Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Dunia di Ambang Krisis Nuklir, AS Tuding China Gelar Uji Coba Rahasia

Dunia di Ambang Krisis Nuklir, AS Tuding China Gelar Uji Coba Rahasia

  • account_circle Darman
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 127
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com – Ketegangan keamanan global kembali meningkat ketika Amerika Serikat menuding China melakukan uji coba nuklir rahasia. Tuduhan ini langsung memicu kekhawatiran internasional karena muncul di tengah melemahnya sistem pengendalian senjata nuklir dunia.

Pada saat yang sama, dunia kehilangan salah satu pilar stabilitas strategis. Perjanjian pengendalian senjata terakhir antara AS dan Rusia telah berakhir. Akibatnya, dua negara dengan arsenal nuklir terbesar kini bergerak tanpa batasan formal.

Situasi Kritis Pasca Berakhirnya New START

Pemerintahan Presiden Donald Trump memilih tidak melanjutkan kepatuhan terhadap Perjanjian New START. Washington menilai perjanjian tersebut tidak lagi mencerminkan realitas geopolitik terkini.

Karena itu, AS mendorong kesepakatan baru yang melibatkan China dan Rusia. Selain itu, Trump juga membuka opsi melanjutkan uji coba senjata nuklir AS. Langkah ini menandai perubahan besar dalam kebijakan pengendalian senjata Amerika.

Tuduhan Uji Coba Nuklir Tahun 2020

Dalam forum internasional di Wina, Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Pengendalian Senjata dan Keamanan Internasional, Thomas DiNanno, menyampaikan tuduhan tersebut secara terbuka.

Ia menyatakan China melakukan uji coba nuklir pada 22 Juni 2020 dengan daya ledak ratusan ton TNT. Menurutnya, pemerintah AS telah mendeklasifikasi informasi terkait peristiwa itu. Namun demikian, ia tidak memaparkan rincian teknis secara terbuka.

Dugaan Upaya Menyembunyikan Aktivitas Nuklir

Lebih lanjut, DiNanno menuding militer China berusaha menyamarkan ledakan tersebut. Ia menyebut Beijing menggunakan teknik “decoupling” untuk melemahkan sinyal seismik.

Teknik ini, menurut para ahli, melibatkan pembangunan ruang bawah tanah besar. Tujuannya untuk menekan getaran ledakan. Dengan cara itu, sistem pemantauan internasional menjadi lebih sulit mendeteksi aktivitas nuklir berskala kecil.

Data Pemantauan Internasional Berbeda

Di sisi lain, Organisasi Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif menyampaikan temuan berbeda. Organisasi tersebut menyatakan sistem pemantauan global tidak mencatat data yang mendukung tudingan AS.

Sekretaris Eksekutif CTBTO, Rob Floyd, menegaskan analisis lanjutan tidak mengubah kesimpulan awal. Menurutnya, sistem internasional mampu mendeteksi ledakan setara 500 ton TNT atau lebih.

Sebagai perbandingan, sistem yang sama berhasil merekam seluruh uji coba nuklir Korea Utara. Oleh karena itu, perbedaan klaim ini menimbulkan pertanyaan di kalangan pengamat.

Perdebatan Soal Ambang Deteksi

AS tidak menyebutkan angka pasti daya ledak uji coba yang dituduhkan. Karena itu, para pakar menilai kemungkinan uji coba berdaya sangat rendah tetap terbuka.

Namun, para ahli juga menekankan pentingnya transparansi. Tanpa data terbuka, tudingan semacam ini berisiko memicu ketegangan politik alih-alih klarifikasi ilmiah.

Bantahan Resmi dari China

Sementara itu, pemerintah China membantah seluruh tuduhan tersebut. Juru bicara Kedutaan Besar China di Washington menegaskan Beijing tetap mematuhi moratorium uji coba nuklir.

China juga menyatakan konsisten dengan kebijakan tidak menggunakan senjata nuklir lebih dulu. Selain itu, Beijing menyatakan kesiapan bekerja sama menjaga sistem pelucutan senjata dan pencegahan proliferasi nuklir global.

Dampak bagi Keamanan Internasional

Perseteruan ini menambah ketidakpastian global. Tanpa perjanjian yang mengikat, risiko perlombaan senjata nuklir kembali meningkat.

