Breaking News
light_mode
Beranda » Teknologi » Digitalisasi Lebih Dulu, Bukan Sekadar Kejar AI: Strategi Indonesia Hadapi Otomatisasi Dini

Digitalisasi Lebih Dulu, Bukan Sekadar Kejar AI: Strategi Indonesia Hadapi Otomatisasi Dini

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 161
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Duasatunews.com) — Dorongan global untuk mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI) terus menguat. Banyak negara berlomba menerapkan teknologi ini demi efisiensi. Namun, bagi Indonesia, kecepatan bukan satu-satunya jawaban.

Sejumlah pengamat menilai Indonesia perlu bertindak hati-hati. Karena itu, adopsi AI harus berjalan seiring penguatan fondasi digital. Tanpa kesiapan institusi dan tenaga kerja, otomatisasi justru berpotensi menimbulkan masalah sosial dan ekonomi.

Indonesia memiliki sekitar 280 juta penduduk. Sementara itu, bonus demografi diperkirakan mencapai puncaknya pada 2030–2035. Setiap tahun, sekitar 2–3 juta penduduk usia kerja masuk ke pasar tenaga kerja.

Namun, pertumbuhan lapangan kerja formal masih terbatas. Akibatnya, lebih dari 55 persen tenaga kerja bertahan di sektor informal. Kondisi ini membuat pasar kerja lebih rentan terhadap percepatan teknologi.

Risiko Otomatisasi di Berbagai Sektor

Di sektor perbankan, lembaga keuangan menggunakan chatbot dan sistem analitik berbasis AI. Teknologi ini memang meningkatkan efisiensi layanan. Namun, penerapan luas dapat mengurangi kebutuhan tenaga administrasi.

Selain itu, sektor ritel modern mulai mengandalkan kasir otomatis dan sistem inventori cerdas. Dengan demikian, peran kasir dan staf gudang semakin menyusut. Di manufaktur, perusahaan memanfaatkan robot industri dan sistem prediktif. Akibatnya, permintaan tenaga kerja semi-terampil ikut menurun.

Tanpa kebijakan transisi, otomatisasi dapat memperlebar kesenjangan. Oleh karena itu, pasar kerja berisiko terpolarisasi antara pekerjaan berupah tinggi dan pekerjaan informal berupah rendah.

Fondasi Digital Masih Lemah

Masalah utama tidak terletak pada teknologi AI. Sebaliknya, tantangan terbesar muncul dari kesiapan institusi. Pemerintah telah mendorong digitalisasi melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan integrasi data kependudukan.

Namun, banyak kementerian dan lembaga masih mengelola data secara terpisah. Akibatnya, interoperabilitas belum berjalan optimal. Di sisi lain, tata kelola data pribadi masih memerlukan penguatan.

Pengalaman penyaluran bantuan sosial selama pandemi COVID-19 menunjukkan lemahnya sinkronisasi data. Karena itu, banyak warga miskin tidak tercatat, sementara penerima ganda tetap muncul.

Jika pemerintah mengotomatisasi proses ini sepenuhnya, dampaknya bisa lebih luas. Dengan demikian, kesalahan algoritma akan sulit dikoreksi tanpa mekanisme banding yang kuat. Dalam skala nasional, kesalahan tersebut berpotensi memicu ketidakadilan sistemik.

Produktivitas dan Risiko Ketergantungan

Indonesia juga menghadapi tantangan produktivitas. Dalam satu dekade terakhir, pertumbuhan produktivitas tenaga kerja stagnan di kisaran 3–4 persen per tahun. Sementara itu, angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode sebelum 2010.

Tanpa reformasi struktural, AI hanya menambah lapisan teknologi. Oleh sebab itu, efisiensi jangka pendek tidak otomatis menciptakan mesin pertumbuhan baru.

Di sisi lain, Indonesia masih bergantung pada teknologi global. Infrastruktur komputasi awan dan model AI generatif sebagian besar berasal dari luar negeri. Akibatnya, Indonesia berisiko hanya menjadi pasar pengguna dan pemasok data.

Pengamat menilai Indonesia perlu menempatkan digitalisasi sebagai tahap awal pembangunan AI. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat tata kelola data, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mengembangkan industri digital domestik.

