Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » Feny Tri Indah Kasim Soroti Dana Jamrek yang “Dilarikan” ke Pusat

Feny Tri Indah Kasim Soroti Dana Jamrek yang “Dilarikan” ke Pusat

  • account_circle Afs
  • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
  • visibility 715
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – 22 September 2025 Pengelolaan Dana Jamrek Sultra kembali menuai sorotan. Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta, Feny Tri Indah Kasim, mengkritik kebijakan pemerintah pusat yang memusatkan Dana Jaminan Reklamasi (Jamrek) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Menurut Feny, dana reklamasi tambang seharusnya menjamin pemulihan lingkungan pascatambang di daerah penghasil. Namun, sentralisasi pengelolaan justru membuat pemerintah daerah kesulitan mengakses dana tersebut, sementara masyarakat lokal terus menanggung dampak pertambangan.

Kritik Sentralisasi Dana Jaminan Reklamasi

Feny menilai pemerintah pusat perlu mengubah pola pengelolaan Dana Jamrek Sultra agar lebih berpihak pada daerah. Ia menegaskan dana reklamasi bukan sekadar kewajiban administratif perusahaan, tetapi instrumen penting untuk memulihkan lingkungan yang rusak.

“Dana reklamasi tambang harus kembali ke daerah. Di sanalah kerusakan terjadi dan di sanalah pemulihan harus dilakukan,” tegas Feny, Senin (22/9/2025).

Dampak Tambang Dirasakan Langsung Masyarakat

Ia menjelaskan aktivitas pertambangan di Sulawesi Tenggara telah memicu lubang tambang terbuka, lahan kritis, serta pencemaran pesisir. Sedimentasi laut akibat tambang juga mengancam mata pencaharian nelayan lokal.

Isu ini sejalan dengan laporan berbagai organisasi lingkungan, termasuk JATAM (Jaringan Advokasi Tambang) dan WALHI, yang kerap menyoroti lemahnya reklamasi pascatambang di daerah penghasil mineral.

Desakan Transparansi Pengelolaan Dana Reklamasi

Feny mendesak pemerintah membuka data jumlah dana reklamasi yang telah dikumpulkan dari perusahaan tambang, khususnya di Sulawesi Tenggara. Ia menilai transparansi menjadi syarat utama pengawasan publik.

“Pemerintah harus menyampaikan secara terbuka jumlah dana yang terkumpul dan penggunaannya. Tanpa transparansi, masyarakat sulit memastikan reklamasi benar-benar berjalan,” ujarnya.

Ia merujuk pada regulasi reklamasi yang selama ini berada di bawah kewenangan Kementerian ESDM, namun dinilai belum memberikan dampak nyata di lapangan.

Dorongan Kembalikan Kewenangan ke Daerah

Selain transparansi, Feny mendorong pemerintah mengembalikan kewenangan pengelolaan dana reklamasi ke pemerintah daerah. Menurutnya, daerah lebih memahami kondisi geografis, sosial, dan lingkungan setempat.

“Kami mendesak Presiden Prabowo mengevaluasi kebijakan ini. Tata kelola pertambangan yang adil harus memberi ruang bagi daerah,” katanya.

Isu reklamasi tambang ini juga berkaitan dengan sejumlah laporan sebelumnya di duasatunews.com, seperti kerusakan lingkungan akibat tambang di Sultra dan ancaman sedimentasi tambang terhadap nelayan lokal.

Seruan Konsolidasi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil

Menutup pernyataannya, Feny mengajak mahasiswa, masyarakat sipil, dan organisasi lingkungan di Sulawesi Tenggara bersatu menuntut transparansi dan desentralisasi pengelolaan Dana Jamrek Sultra.

“Ini bukan hanya soal anggaran, tetapi soal masa depan lingkungan dan generasi Sultra. Kita tidak boleh diam,” pungkasnya.