Bagi kawasan Asia Pasifik, situasi ini berpotensi memicu ketegangan strategis baru. Negara-negara non nuklir pun ikut menanggung dampak instabilitas tersebut.

Tudingan AS terhadap China mencerminkan rapuhnya arsitektur pengendalian senjata nuklir saat ini. Karena itu, komunitas internasional menghadapi kebutuhan mendesak untuk memulihkan dialog, memperkuat transparansi, dan mencegah eskalasi yang dapat merugikan generasi mendatang.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • seminar nasional hilirisasi

    LP2D Bersama PUSPINEBT-ICMI Gelar Seminar Nasional di Sulawesi Tenggara Bahas Strategi Hilirisasi dan Pembangunan Nasional

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 1.546
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi salah satu daerah penghasil nikel terbesar di Indonesia. Data Badan Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat produksi nikel tahun 2019 mencapai 23.967.146 ton. Angka ini menempatkan sektor pertambangan sebagai penopang utama perekonomian daerah. (29/4/2025) Saat ini, 189 perusahaan tambang beroperasi di 12 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Perusahaan-perusahaan tersebut mengelola […]

  • HP21N desak Dirjen Minerba tolak RKAB PT BHR dalam aksi mahasiswa Sultra di Jakarta

    HP21N Desak Dirjen Minerba Tak Setujui RKAB PT BHR

    • calendar_month Sabtu, 17 Feb 2024
    • account_circle Santi
    • visibility 782
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Ratusan mahasiswa asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang tergabung dalam Himpunan Pemuda 21 Nusantara (HP21N) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Jakarta, Rabu (17/1/2024). Dalam aksi tersebut, massa secara terbuka menyoroti praktik tambang ilegal di Sultra. Karena itu, mereka meminta Dirjen Minerba menolak pengajuan Rencana Kerja dan […]

  • Kilau Emas Sekotong di Ujung Hukum

    Kilau Emas Sekotong di Ujung Hukum

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 277
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menyedot perhatian publik. Kerusakan lingkungan tampak nyata di perbukitan wilayah tersebut. Lubang bekas galian, jalur kendaraan berat, serta endapan cairan kimia di sekitar aliran air menjadi bukti langsung dampak aktivitas tambang tanpa izin. Praktik pertambangan ilegal masih marak […]

  • Wapres Gibran tinjau makan bergizi gratis Wamena

    Murid SMAN 1 Wamena Sebut Porsi MBG Lebih Banyak Saat Kunjungan Gibran

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 325
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Program makan bergizi gratis Wamena kembali menarik perhatian setelah sejumlah siswa SMA Negeri 1 Wamena, Papua Pegunungan, menyampaikan pengalaman mereka saat Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi sekolah tersebut pada Rabu (14/1/2026). Porsi Makanan Dinilai Lebih Banyak Beberapa siswa menilai porsi menu pada hari kunjungan tampak lebih banyak dari biasanya. Siswa […]

  • Pesawat Smart Air Jatuh di Nabire, Seluru Penumpang Selamat

    Pesawat Smart Air Jatuh di Nabire, Seluru Penumpang Selamat

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 121
    • 0Komentar

    jakarta, duasatunews.com – Smart Air jatuh Nabire saat melayani penerbangan perintis rute Nabire–Kaimana, Papua Barat, Selasa (27/1/2026). Insiden itu terjadi di perairan Pantai Nabire, Papua Tengah. Meski insiden berlangsung di laut, seluruh penumpang dan kru berhasil menyelamatkan diri. Pesawat jenis Cessna Grand Caravan dengan nomor registrasi PK-SNS membawa 15 orang, terdiri atas penumpang dan kru. […]

  • 4 Operator Judi Online di Bandung Barat Ditangkap, Akui Bekerja untuk Perusahaan Terhubung Kamboja

    4 Operator Judi Online di Bandung Barat Ditangkap, Akui Bekerja untuk Perusahaan Terhubung Kamboja

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 258
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Aparat kepolisian mengungkap kasus perjudian online di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, dan mengamankan empat orang terduga pelaku. Para pelaku berperan sebagai operator layanan pelanggan (customer service) pada sejumlah situs judi daring yang terhubung dengan jaringan luar negeri. Keempat tersangka berinisial Aditya Fajar, M Arman Priyatna, Reza Maulana Fadli, dan Fajar […]

expand_less