Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » BI Kembangkan Instrumen Pasar Uang, Investor Didorong Tetap Simpan Aset Rupiah

BI Kembangkan Instrumen Pasar Uang, Investor Didorong Tetap Simpan Aset Rupiah

  • account_circle Reski
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • visibility 270
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,(duasatunews.com) — Bank Indonesia (BI) memperluas instrumen pasar uang untuk segmen ritel dan korporasi. Langkah ini bertujuan menjaga minat investor terhadap aset rupiah di tengah tekanan ekonomi global.

Deputi Gubernur BI, Aida Budiman, mengatakan masyarakat membutuhkan pilihan investasi yang aman dan fleksibel. Karena itu, BI terus mengembangkan instrumen pasar keuangan domestik.

“Supaya investor mau menanam modalnya di Indonesia dan masyarakat tetap memegang aset dalam rupiah,” ujar Aida di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, pengembangan instrumen pasar uang juga membuka peluang peningkatan inklusi dan literasi keuangan nasional.

Literasi Keuangan Jadi Fokus Utama

BI bersama Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS terus memperkuat edukasi keuangan bagi masyarakat. Fokus utama program ini menyasar generasi muda.

Aida menilai literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan investasi. Masyarakat juga perlu memahami cara mengambil keputusan finansial yang bijak dan berkelanjutan.

Ia menegaskan kondisi ekonomi global yang dinamis dapat memengaruhi kondisi keuangan masyarakat. Karena itu, pemahaman keuangan menjadi kebutuhan penting.

QRIS dan Digitalisasi Terus Diperkuat

Selain menjaga stabilitas rupiah, BI juga memperkuat sistem pembayaran digital. Salah satu langkah utama dilakukan melalui pengembangan QRIS.

Hingga April 2026, QRIS telah digunakan 63 juta pengguna dan lebih dari 45 juta merchant. Mayoritas merchant berasal dari sektor UMKM.

BI menilai sistem pembayaran digital membuat transaksi lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Akses masyarakat terhadap produk keuangan juga semakin luas.

BI Kembangkan Talenta Digital

BI juga mendorong pengembangan talenta digital nasional. Upaya itu dilakukan melalui program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) dan Digdaya x Hackathon.

Program tersebut bertujuan mencetak generasi muda yang inovatif dan adaptif terhadap ekonomi digital.

Selain itu, BI menjalankan program PeKA atau Peduli, Kenali, dan Adukan. Program ini membantu masyarakat mengenali risiko penipuan dan kejahatan digital.

Langkah Stabilkan Rupiah

Pada awal Mei 2026, BI mengumumkan tujuh langkah stabilisasi rupiah. Kebijakan itu meliputi intervensi pasar spot domestik, DNDF, NDF luar negeri, pembelian SBN, serta penerbitan SRBI.

BI juga memperkuat pengawasan transaksi dolar AS. Selain itu, BI membatasi pembelian dolar tanpa underlying dari 100 ribu dolar AS menjadi 50 ribu dolar AS per bulan. Ke depan, batas itu akan kembali turun menjadi 25 ribu dolar AS.

Program LIKE IT sendiri merupakan kolaborasi BI, Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS untuk memperkuat literasi serta inklusi keuangan masyarakat.

  • Penulis: Reski
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Resmi Terpilih sebagai Presiden Dewan HAM PBB

    Indonesia Resmi Terpilih sebagai Presiden Dewan HAM PBB

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 619
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Presiden Dewan HAM PBB kini dijabat Indonesia untuk pertama kalinya sejak pembentukan lembaga tersebut. Sidang Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, Swiss, Kamis (8/1/2026), menetapkan Indonesia sebagai pemimpin forum HAM global dan membuka babak baru diplomasi multilateral Indonesia. Dalam sidang itu, Indonesia menunjuk Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Duta […]

  • masyarakat adat Tolaki menolak penghinaan terhadap Suku Tolaki

    Penghinaan terhadap Suku Tolaki di Media Sosial

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 1.272
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Kami menyoroti beredarnya unggahan di media sosial Facebook yang memuat dugaan penghinaan terhadap Suku Tolaki. Unggahan tersebut memicu perhatian publik karena menyentuh isu sensitif yang berkaitan langsung dengan identitas suku, martabat masyarakat adat, dan nilai kebhinekaan bangsa, Selasa (6/1/2025). Suku Tolaki memegang peran penting dalam sejarah dan kekayaan budaya Indonesia, khususnya di […]

  • Saudi kecam Iran dalam pernyataan resmi pemerintah Arab Saudi

    Saudi Kecam Iran atas Serangan ke Negara-Negara Kawasan

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 427
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Saudi kecam Iran atas serangan yang terjadi pada Sabtu (28/2). Menurut Riyadh, serangan itu merupakan agresi terbuka. Selain itu, pemerintah Arab Saudi menilai tindakan tersebut melanggar kedaulatan negara-negara di Timur Tengah. Arab Saudi menyampaikan sikap tersebut melalui pernyataan resmi di platform X. Dalam pernyataan itu, Riyadh menilai Iran telah melanggar wilayah sejumlah […]

  • GARPEM Sultra Soroti Dugaan Dampak Aktivitas Pertambangan PT Ceria Nugraha Indotama, Desak Pemerintah Bentuk Tim Evaluasi Terpadu

    GARPEM Sultra Soroti Dugaan Dampak Aktivitas Pertambangan PT Ceria Nugraha Indotama, Desak Pemerintah Bentuk Tim Evaluasi Terpadu

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 245
    • 3Komentar

    Kolaka, (duasatunews.com) — Garda Pemuda Sulawesi Tenggara (GARPEM Sultra) mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dugaan dampak aktivitas pertambangan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Desakan tersebut disampaikan menyusul beredarnya sejumlah dokumentasi foto dan video di media sosial yang memperlihatkan ruas jalan dipenuhi air […]

  • RI AS bahas tarif impor pasca putusan Mahkamah Agung AS

    Tarif Impor RI AS Dibahas Usai Putusan MA AS

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 508
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Tarif impor RI AS kembali menjadi perhatian setelah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan rencana pembicaraan lanjutan dengan Amerika Serikat. Pemerintah mengambil langkah ini menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal Presiden Donald Trump. Juru Bicara Kemenko Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan pemerintah Indonesia tetap mengutamakan kepentingan dan kebutuhan nasional. […]

  • Mendagri: Pemerintah Kembalikan TKD untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar Senilai Rp10,6 Triliun

    Mendagri: Pemerintah Kembalikan TKD untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar Senilai Rp10,6 Triliun

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 591
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — pengembalian TKD Sumatera menjadi kebijakan strategis pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor. Melalui kebijakan ini, pemerintah mengucurkan kembali dana Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp10,6 triliun kepada Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan persetujuan […]

expand_less