Afs

Penulis

Update & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesawat Smart Air Jatuh di Nabire, Seluru Penumpang Selamat

    Pesawat Smart Air Jatuh di Nabire, Seluru Penumpang Selamat

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 143
    • 0Komentar

    jakarta, duasatunews.com – Smart Air jatuh Nabire saat melayani penerbangan perintis rute Nabire–Kaimana, Papua Barat, Selasa (27/1/2026). Insiden itu terjadi di perairan Pantai Nabire, Papua Tengah. Meski insiden berlangsung di laut, seluruh penumpang dan kru berhasil menyelamatkan diri. Pesawat jenis Cessna Grand Caravan dengan nomor registrasi PK-SNS membawa 15 orang, terdiri atas penumpang dan kru. […]

  • Kapal patroli Angkatan Laut Thailand menghadapi kapal pukat Malaysia ilegal di perairan Thailand

    Kapal Pukat Malaysia Ilegal Tenggelam Ditabrak Patroli Thailand

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Bangkok, (duasatunews.com) – Insiden penegakan hukum laut terjadi di perairan selatan Thailand ketika kapal pukat Malaysia ilegal menabrak kapal patroli Angkatan Laut Thailand. Aparat melepaskan tembakan peringatan setelah kapal nelayan tersebut bermanuver berbahaya saat petugas mendekat untuk pemeriksaan. Juru bicara Angkatan Laut Thailand, Laksamana Muda Parach Rattanachaiyapan, menyampaikan keterangan pada 20 Februari 2026. Nelayan Thailand […]

  • Aksi protes menolak kriminalisasi konten digital

    Kriminalisasi Konten Digital Kembali Berujung Penjara

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 282
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Kriminalisasi konten digital kembali menjadi sorotan publik setelah aparat memproses warga karena unggahan di media sosial. Praktik kriminalisasi konten digital ini memicu kekhawatiran luas terhadap perlindungan kebebasan berekspresi di Indonesia (20/01/2026). Ruang digital seharusnya menjadi tempat warga bertukar gagasan dan menyampaikan kritik. Namun, aparat kerap menggunakan pasal dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi […]

  • Operasi AS di Venezuela Picu Ketegangan Geopolitik

    Operasi AS di Venezuela Picu Ketegangan Geopolitik

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Operasi AS di Venezuela pada 3 Januari 2026 memicu perhatian luas komunitas internasional. Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi militer yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, oleh pasukan AS, serta memicu krisis geopolitik di kawasan Amerika Latin.(Baca juga laporan terkait di kanal Geopolitik Global: https://duasatunews.com/category/geopolitik-global) Presiden AS Donald […]

  • Derita Banjir Memakan Korban: Alarm Kegagalan Kolektif Menjaga Lingkungan

    Derita Banjir Memakan Korban: Alarm Kegagalan Kolektif Menjaga Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Jakarta, DuaSatuNews.com – Derita banjir memakan korban kembali terjadi setiap musim hujan. Peristiwa ini terus berulang dan hingga kini belum menemukan penyelesaian nyata. Padahal, di balik data dan statistik, terdapat manusia yang kehilangan keluarga, masa depan, serta harapan. Oleh karena itu, banjir tidak sekadar merendam wilayah, tetapi juga menghancurkan mimpi banyak orang. Warga di Wilayah […]

  • Konflik Lahan di Tanimbar Maluku, Polisi Tetapkan 11 Tersangka

    Konflik Lahan di Tanimbar Maluku, Polisi Tetapkan 11 Tersangka

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 300
    • 0Komentar

    JAKRTA, duasatunews.com – Satuan Reserse Kriminal Polres Kepulauan Tanimbar menetapkan 11 orang sebagai tersangka konflik lahan. Kasus ini terjadi di Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Konflik melibatkan warga Desa Arui Bab dan Desa Sangliat Krawain. Polisi Tetapkan Tersangka Berdasarkan Bukti Kasat Reskrim Polres Kepulauan Tanimbar, Iptu Bryantri Maulana, menyampaikan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik […]

expand_less