Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Krisis Pangan Sudan: 21 Juta Warga Terancam Kelaparan

Krisis Pangan Sudan: 21 Juta Warga Terancam Kelaparan

  • account_circle adrian moita
  • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
  • visibility 585
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KHARTOUM, (duasatunews,com) — Krisis pangan Sudan terus memburuk dan mengancam kehidupan jutaan warga. Lebih dari 21 juta orang, atau sekitar 45 persen penduduk Sudan, kini hidup dalam kondisi kerawanan pangan akut, berdasarkan laporan terbaru Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Program Pangan Dunia (WFP) menyebut Sudan sebagai negara yang saat ini menghadapi krisis kelaparan terbesar di dunia. Konflik bersenjata yang terus berlangsung memperburuk produksi pangan dan menghambat penyaluran bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak.

Pada Januari lalu, WFP menyatakan bahwa stok bantuan pangan di Sudan hanya mencukupi kebutuhan selama dua bulan. Krisis pendanaan yang berat memaksa lembaga tersebut mengurangi jangkauan operasinya. Hingga kini, WFP masih berupaya menghimpun dana tambahan agar dapat melanjutkan distribusi bantuan pangan secara konsisten.

WFP juga memperingatkan bahwa jutaan warga Sudan berpotensi kehilangan bantuan pangan dalam beberapa pekan ke depan jika komunitas internasional tidak segera mengambil langkah nyata. Untuk mempertahankan operasi, WFP memangkas jatah makanan hingga batas minimum yang hanya cukup untuk mempertahankan hidup.

Perang saudara yang pecah pada April 2023 mendorong Sudan ke dalam krisis kemanusiaan serius. Konflik tersebut menghancurkan infrastruktur nasional, melumpuhkan kegiatan ekonomi, dan memicu pengungsian massal di berbagai wilayah. Kondisi ini mempercepat memburuknya krisis pangan Sudan, terutama di kalangan masyarakat miskin dan kelompok rentan.

Lembaga-lembaga PBB terus mendesak negara donor dan mitra internasional untuk meningkatkan dukungan pendanaan serta menjamin akses kemanusiaan yang aman. Tanpa tambahan bantuan, krisis pangan Sudan berisiko menelan lebih banyak korban dan menimbulkan dampak fatal bagi anak-anak, perempuan, dan lansia.

Sumber: WAFA

Rekomendasi Untuk Anda

  • pembelajaran sekolah terdampak bencana di Indonesia

    Kemendikdasmen Terbitkan Kebijakan Pembelajaran bagi Sekolah Terdampak Bencana

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 501
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Bencana alam kerap mengganggu proses belajar ribuan siswa di berbagai daerah. Sekolah rusak, akses terputus, dan kondisi psikologis anak terdampak. Dalam situasi ini, negara wajib memastikan hak pendidikan tetap berjalan secara aman. Tanpa kebijakan yang jelas, penanganan pendidikan saat bencana sering bergantung pada inisiatif daerah. Akibatnya, layanan belajar tidak merata dan rawan terhenti. […]

  • Jurgen Klopp Timnas Jerman saat menjalani pembicaraan dengan DFB terkait kursi pelatih nasional

    Klopp Dikabarkan Sepakat Latih Timnas Jerman, DFB Siapkan Kontrak Hingga 2030

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 163
    • 14Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) dikabarkan semakin dekat menunjuk mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, sebagai pelatih kepala tim nasional Jerman. Informasi tersebut muncul setelah DFB menggelar pembicaraan langsung dengan Klopp di New York, Amerika Serikat. Laporan The Athletic menyebut kedua belah pihak telah mencapai kesepahaman mengenai poin-poin utama kontrak. Jika seluruh proses selesai, […]

  • Banjir Semarang menggenangi jalur pantura Semarang–Demak

    Banjir Semarang Rendam Permukiman dan Jalur Pantura

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 498
    • 0Komentar

    SEMARANG, (duasatunews.com) – Banjir Semarang kembali terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah kota sejak Minggu malam, 15 Februari 2026. Genangan air pada Senin dini hari langsung mengganggu aktivitas warga di sejumlah kawasan permukiman hingga jalur utama pantai utara Jawa. Hujan berintensitas sedang hingga tinggi menaikkan debit air secara cepat. Aliran air melampaui kapasitas drainase kota […]

  • Mendagri Tito Karnavian menjelaskan WFH ASN pemda

    WFH ASN Pemda Diatur Mendagri Lewat SE Terbaru

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 495
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – WFH ASN pemda kini menjadi kebijakan resmi Kementerian Dalam Negeri. Melalui kebijakan ini, pemerintah mendorong sistem kerja yang lebih fleksibel sekaligus mempercepat digitalisasi layanan publik. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 800.1.5/3349/SJ. Dalam aturan tersebut, pemerintah menggabungkan pola kerja dari kantor (WFO) dan kerja dari rumah (WFH) […]

  • BYD Salip Tesla, Jadi Raja Mobil Listrik Dunia

    BYD Salip Tesla, Jadi Raja Mobil Listrik Dunia

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 742
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – BYD geser Tesla EV pada 2025 setelah produsen otomotif asal China tersebut mencatat penjualan kendaraan listrik tertinggi secara global. Pergeseran ini mengubah peta persaingan industri otomotif dunia yang sebelumnya dikuasai produsen Amerika Serikat. Keberhasilan BYD mencerminkan pergeseran kekuatan industri EV global menuju Asia, seiring meningkatnya kapasitas produksi dan efisiensi biaya. Dominasi Produsen […]

  • Aktivitas Jual Beli Pasar Aceh Tamiang Pulih Pascabanjir, Warga Mulai Berbelanja

    Aktivitas Jual Beli Pasar Aceh Tamiang Pulih Pascabanjir, Warga Mulai Berbelanja

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 566
    • 0Komentar

    jakarta, duasatunews.com – Pasar Aceh Tamiang pulih secara bertahap setelah banjir melanda wilayah tersebut. Di Pasar Pagi Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, pedagang kembali membuka kios, sementara warga mulai berbelanja kebutuhan pokok meski daya beli belum sepenuhnya normal. Selain itu, pantauan di lokasi memperlihatkan warga kembali memadati pasar tradisional untuk membeli sayuran, ikan, telur, dan […]

expand_less