Percepatan Huntap Pidie Jaya Jadi Prioritas Mendagri Tito
- account_circle adrian moita
- calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
- visibility 176
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi percepatan pembangunan hunian tetap dan infrastruktur pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, yang menjadi prioritas pemerintah pusat di bawah arahan Mendagri.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (duasatunews.com) – Percepatan huntap Pidie Jaya menjadi agenda utama pemerintah pusat dalam pemulihan pascabencana di Aceh. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan komitmen tersebut melalui percepatan pembangunan hunian tetap dan infrastruktur pendukung bagi warga terdampak.
Sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Tito menempatkan hunian tetap sebagai kebutuhan paling mendesak. Pemerintah ingin memastikan warga yang kehilangan rumah segera memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.
Peran Pemerintah Daerah Menentukan Kecepatan Huntap
Tito menegaskan bahwa percepatan huntap Pidie Jaya sangat bergantung pada kesiapan pemerintah daerah. Pemerintah daerah memegang peran penting dalam menyiapkan data penerima bantuan secara akurat dan lengkap.
Ia meminta kepala daerah mengerahkan petugas untuk mendata warga terdampak secara langsung. Petugas harus memverifikasi kondisi warga satu per satu agar bantuan tepat sasaran. Langkah ini juga mencegah kesalahan administrasi yang dapat menghambat pembangunan hunian tetap.
Pembangunan Infrastruktur Dukung Pemulihan Warga
Selain hunian tetap, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Tito mendorong percepatan pembangunan jembatan penghubung yang rusak akibat bencana. Infrastruktur ini mendukung mobilitas warga dan memperlancar distribusi logistik.
Tito menyampaikan bahwa koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum telah berjalan. Pemerintah akan membangun jembatan permanen dua jalur di sekitar lokasi jembatan sementara yang roboh. Jalur tersebut menghubungkan Medan dan Banda Aceh serta dilalui kendaraan bertonase besar setiap hari.
Penanganan Dampak Lanjutan Pascabencana
Pemerintah juga mencermati persoalan lanjutan di lapangan. Lumpur masih menggenangi sejumlah rumah warga. Selain itu, sekitar 1.500 hektare lahan sawah belum pulih sepenuhnya sehingga menghambat aktivitas pertanian masyarakat.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah menyiapkan langkah jangka panjang. Pemerintah merencanakan pembangunan sabo dam dan penguatan tanggul sungai guna mengurangi risiko banjir susulan.
Target Pemulihan Menyeluruh dan Berkelanjutan
Melalui koordinasi lintas kementerian dan dukungan pemerintah daerah, pemerintah menargetkan percepatan huntap Pidie Jaya berjalan efektif dan terukur. Pemerintah ingin pemulihan berlangsung menyeluruh sehingga masyarakat terdampak dapat kembali beraktivitas dan membangun kehidupan secara normal.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com