Dengan pendekatan bertahap, AI dapat menjadi alat pembangunan. Sebaliknya, tanpa fondasi kuat, otomatisasi justru berpotensi menciptakan ketimpangan baru.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Sultra Jakarta tempati mes Pemda

    Mahasiswa Sultra di Jakarta Duduki Mes/kantor Penghubung untuk Dijadikan Asrama

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 490
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — 7 Oktober 2025 Mahasiswa Sultra Jakarta yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di ibu kota kini menghadapi persoalan serius terkait tempat tinggal. Ratusan mahasiswa asal Sulawesi Tenggara terpaksa meninggalkan kontrakan setelah pemilik rumah sewa meminta mereka angkat kaki akibat keterlambatan pembayaran. Akibat kondisi tersebut, para mahasiswa segera mencari tempat berlindung sementara. […]

  • kontrak media DPRD Konawe disorot aktivis nasional

    Mantan Aktivis Nasional Dorong Pembatasan Freedom of Contract dalam Kontrak Media DPRD Konawe

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 824
    • 0Komentar

    Konawe, duasatunews.com – Isu kontrak media di lingkungan DPRD Konawe kembali memantik perhatian publik. Kali ini, Mubarak, mantan aktivis nasional 2009 yang terlibat dalam aksi besar Bail-Out Bank Century, secara tegas meminta pembatasan asas kebebasan berkontrak (freedom of contract) dalam pengelolaan kerja sama media di Sekretariat DPRD Konawe. Kontrak Media Wajib Berpihak pada Kepentingan Publik […]

  • pejabat nyaris telanjang China di tengah pengawasan antikorupsi pemerintah Beijing

    China Kunci Karier Pejabat Berkoneksi Luar Negeri, Kategori “Nyaris Telanjang” Jadi Target Baru

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 85
    • 0Komentar

    BEIJING,Duasatunews.com — Pemerintah China memperketat pengawasan terhadap pejabat negara yang memiliki anggota keluarga di luar negeri. Kebijakan ini tidak lagi hanya menyasar “pejabat telanjang”, tetapi juga menargetkan kategori baru yang disebut “quasi-naked officials” atau pejabat nyaris telanjang. Langkah ini menutup peluang promosi dan memicu pencopotan jabatan. Otoritas China dalam setahun terakhir melakukan inspeksi langsung ke lembaga […]

  • desain chip Indonesia melalui kerja sama Arm Limited

    Desain Chip Indonesia Didorong lewat Kerja Sama Danantara–Arm

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Pemerintah Indonesia menargetkan 15 ribu insinyur dapat mempelajari dan menguasai teknologi desain chip melalui kerja sama strategis antara Danantara dan Arm Limited. Kedua pihak menandatangani perjanjian kerja sama tersebut di London, Inggris, pada Senin (23/2). Pemerintah mengarahkan kemitraan ini untuk mempercepat peningkatan kapasitas dan kemandirian nasional dalam pengembangan teknologi strategis, khususnya di […]

  • Yaqut Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji, KPK Singgung Pertemuan Jokowi–MBS

    Yaqut Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji, KPK Singgung Pertemuan Jokowi–MBS

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 315
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Kasus kuota haji kembali menjadi sorotan publik. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dugaan korupsi pengelolaan kuota haji. Selain Yaqut, KPK juga menetapkan staf khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, sebagai tersangka. Dengan demikian, penyidik kini memproses dua pihak yang berperan dalam […]

  • PSG puncaki klasemen Ligue 1 setelah menang atas Auxerre

    PSG Puncaki Klasemen Usai Tekuk Auxerre 1-0

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 238
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Paris Saint-Germain sukses merebut puncak klasemen sementara Ligue 1 setelah mengalahkan Auxerre dengan skor tipis 1-0 pada pekan ke-19. Pertandingan ini berlangsung di Stade de l’Abbé-Deschamps, Sabtu dini hari WIB. Satu-satunya gol dalam laga tersebut lahir dari aksi Bradley Barcola pada babak kedua. Melalui gol itu, PSG langsung mengamankan tiga poin penting […]

expand_less