2026: Indonesia Dorong Kerja Sama Ekonomi Konkret
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
- visibility 222
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com – Konferensi Tingkat Tinggi Developing Eight (D-8) yang akan berlangsung di Jakarta pada April 2026 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi antarnegara berkembang. Pemerintah menargetkan forum ini menghasilkan kesepakatan nyata yang memberi dampak langsung, bukan sekadar pertemuan simbolik.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan bahwa pemerintah kini menyusun agenda pertemuan secara intensif. Pemerintah ingin memastikan setiap pembahasan mengarah pada hasil konkret yang dapat segera ditindaklanjuti oleh negara anggota.
“Setiap negara anggota memiliki kekuatan ekonomi yang berbeda. Jika negara-negara itu menyatukan potensi, kerja sama ini akan membentuk kekuatan besar,” ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Penguatan Kerja Sama Ekonomi Negara Berkembang
Indonesia memandang forum D-8 sebagai wadah strategis untuk memperluas kerja sama perdagangan, investasi, dan industri. Pemerintah mendorong negara anggota membangun kolaborasi berbasis kebutuhan nyata dan kepentingan bersama.
Melalui KTT ini, Indonesia mengajak negara anggota memperkuat koordinasi kebijakan ekonomi agar mampu menghadapi tekanan global. Pemerintah juga mendorong pertukaran pengalaman dalam pengelolaan ekonomi, pengembangan industri, dan peningkatan daya saing.
Jakarta Siap Menjadi Tuan Rumah
Pemerintah merencanakan Jakarta sebagai lokasi penyelenggaraan pertemuan tingkat tinggi tersebut. Tim teknis kini menilai sejumlah lokasi untuk memastikan kesiapan infrastruktur, keamanan, dan kelancaran agenda diplomatik internasional.
Selain pertemuan utama, Indonesia menyiapkan rangkaian kegiatan pendukung. Pemerintah ingin memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jejaring kerja sama dan memperkuat peran Indonesia di forum internasional.
Indonesia Angkat Isu Kelautan
Wakil Menteri Luar Negeri RI Arief Havas Oegroseno menjelaskan bahwa Indonesia mengusulkan isu kelautan sebagai agenda tambahan. Menurutnya, seluruh negara anggota memiliki wilayah laut yang luas, tetapi kerja sama D-8 belum pernah membahas potensi tersebut secara khusus.
Indonesia mendorong negara anggota menjadikan kelautan sebagai bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan. Pemerintah menilai kerja sama di sektor maritim dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut.
Melalui KTT ini, Indonesia berharap negara anggota memperluas cakupan kerja sama agar tidak hanya berfokus pada daratan, tetapi juga mengoptimalkan potensi ekonomi maritim.
